Home / BERITA UTAMA / PIleg 2019, Pertarungan Figur Parpol

PIleg 2019, Pertarungan Figur Parpol

BENGKULU – Figur ketua partai politik (Parpol) menjadi salah satu magnet meraup suara partai politik dalam pemilihan legistatif tahun 2019 mendatang. Semakin kuat figurnya di mata pemilih, makan semakin besar pula peluang memenangkan pertarungan.

Seperti pengalaman pada pemilu 2014 lalu, Partai NasDem yang merupakan partai pendatang baru bisa membuktikan di Provinsi Bengkulu menjadi pemenang dan mendapatkan satu kursi DPR RI di Senayan. Sebab saat itu Rio Cappella yang dikenal sebagai tokoh politik asal Bengkulu sekaligus menjabat Sekretaris Umum DPP Partai NasDem.  Bahkan figur seorang Rio Capella pun saat itu menjadi magnet sendiri hingga bisa mendapatkan suara tertinggi dalam pemilihan DPR RI Dapil Bengkulu dengan memperoleh suara dengan 86.401 suara dari 130,767 suara yang diperoleh partainya.

Sama halnya jelang pemilu 2019 mendatang, sejumlah parpol saat ini memiliki figur seorang Ketua Parpol tokoh penting di Bengkulu. Diantaranya Partai Golkar saat ini Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu dijabat oleh Rohidin Mersyah yang merupakan Plt. Gubernur Bengkulu. Selain itu ada juga Partai Perindo yang merupakan partai besutan Harry Tanoesoedibjo tersebut di Provinsi Bengkulu dijabat oleh Dirwan Mahmud yang merupakan Bupati Bengkulu Selatan.

Bahkan kekuatan mesin Partai Amanat Nasional (PAN) yang masih bisa mempertahankan kursi DPR RI di Senayan menjadi tolak ukur tersendiri bagi parpol lain. Sebab fogur dari Ketua DPW PAN Provinsi Bengkulu dijabat oleh H. Helmi Hasan, SE yang merupakan mantan Walikota sekaligus adik kandung Ketua MPR RI Zulkifli Hasan telah membuktikan hasil nyata.

Lain halnya dengan PDI-Perjuangan memiliki banyak figur ketokohan, seperti Ketua DPD PDI-Perjuangan Provinsi saat ini masih dijabat Elva Hartati yang merupakan Anggota DPR RI, dan termasuk Ketua DPRD Provinsi Bengkulu pun ini berasal dari kader PDI-Perjuangan yang dijabat Ihsan Fajri.

Selain itu Parpol Gerindra yang merupakan besutan Prabowo Subianto ini mampu bersaing ketat mendulang suara rakyat Bengkulu. Hal ini dibuktikan dalam pemilu 2014 lalu berhasil meraih kursi DPR RI. Bahkan Ketua DPD Gerindra Provinsi yang dijabat oleh Anggota DPR RI Susy Maleni Bahsin ini semakin percaya diri lantaran Sekretaris DPD Gerindra Provinsi dijabat sosok Suharto yang merupakan Wakil Ketua II DPRD Provinsi Bengkulu.

Selain kekuatan dari figure Ketua Parpol menentukan, figur calon legislatif (caleg) juga mementukan suara kemenangan parpol. Seperti persaingan memperebutkan keempat kursi DPR RI mulai muncul figur yang dikenal masyarakat, mulai dari mantan kepala daerah, pengusaha, serta tokoh masyarakat yang potensi sangat banyak akan maju.

Pengamat Ilmu Sosial dan Politik Bengkulu, Drs. Lamhir Syam Sinaga menilai, bahwa figur itu adalah modal utama bagi seorang pemimpin. Bila dikaitkan dengan figur ketua Parpol dijabat oleh Kepala Daerah ataupun, Ketua DPRD, hingga tokoh penting, belum bisa dipastikan bahwa suara parpol akan mendapatkan suara tertinggi dalam Pemilu mendatang.

“Sebab ibarat pohon kayu belum tentu dapat melindungi. Bicara figur itu ditentukan dari riwayat hidupnya, seperti halnya wibawa tidak bisa dibuat, kalau jabatan itu bisa dibuat. Jadi pimpinan boleh punya jabatan sebagai ketua parpol, namun belum tentu jaringan yang dimilikinya kuat,” analisa Lamhir.

Dikatakan Lamhir, agar parpol bisa mendapatkan suara banyak dalam pemilu mendatang, parpol tersebut harus menempatkan calon legislatif (caleg) dari figur-figur yang dikenal masyarakat luas. Sehingga mesin parpol tersebut dapat berjalan dengan baik. “Jadi intinya tidak hanya mengandalkan figur Ketua Parpol semata. Namun jaringan di bawah juga harus dibangun. Salah satunya menempatkan figur caleg yang sudah dikenal masyarakat. Karena hal itu akan mempengaruhi jaringan yang mengakar keakar rumput,” ungkapnya.

Selain itu Lamhir memprediksi dalam pemilu mendatang di Bengkulu, akan menjadi persaingan sengit antara PDIP dan Golkar. Sebab kedua parpol tersebut sama-sama memiliki kepentingan baik di pusat maupun daerah. “Apalagi PDIP dan Golkar partai besar masing-masing figur mempunyai kekuatan tingkat pusat dan daerah. Dan ini akan menjadi pertarungan yang menarik dalam pemilu mendatang,” jelasnya.

Lanjut Lamhir, parpol harus mencari sosok caleg unggulan di setiap dapil. Jika tak kunjung ditemukan dari internal, partai harus mencari sosok caleg unggulan itu dari eskternal. “Jadi parpol harus memiliki perhatian yang tinggi kepada dapil. Parpol juga harus memastikan sosok yang akan berjuang di dapil tersebut memiliki terobosan dalam merebut hati rakyat,” tutupnya.

Senada disampaikan Direktur Eksekutif Survei Assoited Daerah (SAD), Bayu Putra Wijaya memperediksi pertarungan sejumlah figur Ketua Parpol  dalam pemilu mendatang akan sengit. Apalagi sejumlah parpol besar akan menempatkan calon terbaik mereka agar bisa mendapatkan kursi DPR RI di Senayan. Menurutnya, penempatan sejumlah figur-figur dari tokoh penting sangat penting bila parpol ingin meraih suara tinggi.

“Karena tiap parpol pasti memiliki target menang di setiap daerah dan mendapatkan kursi pimpinan DPRD. Jadi menempatkan figur itu sangat penting apabila parpol ingin meraih suara terbanyak dalam pemilu mendatang,” terangnya.

Dikatakan Bayu, untuk saat ini belum kelihatan mesin parpol berjalan dengan baik di tengah masyarakat. Padahal pemilu 2019 sebentar lagi akan dilaksanakan. “Seharusnya tiap parpol sudah melakukan gerakan nyata di tengah masyarakat. Karena banyaknya parpol sekarang ini tentu masyarakat juga susah menentukan pilihan,” tambahnya.

Sebelumnya Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu, Rohidin Mersyah mengungkapkan dirinya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Dia berjanji akan berjuang memenangkan Partai Golkar dalam pemilu nanati. Dengan semboyan “Golkar bersih, Golkar bangkit, Golkar maju, Golkar menang menuju Indonesia sejahtera”.

“Saya akan berjuang dan berusaha untuk memenangkan Partai Golkar dalam pemilu. Terutama pelaksanaan Pilwakot yang sebentar lagi ini akan dilaksanakan. Termasuk pelaksanaan Pileg 2019. Tentu dalam hal ini kerjasama seluruh kader juga harus terjalin dengan baik agar Golkar bisa menjadi pemenang,” jelas Rohidin.

Ditambahkannya, Golkar Provinsi Bengkulu mempunyai target besar yakni kembali mendapatkan kursi DPR RI. Pada pemilu sebelum-sebelumnya, Golkar selalu mendapat 1 kursi DPR dapil Bengkulu, namun pada Pemilu 2014, kursi tersebut harus lepas dari Golkar. “Golkar harus dapat DPR RI. Golkar juga akan menjadi pemenang Pemilu 2019,” tegas Rohidin.

Perindo Berpeluang Rebut Kursi Ketua

Ketokohan seorang pimpinan parpol ikut menentukan partai pemenang dalam pemilihan umum (pemilu) legislatif. Sebagai parpol baru, Perindo di Provinsi Bengkulu yang digawangi oleh Dirwan Mahmud tokoh politik Bengkulu Selatan (BS), juga menjabat sebagai Bupati BS saat ini berpeluang untuk membantu parpolnya merebut kursi pimpinan DPRD BS pada pileg 2019 dengan pengaruhnya di masyarakat.

Selain Perindo, parpol Golkar di Kabupaten BS dipimpin Susman Hadi saat ini menjabat sebagai wakil Ketua 1 DPRD BS, dan sudah menjadi anggota DPRD BS 3 periode ini juga berpeluang menjadi parpol pemenang. Mengingat selain banyaknya politikus senior dalam parpol berlambang beringin ini, Golkar juga merupakan parpol lama.

Begitu juga dengan PDI Perjuangan, meskipun Ketua DPRD BS saat ini Yevri Sudianto berencana maju ketingkat provinsi namun dengan kefigurannya, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten BS bisa membantu parpolnya kembali mempertahankan kursi pimpinan tertinggi di lembaga legislatif. Parpol lainnya juga berpeluang untuk kembali merebut kursi pimpinan DPRD BS, yaitu Gerindra saat ini dipimpin Waka 2 DPRD BS Yunadi. Selain itu ada Nasdem yang dipimpin oleh Wabup BS Gusnan Mulyadi, menjabat sebagai Ketua DPD Nasdem Kabupaten BS.

Diakui politikus senior Susman Hadi, ketokohan dari Dirwan Mahmud seorang bupati dan publik figur juga akan memiliki pengaruh pada pemilu legislatif 2019 mendatang. Meskipun demikian, figur dari seorang caleg tetap menjadi faktor utama untuk menjadi parpol pemenang pada pemilu legislatif DPRD Kabupaten BS mendatang.

“Memang ada pengaruhnya juga (ketokohan pimpinan parpol), tapi itu tetap tergantung pada figur calon. Masyarakat sudah cerdas sekarang ini, figur calon lebih menentukan,” kata Susman yang kemungkinan besar kembali mencalon pada pemilu legislatif DPRD BS mendatang.

Diketuai Bupati, Golkar Pesimis Jadi Pemenang Pileg

Partai Golkar di Kabupaten Mukomuko diketuai Bupati Mukomuko, Choirul Huda, SH. Namun menariknya, pengurus partai ini sendiri pesimis, jika bisa menjadi partai pememang Pilleg 2019. Sebagaimana ditangkap dari keterangan Sekretaris DPD II Partai Golkar Mukomuko, Ahmad Dedi Azdadi, S.Ag.

Pihaknya hanya menargetkan, Partai Golkar di Mukomuko bisa meraih jumlah kursi lebih baik dari Pilleg 2014. Dari sekarang hanya ada dua kursi, diharapkan bisa mendapatkan tiga kursi di Pilleg 2019.

“Memang 2019 ini pertarungannya bertambah berat. Partai baru bertambah, partai lama makin mantap. Prinsip golar, kedepan bisa melebihi capaian di dua periode sebelumnya,” terang Dedi.

Menurut Dedi, setiap partai pasti menginginkan bisa mendapatkan kursi pimpinan DPRD. Namun melihat kondisi sekarang, sepertinya sulit dicapai. Karena Partai Golkar di Mukomuko baru usai dilakukan pembenahan. Kemudian kini sudah banyak partai-partai baru, yang itu turut menjadi saingan untuk memperoleh kursi di DPRD.

“Seluruh partai pasti mau kesitu. Tapi terus terang saja, 2019 sangat-sangat berat. Kita bicara kursi dulu, soal kursi pimpinan, itu bonus saja,” pungkas Dedi.

Kursi Ketua DPRD Mukomuko sekarang ini dipegang oleh Partai Gerindra. Armansyah, ST yang duduk di jabatan tersebut dan juga sebagai Ketua DPC Partai Gerindra optimis, kursi tersebut dapat dipertahankan oleh partainya. Bahkan ia menargetkan paling tidak, dari 25 kursi di DPRD Mukomuko, sebanyak enam kursi diraih Partai Gerindra. Karena ditargetkan kedepannya, Partai Gerindra bisa mengusung sendiri calon Bupati Mukomuko.

“Target kita enam kursi. Karena yang ingin dicapai, Partai Gerindra bisa mengusung calon kepala daerah,” kata Armansyah.

Sedangkan kursi Wakil Ketua (Waka) I DPRD Mukomuko, kini dipegang Partai Amanat Nasional (PAN). Waka I DPRD Mukomuko Eri Zulhayat, M.Hum menyampaikan, PAN Mukomuko harus bisa mendapatkan minimal empat kursi. Artinya dari tiga Dapil di Kabupaten Mukomuko, ada satu Dapil harus mendapat dua kursi.

“Tradisi biasanya tiap dapil punya perwakilan, artinya ada tiga kursi. Untuk mempertahankan kursi unsur pimpinan, setidaknya harus memiliki didalam dapil itu ada dua kursi. Itu jika mau ada kemajuan PAN di Mukomuko,” terang Eri.

Ia sendiri berencana maju untuk kursi DPRD Provinsi Bengkulu. Mengingat sudah menjabat dua periode di DPRD Mukomuko. Selain itu, Eri yang kini menjabat Wakil Sekretaris 4 DPW PAN Provinsi Bengkulu menyebut, langkahnya itu juga dalam rangka regenerasi untuk kader PAN baru bisa duduk di DPRD Mukomuko.

“Kawan-kawan di provinsi ingin kita mencalon untuk DPRD Provinsi Dapil Mukomuko. Terus memang untuk regenerasi dan paling penting, ada dukungan dari masyarakat,” demikian Eri.

Sedangkan kursi Waka II DPRD Mukomuko, dipegang oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Adalah H. Khusairi, yang juga menjabat sebagai Ketua PKB Mukomuko. (new/key/hue)

 

Nama dan Figur Ketua Parpol Provinsi Bengkulu

-Partai Golkar, Rohidin Mersyah (Plt. Gubernur Bengkulu)

-PDI-Perjuangan, Elva Hartati (Anggota DPR RI)

-Partai Gerindra, Susy Marleny Bachsin (Anggota DPR RI)

-Partai Demokrat, Edison Simbolon (Waka I DPRD Provinsi/Mantan Wakil Walikota)

-Partai Amanat Nasional, Helmi Hasan (Mantan Walikota Bengkulu)

-Partai Keadilan Sejahtera, Sujono (Anggota DPRD Provinsi)

-Partai NasDem, Dedy Ermansyah (Anggota DPRD Provinsi)

-Partai Hanura, Muslihan DS (Mantan Bupati BU/Mantan Anggota DPRD Provinsi)

-Partai Kebangkitan Bangsa, Herliardo (Mantan Anggota DPRD Provinsi)

-Partai Perindo, Dirwan Mahmud (Bupati Bengkulu Selatan)

-Partai Berkarya, Azwar Burhan (Mantan Kadis PU Provinsi Bengkulu)

-Partai Garuda, H. Buyar AR S.Ag

-Partai PBB, Mohc Inroji   (Pengusaha)

 

Nama dan Figur Ketua Parpol Kota Bengkulu

– Partai Golkar, Patriana Sosialinda (Mantan Wakil Walikota)

-PDI-Perjuangan, Mirza (Notaris/Pengusaha)

-Partai Gerindra, Asmawar Arfan (Wiraswasta)

-Partai Demokrat, Suhartono (Pengusaha)

-Partai Amanat Nasional, Mardiyanti (Ketua Komisi I DPRD Kota)

-Partai Keadilan Sejahtera, Nuharman (Mantan Anggota DPRD Kota)

-Partai NasDem, Rony Tobing (Wiraswasta)

-Partai Hanura, Sudisman (Ketua Komisi III DPRD Kota)

-Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Dedy Exwan (Anggota DPRD Kota)

-Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Iswandi Ruslan (Anggota DPRD Kota)

Total Perolehan suara partai dan caleg tahun 2014 termasuk mendapat kursi DPR RI

-Partai NasDem memperoleh 130.767 suara

-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 119.224 suara

-Partai Gerakan Indonesia Raya 108.737 suara

-Partai Amanat Nasional 92.713 suara

-Partai Golongan Karya (Golkar) 92.625 suara

-Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 81.490 suara

-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 75.776 suara

-Partai Demokrat 74.441 suara

-Partai Persatuan Pembangunan 61.768 suara

-Partai Hati Nurani Rakyat 49.668 suara

-Partai Bulan Bintang (PBB) 17.665 suara

-Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia 18.916 suara

 

Jumlah DPT  : 1.074.203

Jumlah Pemilih Gunakan Hak Pilih: 1.106. 368

*Sumber web KPU Provinsi Bengkulu

Baca Juga ...

6 Balon DPD Pastikan Mendaftar – Bang Ken Pertama, Riri Terakhir

BENGKULU– Dengan mulai dibukanya proses pendaftaran penyerahan dukungan bakal calon (balon) Anggota DPD RI oleh ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *