Home / MUKOMUKO / 40.810 Kelapa Sawit Eks PT. DDP Ditebang

40.810 Kelapa Sawit Eks PT. DDP Ditebang

DITEBANG: Penebangan tanaman kelapa sawit oleh petugas KPH Unit Mukomuko di lahan HPT Eks Kebun PT. DDP, kemarin (15/5).

PONDOK SUGUH – Tak kunjung tuntasnya persoalan pengelolaan kebun kelapa sawit eks PT. Daria Dharma Pratama (DDP) di areal Hutan Produksi Terbatas (HPT) dengan masyarakat di Kecamatan Pondok Suguh membuat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu bertindak tegas. Tim mengambil sikap, sekitar 40.810 batang tanaman kelapa sawit di areal HPT itu ditumbangkan tanpa bersisa.

Penebangan perdana dilakukan kemarin (15/5) dengan menerjunkan 10 penebang menggunakan mesin. Sebagian adalah petugas Kantor Pengelola Hutan (KPH) Unit Mukomuko. Beruntung, aksi tersebut tidak menimbulkan gejolak dari masyarakat yang selama ini dapat keuntungan dari areal perkebunan kelapa sawit tersebut.

Kepala KPH Unit Mukomuko, Ir. Bakhdal menerangkan tahap pertama ini ditargetkan 500 batang tanaman kelapa sawit ditebang. Masih ada puluhan ribu tanaman kepala sawit, mengingat areal HPT yang sempat dijadikan kebun oleh PT. DDP beberapa tahun silam, seluas 371 hektare. “Setelah dipertimbangkan, berikut juga soal biayanya. Penebangan dilakukan bertahap. Ditarget tahap pertama ini 500 batang,” kata Bakhdal.

Penebangan 500 batang tanaman kelapa sawit yang sudah menghasilkan TBS itu, tuntas dalam dua hingga tiga hari ke depan. Setelah itu, dia akan menyusun rencana baru untuk penebangan berikutnya. “Kita juga akan minta bantuan PT. DDP untuk memusnahkan tanaman kelapa sawit. Karena sebelumnya mereka yang tanam. Kita sudah koordinasi dengan manajemen PT. DDP,” lanjut Bakhdal.

Opsi penebangan dipilih, setelah dia tidak menemukan payung hukum yang kuat untuk tanaman kelapa sawit itu dipertahankan. Sekarang ini, tanaman yang ditebang, khusus berbatasan dengan lahan warga. Areal yang ada badan jalannya, termasuk di kawasan yang ada bekas pondok. Ini sengaja dipilih, sebagai pemberitahuan ke masyarakat, tidak boleh menanam kepala sawit di HPT.

“Masyarakat mengaku itu HPT dan tidak ada masalah itu ditebang. Kita minta mereka mendukung dan semua desa sudah sepakat. Untuk rencana setelah ditebang, yang pasti akan kita upayakan pengembalian fungsi ekosistem hutan,” demikian Bakhdal.(hue)

 

Baca Juga ...

Sakit, 6 Orgil Dikirim Ke RSJ Bengkulu Dinsos Mukomuko Surati Dinsos Tegal

MUKOMUKO –Satu persatu, orang gila (Orgil) yang ada di Kabupaten Mukomuko harus dilarikan ke Rumah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *