Home / METROPOLIS / Kemenag Warning Panitia Suluk

Kemenag Warning Panitia Suluk

BENGKULU – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu mewarning panitia suluk untuk bisa memperhatikan kesehatan para jemaahnya. Baik itu kesiapan tim medis di lokasi suluk dan makanan yang sehat dan berimbang untuk selalu diberikan pada jemaah suluk.

Jangan sampai nantinya ada jemaah yang akhirnya sakit bahkan meninggal dunia saat mengikuti prosesi suluk tersebut. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Bustasar, M.Pd. “Bukan hanya makanan dan kesehatan. Faktor waktu juga harus diperhatikan,” kata Bustasar.

Suluk merupakan salah satu media atau cara umat untuk mendekatkan diri pada sang pencipta. Kegiatan Suluk ini tidak bisa dilarang karena tidak melanggar ajaran Islam. Dia berharap panitia Suluk untuk bisa mengatur jadwal ibadah jemaahnya. Semisalnya, dalam prosesi pembersihan diri melalui mandi jangan dilakukan tengah malam. Sebab akan berpengaruh pada kesehatan peserta.

“Ya diatur sedemikian rupa lah jangan sampai nanti sakit,” terangnya. Panitia juga harus memperhatikan waktu ibadah dan istirahat seberimbang mungkin. Begitu juga dengan pasokan gizi atau makan bagi jemaah suluk juga harus diberikan sebaik mungkin. Sehingga nantinya jemaah bisa melewati prosesi Suluk dengan baik. “Faktor ini harus diperhatikan. Jangan sampai timbul korban masyarakat kita yang tengah mengikuti Suluk,” ujarnya.

Suluk ada di Kota Bengkulu, Curup dan Mukomuko. Ada juga di beberapa wilayah lain.  Kegiatan Suluk ini dilakukan setiap Ramadhan dimana jemaahnya akan memperbanyak ibadah dan dzikir pada sang pencipta. “Atur waktu sebaik mungkin,” terangnya.

Kemarin usai Maghrib RB berkunjung ke salah satu lokasi Suluk di Kelurahan Bajak tepatnya di samping makan Sentot Ali Basa. Di sana kegiatan Suluk belum berlangsung. Masjid atau rumah yang bisa digunakan oleh jemaah Suluk beribadah masih sepi. Salah seorang warga yang tak jauh tinggal di lokasi Suluk itu mengatakan belum ada terlihat aktivitas jemaah suluk di sana. “Kalau ada sudah terdengar pengajian atau aktivitasnya. Ini sama sekali belum ada,” terang warga itu.(del)

Baca Juga ...

Anggaran Habis, Kajian Dishub Kurang Matang

BENGKULU – Padamnya sejumlah lampu penerangan jalan di dalam Kota Bengkulu, sampai saat ini belum ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.