Minggu , 21 Oktober 2018
Home / MUKOMUKO / 5.927 PUS Belum Ikut Program KB

5.927 PUS Belum Ikut Program KB

DUA ANAK: Bupati Mukomuko ajak masyarakat sukseskan program cukup dua anak.

MUKOMUKO – Pasangan suami istri di Kabupaten Mukomuko masih banyak tak mengikuti Program Keluarga Berencana (KB). Dari data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana,Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Mukomuko, masih ada sekitar 5.927 pasangan suami istri yang belum ber-KB. Mereka seluruhnya masuk kategori pasangan usia subur (PUS).

“Dari data kita, ada 34.319 PUS di Kabupaten Mukomuko. Dari jumlah itu baru 28.392 yang sudah menjadi peserta KB aktif,” kata Kepala DPPKBP3A Mukomuko Desriani, SH.

Atas kondisi itu, Mukomuko menempati peringkat keempat di Provinsi Bengkulu. Angka tersebut, lanjutnya, harus ditekan. Ini supaya semakin banyak PUS yang aktif ber-KB. Jadi Mukomuko bisa tekan angka kelahiran khususnya pasangan suami istri yang sudah memiliki dua anak.

‘’Angka pasangan suami istri yang memiliki anak lebih dari dua orang masih tinggi. Jumlah ini mau kita tekan supaya lebih dominan pasangan yang maksimal miliki dua anak,” jelas Desriani.

Desriani optimis target tersebut bisa terwujud. Karena Kabupaten Mukomuko meraih peringkat kedua se-Provinsi Bengkulu. Atas capaian tingginya peserta KB baru yakni khususnya pada peserta KB baru dengan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).

Ini dapat dilihat, sepanjang tahun 2017 jumlah aseptor baru mencapai 9.231 aseptor. Sementara target aseptor baru tahun itu hanya 521 aseptor.

“Untuk tahun 2018, Mukomuko diberikan beban pencapaian aseptor baru 39.328. Ini adalah tantangan bersama PLKB untuk mewujudkannya di Kabupaten Mukomuko,” jelasnya.

Desriani menambahkan bagi masyarakat yang mau mendapat pelayanan KB, dijamin gratis. Terutama bagi warga yang kurang mampu. Kalau sampai ada pungutan supaya diminta melapor ke DPPKBP3A Mukomuko.

‘’Pemerintah tidak pungut bayaran untuk pemakaian alat kontrasepsi. Semuanya tersedia di fasilitas kesehatan, obat-obatannya gratis. Jika ada penarikan, ya silahkan lapor ke dinas,” demikian Desriani.(hue)

Baca Juga ...

Lokasi Tes CPNS Dirancang di MM

MUKOMUKO –Sebelumnya panitia tes CPNS Mukomuko rancang computer assisted test (CAT) seleksi kompetensi dasar (SKD) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.