Home / METROPOLIS / Rentan Kisruh, PPDB Masih Gunakan Sistem Zonasi

Rentan Kisruh, PPDB Masih Gunakan Sistem Zonasi

BENGKULU – Meskipun jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih lama, yakni diperkirakan Juli mendatang, namun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu mulai melakukan sosialisasi. Acara sosialisasi PPDB digelar di Hotel Pasir Putih, kemarin (16/4).

Dalam sosialisasi itu dibahas penerimaan siswa baru masih menggunakan sistem zonasi, yakni jalur lingkungan sekolah yang terdekat berdasarkan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru. Padahal diketahui sistem ini rentan kisruh dan tahun lalu menuai banyak protes di beberapa daerah.

“Untuk SMA kan harus sistem zonasi, kalau SMK bebas. Tapi belum disepakati mengenai radiusnya. Rapat ini akan dilanjutkan sampai besok (hari ini, red) sampai ada kesepakatan,” jelas Ketua PPDB, Herles Tiana, S.Pd.

Namun mengenai zonasi ini, belum disepakati jarak atau radius tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah. Bila mengacu tahun lalu, radius zona terdekat ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kondisi di daerah tersebut. Kemudian sebesar 10 persen dari total jumlah peserta didik dibagi menjadi dua kriteria, yaitu 5 persen untuk jalur prestasi, dan 5 persen untuk peserta didik yang mengalami perpindahan domisili.

Dikatakan Herles, untuk antisipasi agar tidak ada kecurangan dalam sistem zonasi, misalnya manipulasi Kartu Keluarga (KK), pihaknya akan berkoordinasi langsung ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). “Sebenarnya kalau semua sekolah sudah menggunakan PPDB online, tidak akan ada yang bisa memanipulasi KK agar mendapatkan jatah zonasi. Tapi untuk antisipasi, karena dipastikan masih banyak sekolah yang membuka PPDB secara offline, kita akan koordinasi juga ke Dinas Dukcapil,” kata Herles.

Ditambahkan, tahun ini belum semua sekolah siap melaksanakan PPDB secara online karena banyak sekolah yang belum ada jaringan internet. “Minimal tahun ini sudah ada sekolah yang membuka pendaftaran secara online walaupun belum bisa seluruhnya,” ujar Herles.

Namun Herles belum bisa memastikan berapa sekolah yang siap membuka PPDB online. Menurut dia, banyak kelebihan dan kemudahan bila sekolah membuka PPDB secara online yakni pendaftaran tidak sesulit offline karena yang berjalan adalah sistem. Kemudian calon peserta didik tidak perlu bolak balik datang ke sekolah.

“Tapi kendalanya kalau online ini kita juga harus siap dulu, terutama harus memiliki SDM yang handal dan benar-benar mengerti mengoperasikan atau menjalankan sistem online,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 5 Kota Bengkulu, Darmawati, M.Pd mengatakan, SMAN 5 siap membuka PPDB secara online. “Kalau kita sih ikuti saja aturan dari pemerintah, harus tetap seperti tahun lalu yakni sistem zonasi. Kalau untuk proses pendaftarannya kami sebenarnya siap-siap saja kalau harus secara online,” ujarnya.

Online atau offline, kata Darmawati SMAN 5 tetap akan memprioritaskan calon siswa yang dekat dengan sekolah, terutama yang kurang mampu. Bahkan ia akan jemput bola ke rumah-rumah calon siswa di sekitar lingkungan sekolah.

“Karena tahun ini masih sistem zonasi, kami utamakan anak-anak yang dekat dengan sekolah dan yang kurang mampu. Kita jemput bola nanti. Tapi kan belum ditetapkan berapa persen zonasi dan berapa persen berdasarkan prestasi,” kata Darmawati.

Darmawati memastikan tidak ada kecurangan seperti memanipulasi kartu keluarga, sebab

Baca Juga ...

Soal UNKP SMP Mulai Didistribusikan

BENGKULU – Soal Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) tingkat SMP untuk Kabupaten Mukomuko mulai distribusikan. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *