Home / METROPOLIS / Perusahaan Pengguna Air Tanah Mulai Disuvey

Perusahaan Pengguna Air Tanah Mulai Disuvey

BAHAS RAPERDA: Dinas ESDM Provinsi Bengkulu menggelar acara konsultasi publik tentang raperda pengelolaan air tanah.

BENGKULU – Diperkirakan Juli mendatang rancangan peraturan daerah (raperda) tentang Pengelolaan Air Tanah sudah disahkan menjadi peraturan daerah (perda). Setelah disahkan nanti, seluruh pengusaha perusahaan air tanah di Provinsi Bengkulu diwajibkan untuk mengurus izin pengelolaan atau penggunaan air tanah.

Sembari menunggu disahkannya raperda tersebut, saat ini Dinas ESDM Provinsi Bengkulu mulai melakukan pemetaan zona konservasi, dengan cara melakukan survey terhadap seluruh perusahaan. Bila ada perusahaan yang “rawan” menggunakan air tanah secara berlebihan, maka tidak akan diberikan izin sehingga perusahaan tersebut bisa ditutup.

Rencana pemetaan zona konservasi ini berdasarkan saran dan masukan dari beberapa OPD yang mengikuti rapat konsultasi publik raperda tentang air tanah yang digelar oleh Dinas ESDM di ruang rapat Rafflesia Pemprov Bengkulu, kemarin (15/5).

 

Kabid Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Provinsi Bengkulu Ferry Erwansyah, ST menjelaskan bahwa salah satu saran dan masukan yang langsung ditindaklanjuti adalah soal konservasi. “Soal konservasi ini, memang perlu dilakukan pemetaan zona konservasi. Yang mana perusahaan yang rawan tidak boleh diberikan izin. Kalau sudah punya izin akan dicabut,” tegas Ferry.

Saran lain yang ditampung seperti mempermudah pengurusan izin air tanah, beberapa pasal tambahan dalam raperda dan lainnya. “Kalau raperda ini sudah disahkan nanti artinya perusahan itu harus sesegera mungkin mengurus izin. Target perda ketuk palu bulan Juli. Jadi siap-siap mulai kini,” ujar Ferry.

Ketua panitia penyelenggara acara konsultasi publik, Ramlan S, ST mengatakan acara tersebut bertujuan agar tersusunnya Raperda Tentang Pengelolaan Air Tanah, mewujudkan pengelolaan air tanah sesuai norma dan standar pelayanan yang berkelanjutan dan berkesinambungan untuk kesejahteraan masyarakat Bengkulu.

“Sasarannya yakni untuk pelaku usaha yang memanfaatkan air tanah baik instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat, termasuk perhotelan, perkebunan, air minum dalam kemasan, perbengkelan, perbelanjaan, kolam renang yang menggunakan air tanah dan lainnya,” demikian Ramlan.(tew)

Baca Juga ...

Anggaran Habis, Kajian Dishub Kurang Matang

BENGKULU – Padamnya sejumlah lampu penerangan jalan di dalam Kota Bengkulu, sampai saat ini belum ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.