Home / BERITA UTAMA / Telat Laporkan SPT, Denda Rp 1 Juta

Telat Laporkan SPT, Denda Rp 1 Juta

BERSINERGI: Kepala Kanwil DJP Bengkulu & Lampung Erna Sulistyowati menyerahkan cenderamata kepada Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

BENGKULU – Ini informasi bagi Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi (OP) yang belum melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh. Bagi yang terlambat, bisa dikenakan sanksi administrasi berupa denda.

“Ya. Ada denda Rp 100 ribu untuk yang WP pribadi,” kata Kepala Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung Erna Sulistyowati di ruang eks Pola Bappeda Pemprov Bengkulu, kemarin (13/3). Sementara untuk WP badan, denda dikenakan Rp 1 juta.

Denda bagi yang terlambat atau tidak melaporkan SPT Tahunan diatur dalam Undang-undang Nomor 28 tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Tepatnya ada di Pasal 7 ayat (1).

Tahun ini pelaporan SPT Tahunan PPh dijadwalkan berlangsung 1 Januari -31 Maret untuk WP pribadi. Artinya masih ada waktu dua minggu lagi. Sementara untuk WP badan, hingga 30 April mendatang.

Hal itu disampaikan Erna, usai acara Penyampaian SPT Tahunan PPh secara elektronik yang simbolisnya dilakukan Plt. Gubernur Bengkulu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA dan Kapolda Bengkulu Brigjend Pol. Drs. Coki Manurung, SH, M. Hum.

Acara Penyerahan SPT Tahunan PPh itu dihadiri Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bengkulu Nandang Hidayat, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Arga Makmur Mawad Sri Basueki dan Kepala KPP Pratama Curup Barlianto.

Lalu tampak pula Wakil Ketua I DPRD Provinsi Edison Simbolon, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Provinsi, Bupati Bengkulu Dr. H. Ferry Ramli, SH, MH, Wakil Bupati Gusnan Mulyadi, SE, MM, Sekda Kabupaten, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Endang Kurnia Saputra dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi.

Pada kesempatan itu Erna berharap, kesadaran masyarakat untuk taat melaporkan SPT Tahunan semakin meningkat. Saat ini pelaporan masih didominasi Aparatur Sipil Negara (ASN). “Kalau ASN 90-95 persen sudah melaporkan SPT tahunan. Kita ingin karyawan swasta dan badan usaha lainnya juga semakin banyak yang melaporkan,” kata Erna.

Pada pelaporan SPT Tahunan, lanjut Erna, bukan hanya penghasilannya saja yang dilaporkan. Tapi juga ada kewajiban untuk melaporkan harta, nilai aset dan utang. Termasuk bagi yang sudah mendapat tax amnesty (pengampunan pajak), untuk melaporkan aset yang belum dilaporkan.

“Tujuan pelaporan harta, nilai aset dan utang adalah untuk menghitung apakah penghasilannya sudah wajar dengan aset yang dimiliki. Itu saja,” tegas Erna.Untuk memaksimalkan pelaporan SPT Tahunan PPh, DJP sudah melakukan berbagai terobosan. Erna mengatakan, saat ini sudah ada layanan e-filing dengan prinsip mudah, cepat dan aman. Pelaporan pajak secara elektronik ini tidaklah sulit. Sepanjang ada jaringan internet.

“Penyampaian SPT tahunan bukan hal baru. Apalagi bagi wajib pajak. Hanya saja yang baru adalah bagaimana menyampaikannya. Kalau dulunya manual, lima tahun terakhir sudah elektronik. Tak perlu datang ke kantor pajak. Cukup dari rumah atau dimana saja, bisa laporkan SPT,” ujar Erna.

Bagi yang ingin melaporkan SPT dengan e-filing bisa mengakses situs http://www.pajak.go.id/electronic-filing .Bila masih kurang paham dengan pelaporan elektronik, lanjut Erna, bisa meminta bantuan Kantor Pajak Pratama untuk e-filing secara massal. “Silakan sampaikan surat. Nanti akan dibantu prosesnya. Kami juga melakukan jemput bola dengan membuka stand di keramaian dan sosialisasi e-filing,” imbuh Erna.

**Inisiasi Pelaporan SPT Pemerintah

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin mengatakan, tahun ini untuk pertama kalinya Pemprov Bengkulu menginisiasi penyerahan SPT Tahunan PPh secara seremoni di Pemprov Bengkulu. Tujuannya tak lain adalah untuk menggaungkan taat pajak, dimulai dari ASN.

“Data SPT tahunan orang pribadi yang saya tahu ada 58 ribu. Ditambah ASN menjadi 88 ribu orang. “Saya mengimbau seluruh jajaran PNS dan masyarakat Bengkulu untuk menyampaikan SPT Tahunan maing-masing secara online, selambatnya 31 Maret 2018. Penyampaian SPT Tahunan PPh dengan e-filing menjadi lebih mudah, cepat, aman dan dimana saja” imbau Rohidin.

Rohidin mengapresiasi upaya DJP yang kini sudah meluncurkan pelaporan model online yang mengusung kemudahan, aman dan bisa dilakukan dimana saja. Meski begitu, ia berharap DJP terus melakukan pemantauan ke masyarakat. Karena di era teknologi seperti sekarang ini, masih ada saja orang yang gaptek alias gagap teknologi.

“Walau sistemnya sudah online, tidak menjamin akan banyak yang lapor kalau hanya menunggu. Kami minta supaya KPP pajak jemput bola untuk sampaikan pajak. Sehingga bisa lebih mudah. Paling tidak di kalangan karyawan dan aparatur negara,” tandas Rohidin. (ken)

Baca Juga ...

Kontes Teklnisi Honda

Teknisi Honda Bengkulu Adu Skill

BENGKULU – Kontes Teknisi Honda tahun 2018 kembali digelar. Kontes berlangsung 23-24 juni 2018 di ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.