Minggu , 21 Oktober 2018
Home / MUKOMUKO / Harga TBS Turun

Harga TBS Turun

MUKOMUKO –Petani sawit di Kabupaten Mukomuko mengeluh. Pasalnya, sejak sepekan terakhir ini harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ditingkat pabrik terus turun.

Seperti kemarin (20/4), harga TBS kembali turun hingga Rp 1.300 perkilogram. Pada sebelumnya diangka Rp 1.500 perkilogram. Artinya telah terjadi penurunan hingga Rp 200 perkilogram.

Data yang diperoleh tertinggi harga TBS hanya Rp 1.460 perkilogram. Itu hanya di PT Bumi Mentari Karya (BMK). Sedangkan di perusahaan lain, harganya jauh dibawah Rp 1.400 perkilogram.

Seperti di PT Sapta harga TBS hanya Rp 1.300 kilogram. Sedangkan di PT KSM, PT MIL, PT SSS, PT KAS dan PT DDP hanya Rp 1.350 perkilogram. Sedangkan yang lain PT AMK Rp 1.355 perkilogram dan PT SAP Rp 1.370 perkilogram.

Padahal tiga yang lalu, harga masih terbilang lumayan. Misal, PT Sapta Rp 1.400 perkilogram, PT SSS Rp 1.380 perkilogram. Lalu PT AMK Rp 1.375 perkilogram, PT SAP Rp 1.390 perkilogram, PT DDP Rp 1.400 perkilogram, dan PT BMK Rp 1.490 perkilogram. Dan PT KSM, PT MIL serta PT KAS sebesar Rp 1.370 perkilogram.

Diungkapkan Kabid Perkebunan Dinas Pertanian (Distan) Mukomuko, Budi Yanto, pihaknya belum dapat mengetahui penyebab anjloknya harga TBS di tingkat pabrik. Namun dari informasi yang ia dapatkan di lapangan, penyebab utamanya karena harga minyak dunia murah.

‘’Kalau informasi yang kami terima, memang penyebabnya minyak dunia turun. Tapi yang lebih riilnya saya tidak tahu,” sebutnya.

Dia juga tak mengetahui secara pasti kapan harga sawit kembali normal seperti biasa. Karena untuk harga sawit di Kabupaten Mukomuko, selama ini tidak bisa dijadikan pedoman tetap.

Bisa saja sekarang harganya murah, dan bisa saja besok atau lusa, harga sawit kembali merangkak naik meskipun tidak banyak.

‘’Sejak dulu begitu. Jika harga murah pihak perusahaan tidak memberitahukan ke petani. Begitu juga jika harga sawit mahal, tidak ada pemberitahuan. Paling yang tahu toke atau tengkulaknya,” jelas Budi.

Selain harga sawit turun, harga penjualan karet sejak seminggu terakhir juga turun Rp 500 perkilogram. Untuk harga karet di Kecamatan Air Rami kini antara Rp 6.700 – Rp 7.000 perkilogram.

Lalu Kecamatan Penarik antara Rp 6.800–7.000 perkilo. Kecamatan Teras Terunjam dan di Selagan Raya Rp 6.000 perkilo, dan kecamatan V Koto antara Rp 6.500 – 7.000 perkilonya.

“Harga karet sebelumnya Rp 7.500–Rp 8.000 perkilonya. Itu tergantung dari kualitas getah karet itu sendiri. Meski kualitas karet bagus tanpa ada campuran tatal, tapi sekarang memang harganya murah,” ujar Budi.(hue)

Baca Juga ...

Lokasi Tes CPNS Dirancang di MM

MUKOMUKO –Sebelumnya panitia tes CPNS Mukomuko rancang computer assisted test (CAT) seleksi kompetensi dasar (SKD) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.