Home / METROPOLIS / Mudik Jalur Udara Diprediksi Padat

Mudik Jalur Udara Diprediksi Padat

RAMAI: Suasana di ruang tunggu Bandara Fatmawati Bengkulu mulai ramai menjelang bulan Ramadan dan mudik lebaran kemarin

BENGKULU – Arus mudik lebaran Hari Raya Idul Fitri 1439 HJijriah tahun 2018 ini diprediksi akan padat. Terutama melalui jalur udara. Sebab selain bertepatan libur panjang, juga cuti bersama PNS. Ditambah lagi akan dibayarnya gaji ke 13 dan THR serentak. Sehingga pemudik dipastikan akan lebih banyak menggunakan maskapai penerbangan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Ir. Bambang Budi Djatmiko, MM melalui Kabid Perhubungan Udara Syafril mengatakan bahwa untuk mengantisipasi tingginya harga tiket pesawat akan ditetapkan batas bawah dan batas atas. Kemudian diprediksi puncak arus mudik akan muncul pada mendekati cuti bersama dan libur panjang.

“Untuk rut eke Bengkulu melalui jalur penerbangan belum ada penambahan. Jenis Maskapainya masih Lion Air, Batik Air, Wings dan Garuda Indonesia, Sriwijaya, Citilink. Kemudian rute juga masih Bengkulu-Jakarta, Bengkulu-Jambi, Bengkulu-Padang, Bengkulu-Palembang,’’ ujarnya kepada RB kemarin.

Dikatakannya, untuk rute baru seperti Rute Bengkulu-Lampung dan Bengkulu-Bandung masih tertunda. Sebab Bengkulu belum mendapatkan rute yang diwaktu siang. Sehingga dipastikan pada puncak mudik nantinya, jumlah penumpang melalui maskapai itu bisa mencapai 2.500 per hari. Sedangkan biasanya hanya 1000 orang.

“Kami tetap akan pantau soal penjualan tiket pesawat nantinya. Terutama jangan sampai ada penumpang terlantar,’’ paparnya. Sementara Ketua Organda Provinsi Bengkulu Syaiful Anwar mengaku untuk arus mudik jalur darat diprediksi sepi. Sebab selain libur panjang sudah lebih dulu, juga sudah banyak penumpang yang memiliki naik pesawat.

“Untuk armada angkutan mudik lebaran sudah disiapkan. Tinggal lagi dilakukan pemeriksaan oleh Ditlantas Polda serta Jasa Raharja serta Dishub. Seperti kelengkapan kendaraan layak atau tidaknya beroperasi,’’ paparnya.

Diakui Syaiful, untu tarif aka nada kenaikan. Terutama untuk AKAP dan AKDP. Kenaikannya hanya 10-20 persen dari biasanya. Sedikitnya ada 200 armada yang sudah siap dioperasikan. “Sekarang saking sepinya penumpang angkutan setiap PO itu hanya 1-2 dua yang diberangkatkan. Sehingga banyak yang dikandangkan atau tidak beroperasi,’’ pungkasnya.(che)

Baca Juga ...

Rel Kereta Api Mulai Dibangun Tahun 2019

BENGKULU – Proyek pembangunan rel kereta api dari Pulau Baai Kota Bengkulu ke Kota Padang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.