Minggu , 21 Oktober 2018
Home / BENGKULU SELATAN / Petani Air Tenam, Tewas Ditusuk Dipondok Kebun

Petani Air Tenam, Tewas Ditusuk Dipondok Kebun

DIVISIUM: Korban tewas dibawa ke RSHD Manna untuk divisum, Kamis (17/5).

KOTA MANNA – Hari pertama bulan suci Ramadhan diwarnai dengan kabar tewasnya petani di perbatasan Manna-Pagar alam, tepatnya di perkebunan Desa Air Tenam Kecamatan Ulu Manna. Petani diketahui bernama Wasar (50) warga Desa asal Kembang Seri Kecamatan Pino Raya tewas ditangan ES (23) warga Kecamatan Pino. Pelaku tidak lama menyerahkan diri ke polisi.

Kapolres BS AKBP. Rudy Purnomo, S.IK melalui Kapolsek Pino Raya Iptu. Syafik membenarkan adanya terduga pelaku pembunuhan dengan korban Wasar petani yang berkebun di Desa Air Tenam menyerahkan diri ke Mapolsek Pino Raya tidak lama usai menusuk korban, Rabu malam (16/5) sekitar pukul 19.30 WIB. “Pelaku diantar dengan keluarganya menyerahkan diri ke Polsek Pino, mengakui sudah membunuh korban,” kata Kapolsek.

Menindaklanjuti itu, anggota Polsek Pino Raya dipimpin langsung Kapolsek langsung menuju lokasi kejadian, Kamis (17/5) pagi. Dari Desa Air Tenam, polisi harus menempuh perjalanan kaki sekitar 2,5 jam menuju pondok kebun milik korban yang saat ditinggalkan terduga sudah tidak sadarkan diri.

Dibantu masyarakat, anggota Polsek lalu mengevakuasi jenazah korban. Membawa korban menggunakan kantong mayat dengan menempuh perjalanan kaki sekitar 2,5 jam menuju desa. Sekitar pukul 13.30 WIB, korban tiba di Rumah Sakit Umum Daerah Hasanuddin Damrah (RSHD) Manna untuk divisum. “Terduga pelaku sudah kita serahkan ke Sat Reskrim Polres BS untuk diproses sesuai hukum. Mengenai motifnya masih kita dalami, sementara karena dendam,” kata Kapolsek.

Data terhimpun, terduga pelaku maupun korban memiliki kebun yang jaraknnya cukup dekat di Desa Air Tenam. Diperkirakan keduanya pernah bertikai sehingga menimbulkan dendam. Rabu malam (16/5) dilokasi kejadian pondok kebun milik korban, diduga keduanya kembali terlibat pertengkaran hingga berujung penikaman terhadap korban di bagian dada menggunakan pisau. Senjata digunakan ES juga masih menempel.

ES lalu meninggalkan korban di pondok kebunnya pulang ke rumah saudaranya di Desa Talang Tinggi. Lalu menelepon orangtuanya dan memberitahu bahwa dirinya sudah membunuh korban. Orangtuanya langsung menjemput ES dan mengajaknya pulang ke rumah. Setelah luka kaki ES diobati, dengan diantar orangtuanya ES lalu menyerahkan ke Polsek Pino Raya. “Kita temukan korban sudah tidak bernyawa. Untuk barang bukti lainnya juga sudah kita serahkan ke Reskrim,” terang Kapolsek.

Kepala Desa Kembang Seri Kecamatan Pino Raya, Sarno Admi, kaget saat mendapat kabar bahwa warga Kembang Seri yang berkebun di Desa Air Tenam meninggal ditikam sajam. Bersama keluarga korban lainnya kades langsung mendatangi RSHD Manna setelah mendapat kabar dari polisi. Kedatangan mereka untuk memastikan korban memang benar adalah Wasar warganya. “Dia (korban) memang berkebun di Desa Air Tenam, sendiri. Kami berharap pelaku bisa dihukum setimpal,” pungkasnya.(key)

Baca Juga ...

Ditargetkan Akhir Oktober Disepakati

KOTA MANNA – Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUAPPS) APBD 2019 ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.