Home / METROPOLIS / Pemprov Pastikan Ambil Alih Pantai Panjang

Pemprov Pastikan Ambil Alih Pantai Panjang

BENGKULU – Plt Gubernur Bengkulu Dr. Drh. H. Rohidin Mersyah, M.MA tidak menampik bahwa Pemprov Bengkulu akan ambil alih pengelolaan kawasan Pantai Panjang, yang selama ini dikelola oleh Pemkot Bengkulu. Ini berdasarkan surat permohonan dari Penjabat Walikota Budiman Ismaun, MPd perihal penarikan Hak Pengelolaan (HPL) kepada BPN.

Namun pengambil alihan pengelolaan Pantai Panjang itu dilakukan bukan terkait retribusi PAD melainkan niat dari pemprov untuk mengurus statusnya yang selama ini masih menggantung. Ini dijelaskan langsung oleh Rohidin saat diwawancarai RB kemarin (15/5).

“Kita (pemprov) itu mau urus statusnya yang selama ini menggantung. Makanya kenapa BIM itu (sekarang BenMall, red) tidak bisa dikembangkan. Karena sejak tahun 2018 perubahan status dari cagar alam (CA) menjadi taman wisata alam (TWA) sertifikatnya tidak selesai-selesai di BPN. Makanya perlu dicarikan solusi,” jelas Rohidin.

Sebagai contoh lainnya, kata Rohidin seperti lokasi taman remaja yang juga sudah lama terbengkalai. “Taman remaja itu sudah lama terbengkalai. Kita mau usulkan agar dijadikan kebun Raya ke LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan Kementerian LHK, makanya status pengusulannya pemprov, bukan pemkot,” ujar Rohidin.

 

Ia menegaskan pengambilan alih pantai panjang bukan karena pemprov ingin mengambil potensi dari retribusi PAD yang ada di sana. “Jadi bukan soal retribusi PAD ya, tapi karena ada urusan prinsip yang harus kita selesaikan. Soal sumber PAD yang dibangun dan dibawah kewenangan pemkot tetap milik pemkot. Untuk lebih jelasnya tanya ke Asisten 1,” kata Rohidin.

Penjelasan Rohidin sesuai dengan apa yang diharapkan oleh para tokoh adat dan tokoh masyarakat saat melakukan pertemuan di gedung daerah beberapa waktu lalu. Dimana mereka mendesak Plt Gubernur untuk melakukan perbaikan-perbaikan infrastruktur, aset dan wisata.

Seperti dikatakan Ketua BMA Bengkulu Drs. H. S.Effendi, MS yang meminta agar Plt Gubernur Bengkulu lebih mengoptimalkan aset-aset daerah yang ada sepeti salah satunya pantai panjang. “Tidak perlu saling lempar dan tarik menarik antara kota dengan provinsi. Bila perlu provinsi yang akan membangunnya dan biarkan kota yang mengelola dan memanfaatkan,” kata Effendi.

Sementara itu, Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Drs. Hamka Sabri saat dihubungi via handpohone belum bisa memberikan banyak keterangan. Namun intinya beliau juga membenarkan bahwa pemprov akan mulai berbenah terkait pantai panjang. “Saya lagi di Jogja ada acara mewakili pak Plt Gubernur. Nantilah saya jelaskan semua dari sejarahnya biar lebih jelas,” ujarnya singkat.(tew)

Baca Juga ...

Anggaran Habis, Kajian Dishub Kurang Matang

BENGKULU – Padamnya sejumlah lampu penerangan jalan di dalam Kota Bengkulu, sampai saat ini belum ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.