Home / METROPOLIS / Warga Boleh Tangkap Pembuang Sampah di Jalan

Warga Boleh Tangkap Pembuang Sampah di Jalan

MENUMPUK: Akibat belum tersedianya kotak sampah, membuat warga membuang sampah sembarangan di di Jalan Citandui Kelurahan Selebar.

BENGKULU – Menjelang bulan Ramadan, sampah di sepanjang Jalan Citandui Kelurahan Selebar Kecamatan Kampung Melayu semakin banyak dan menumpuk. Kini sampah yang rata-rata dibuang dengan sengaja oleh pengendara motor dan mobil yang melintas di jalan dua jalur itu sudah mengeluarkan aroma tak sedap dan sangat mengganggu masyarakat sekitar.

Dewi (58), warga sekitar yang rumahnya hanya berjarak sekitar 20 meter dari tumpukan sampah menuturkan bahwa sudah lama petugas kebersihan tidak pernah datang lagi untuk mengangkut sampah-sampah itu. Sebenarnya, lokasi di pinggir jalan itu bukanlah tempat tembuangan sampah (TPS) namun selama ini dijadikan TPS liar oleh warga dan pengendara.

“Kalau sekadar sampah kering seperti plastik atau dedaunan tidak begitu masalah. Ini sampahnya bangkai binatang, sampah bulu ayam dan sampah rumah tangga yang lama-lama berbau busuk. Sangat menyengat. Kalau sudah menumpuk begini bagaimana kami mau membuangnya,” keluh Dewi.

Berdasarkan pengakuan Dewi, sering ia melihat pengendara motor atau mobil yang sengaja melemparkan buntalan sampai dalam kantong asoi atau karung ke pinggir jalan itu sehingga lama-lama menumpuk.

Terkait hal ini, Kabid Kebersihan Kota dan Pengolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu, Rusman mengatakan, masyarakat boleh menangkap orang yang kedapatan membuang sampah di sepanjang jalan Citandui itu.

“Warga sekitar boleh menangkap dan memberikan teguran keras. Tapi sulit untuk kita proses karena Penyidik PNS di dinas DLH tidak ada sama sekali. Sedangkan di Satpol PP juga sangat minim. Paling diamankan saja dan disuruh busat surat pernyataan di atas kertas,” ujar Rusman.

Diakui Rusman masalah TPS liar di jalan Citandui itu memang sudah lama dikeluhkan oleh warga dan pihaknya sudah pernah membuat papan imbauan namun tidak lama terpasang sudah hilang.

“Perlu juga partisipasi masyarakat misalnya gotong royong setiap 2 minggu sekali. Kapan masyarakat siap gotong royong nanti kita siap bantu dari segi armada. Kalau ada yang buang sampah di sana, masyarakat itu sendiri yang mengejar dan menegur. Sebenarnya secara rutin kita sudah melakukan pengangkutan sampah di sana. Karena volume sampahnya semakin banyak, jadi tidak tertangani karena sudah menjadi seperti TPS liar,” jelas Rusman.(tew)

Baca Juga ...

Anggaran Habis, Kajian Dishub Kurang Matang

BENGKULU – Padamnya sejumlah lampu penerangan jalan di dalam Kota Bengkulu, sampai saat ini belum ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.