Home / BERITA UTAMA / Dirwan Puasa di KPK – Suap Diterima Istri Muda

Dirwan Puasa di KPK – Suap Diterima Istri Muda

DIAMANKAN: Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud tiba di Mapolda Bengkulu tadi malam usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

KOTA MANNA – Bupati BS Dirwan Mahmud, SH bakal menjalani ibadah puasa Ramadan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT), Selasa (15/5) menjelang Magrib. Mirisnya, OTT ini tak lama dari kunjungan KPK pada acara launching e-Planing dan e-Perizinan, serta audiensi pencegahan pemberantasan korupsi di Kantor Bupati BS .

Data terhimpun, Bupati Dirwan dibawa ke Polda Bengkulu sekitar pukul 19.10 WIB usai penggeledahan di lokasi OTT kediaman pribadi bupati di Jalan Gerak Alam Kelurahan Kota Medan Kecamatan Kota Manna. Bupati terjaring OTT karena dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab BS. Bersama bupati ikut serta dibawa istri muda bupati Heni Dirwan, juga kerabat bupati perempuan Nursilawati pejabat di Dinas Kesehatan (Dinkes), dan seorang pria lagi Juhari Sunil alias Jukak diduga selaku kontraktor.

Kronologisnya, kedatangan Jukak ke kediaman pribadi bupati sekitar pukul 17.00 WIB. Diduga kedatangan Jukak ke kediaman pribadi bupati bersama isterinya Heni untuk menyerahkan uang “fee” Rp 100 juta. Uang tersebut diduga sebagai uang pelicin untuk proyek di Dinkes Kabupaten BS. Meskipun informasi lain yang beredar, masih terkait perizinan perkebunan di Kecamatan Pino Raya.

DIAMANKAN: Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud tiba di Mapolda Bengkulu tadi malam usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

Informasi yang digali, uang diserahkan kepada Heni Dirwan bersama Nursilawati. Belum dipastikan, apakah Dirwan ikut menyaksikan. Yang jelas, Ketua Partai Perindo Provinsi Bengkulu tersebut berada di dalam rumah.

Tak lama usai transaksi menjelang Magrib sekitar pukul 18.00 WIB, Jukak meninggalkan rumah Dirwan. Baru keluar dari gerbang pagar ia langsung dicegat KPK penyidik KPK dan dibawa kembali ke dalam rumah Dirwan. Dari sana KPK menyita Rp 100 juta. Pantauan RB, saat penggeledahan wartawan dilarang masuk ke kediaman pribadi. Pintu pagar ditutup rapat oleh Sat Pol PP saat mengetahui kedatangan RB. Bahkan satpol sempat menyuruh wartawan untuk menjauh dari lokasi. Setelah menunggu di luar pagar, pintu mulai dibuka terlihat beberapa polisi berpakaian seragam dan petugas menggunakan pakaian preman menyiapkan mobil. Ada 3 mobil berwarna hitam keluar dari rumah disusul mobil CRV, dan salah satunya diperkirakan membawa bupati menuju Polda Bengkulu.

Kapolres BS AKBP Rudy Purnomo, S.IK, MH saat dikonfirmasi OTT oleh KPK di Kabupaten BS, Selasa malam (15/5) membenarkan hal itu. Bupati diamankan oleh KPK, dan informasi diterimanya bupati di bawa ke Mapolda Bengkulu oleh KPK usai penggeledahan dikediaman pribadi bupati. “Iya benar dibawa KPK, infonya ke Polda. Alasan dibawa kita juga belum tahu,” kata kapolres singkat.

Sementara itu Kepala Dinkes BS M Redhwan Arif membenarkan bahwa Nursilawati adalah Kasi di Dinkes BS. Namun menurut Redhwan keberadaan Nursida Wati saat itu tidak ada kaitannya dengan proyek di Dinkes. Versinya, meskipun menjabat sebagai kasi namun tidak ada proyek fisik pada kegiatan Nursilawati. Kegiatan Nursilawati hanya berupa program berkaitan dengan kesehatan keluarga dan perbaikan gizi.

“Tidak ada kaitannya dengan proyek di dinkes. Dinkes hanya tempat kerjanya saja,” tegas Redhwan.

Informasi lainnya, Dirwan dan istri hari ini akan dibawa ke gedung KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Artinya, menjalani puasa pertama di sana. KPK membenarkan penangkapan tersebut. “Diamankan uang sekitar 100-jutaan. Empat orang sudah diamankan bersama tim. Ada kepala daerah/bupati, keluarga Bupati, PNS dan pihak swasta yang diamankan,” ungkap Jubir KPK Febri Diansyah.

Menurutnya, ada tim penindakan di lapangan yang sedang jalan beberapa hari ini.
“Tadi saya dapat konfirmasi, sudah diamankan beberapa orang di daerah Bengkulu, termasuk kepala daerah dan swasta. Kami lakukan kroscek informasi dr masyarakat. Diduga transaksi sudah terjadi. Sejumlah uang diamankan tim dan sedang dalam proses perhitungan. Sedang didalami juga keterkaitan dengan proyek di daerah tersebut. Informasi lebih lanjut akan disampaikan menyusul. Tim sedang bekerja,” demikian Febri.

Berkaca dari peristiwa yang menyangkut kepala daerah, biasanya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menunjuk wakil bupati sebagai Pelaksana tugas bupati. Setelah KPK melakukan penahanan secara resmi. Namun Juru bicara Kemendagri, Arief M. Edie belum berkomentar banyak. “Kita masih akan berkordinasi dengan KPK,” kata Arief tadi malam. (key/tew)

Baca Juga ...

SMPN 1 Kota Bengkulu Mendominasi

BENGKULU – Hasil ujian nasional (Unas) tingkat SMP/MTs tahun ini membuat sumringah Kepala SMPN 1 ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *