Rabu , 26 September 2018
Home / MUKOMUKO / Untuk Memerangi Hoax, Polres Gandeng Media

Untuk Memerangi Hoax, Polres Gandeng Media

DEKLARASI: Jurnalis di Kabupaten Mukomuko deklarasikan sepakat memerangi berita hoax, kemarin (12/3).

MUKOMUKO – Salah satu anggota Polres Mukomuko menjadi korban ujaran kebencian. Bukan diserang dengan ujaran kebencian. Tetapi foto dirinya digunakan sebagai foto profil di salah satu media sosial.

Oleh pelaku, akun media sosial dengan foto salah satu dari anggota Polres Mukomuko itu dimanfaatkannya guna menyampaikan ujaran kebencian pada beranda akun media sosial tersebut.

Nyaris saja anggota itu jadi sasaran penangkapan kasus ujaran kebencian. Beruntung sekali, setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata pelakunya orang lain. Pelakunya sudah ditangkap di Makassar (Sulsel).

‘’Alhamdulillah pelakunya sudah tertangkap di Makasar. Dia pakai foto anggota kita untuk menyampaikan ujaran kebencian. Jadi anggota kita akhirnya turut diperiksa, namun statusnya sebagai saksi korban,” terang Kapolres Mukomuko AKBP. Yayat Ruhiyat, S.IK, melalui Wakapolres Kompol. PM. Amin, S.Ag, kemarin (12/3).

Untuk meredam angka ujaran kebencian dan juga mencegah penyebaran berita bohong alias hoax, Polres Mukomuko menggandeng media. Dan sama-sama mendeklarasikan diri bahwa Jurnalis Mukomuko adalah masyarakat tegas anti hoax. Juga anti ujaran kebencian dan isu sara.

Para jurnalis didorong mendukung Polri dalam penegakan hukum atas kasus berita hoax, ujaran kebencian termasuk soal sara. “Berita bohong yang memiliki unsur penyebaran ujaran kebencian itu harus kita perangi bersama. Karena keberadaannya itu sangat meresahkan seluruh elemen masyarakat. Dan kami mengajak semua media yang ada di Kabupaten Mukomuko untuk ikut serta berperang melawan berita bohong dengan memberikan sajian berita yang memiliki unsur fakta serta realitas dan bisa memberikan edukasi positif terhadap masyarakat,” sampai Wakapolres.

Dengan memberikan sajian berita yang memiliki edukasi tanpa adanya pembohongan publik, maka media sudah ikut serta berperan memberantas berita hoax. Sebab, kata Wakapolres, media memiliki peran penting untuk melakukan perubahan terhadap masyarakat dari yang tidak baik menjadi baik.

“Begitu juga sebaliknya, jika media memiliki sifat tidak baik maka masyarakat bisa saja ikut berprilaku tidak baik akibat sajian pemberitaanya itu. Itulah sebabnya, kami menginginkan media yang ada di Kabupaten Mukomuko bersama – sama memerangi ini,” pungkas Wakapolres. (hue)

Baca Juga ...

Marjohan 2 Kali Penjabat Sekda

MUKOMUKO – Bupati Mukomuko, H. Choirul Huda, SH, tahun ini sudah 2 kali lantik Penjabat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.