Home / BERITA UTAMA / Kinerja Pemprov Berpotensi Lebih Anjlok

Kinerja Pemprov Berpotensi Lebih Anjlok

PAPARAN : Kasubid Evaluasi Kinerja Direktorat Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Ditjen Otda, Amril Rahim AP, S.Sos, M.Si memberikan pemaparan terkait pra laporan LPPD kepada seluruh kepala OPD.

BENGKULU – Sebagaimana telah diketahui bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu menduduki peringkat ke 32 dari 34 provinsi se-Indonesia terkait kinerja penyelenggaraan pemerintahan tahun 2016 yang dirillis Kemendagri baru-baru ini. Kemarin (16/5) seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov dikumpulkan untuk mendengarkan arahan dari Ditjen Otda Kemendagri.

Kehadiran Ditjen Otda Kemendagri ini juga dalam acara asistensi pra-penyusunan LPPD Provinsi Bengkulu tahun 2018 yang digelar di Gedung Pola Provinsi. Narasumber yang memberikan pemaparan yakni Kasubid Evaluasi Kinerja Direktorat Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Ditjen Otda, Amril Rahim AP, S.Sos, M.Si.

Ia menyebutkan bahwa kinerja penyelenggaraan Pemprov Bengkulu tahun 2017 berpotensi lebih anjlok lagi dibanding tahun 2016. “Kalau kita bandingkan LPPD 2016 dengan LPPD 2017, nampaknya LPPD tahun 2017 agak anjlok ni, makanya kita akan memberikan pembinaan. Tapi data yang disampaikan oleh OPD itu kan belum maksimal. Mudah-mudahan dengan kehadiran kami ini bisa terbantukan,” ujar Amril.

Salah satu upaya yang harus dilakukan oleh OPD agar hasil penilaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan tahun 2017 tidak begitu anjlok yakni melengkapi semua kekurangan-kekurangan. Salah satunya seperti misalnya penghargaan-penghargaan yang belum diambil. “Mungkin masih banyak yang harus diambil, seperti penghargaan-penghargaan,” kata Amril.

Dalam kesempatan itu, Amril juga menyampaikan bahwa rencananya Kemendagri akan memberikan reward kepada Pemerintah Provinsi yang masuk peringkat 3 besar dan kepada pemerintah kabupaten/kota yang masuk 10 besar se-Indonesia.

“Bagi Pemerintah Provinsi yang yang masuk peringkat 3 besar rencananya akan kita berikan reward berupa satya lencana dan dana insentif untuk daerah yang nilaiannya puluhan miliar. Juga kepada pemerintah kabupaten/kota yang masuk 10 besar,” sampainya.

Soal pemberian reward ini, kata Amril sudah dibicarakan dengan Kementerian Keuangan. “Mudah-mudahan untuk LPPD tahun 2018 ini sudah bisa terealisasi untuk insentifnya (reward) untuk pembinaan kepada daerah sebagai pemicu untuk memberikan semangat supaya pemda itu berkinerja lebih baik lagi,” jelas Amril.

Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Drs. Hamka Sabri saat diwawancarai di lokasi acara optimis LPPD tahun 2017 bisa naik peringkat. Targetnya minimal 15 besar. Kita berupaya supaya masuk 15 besar, tapi mudah-mudahan bisa masuk 10 besar,” ujarnya.

Dikatakan Hamka, acara pra penyusunan LPPD tahun 2018 itu sengaja dikumpulkan seluruh OPD untuk melihat dan mengevaluasi kinerja tahun 2016. “Dimana letak kekurangannya sehingga kita mendapat peringkat ke-32 itu. Dari kelemahan-kelemahan 2016, seluruh OPD akan memperbaiki kelemahan itu sehingga LPPD 2017 kita berharap lebih sempurna lagi,” ujar Hamka sembari mengatakan bahwa tim dari Kemendagri akan turun mulai Agustus untuk penilaian 2017.(tew)

Baca Juga ...

SMPN 1 Kota Bengkulu Mendominasi

BENGKULU – Hasil ujian nasional (Unas) tingkat SMP/MTs tahun ini membuat sumringah Kepala SMPN 1 ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *