Rabu , 26 September 2018
Home / BENGKULU SELATAN / Batas Desa Belum Jelas Jadi Konflik

Batas Desa Belum Jelas Jadi Konflik

BATAS DESA: Asisten I Yunizar bersama kades saat mengecek batas desa.

KOTA MANNA – Permasalahan batas desa di Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) belum juga tuntas. Belum jelasnya titik koordinat batas desa membuat masyarakat saling klaim batas desa. Seperti terjadi di Kecamatan Seginim. Untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan Pemkab BS menggelar pertemuan dengan kades.

Dikatakan Asisten I Setdakab BS, Yunizar Hasan, SH, MP, keberadaan peta desa dengan titik koordinat yang belum jelas bisa menjadi pemicu konflik antar desa. Seperti terjadi di Kecamatan Seginim, yakni di Desa Banding Agung dengan Desa Muara Payang, Desa Padang Siring dengan Desa Pajar Bulan, Desa Tanjung Menang dengan Desa Kota Bumi Baru. Lalu Desa Padang Lebar dengan Desa Dusun Baru.

Untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan, Pemkab BS lalu mengumpulkan para kades untuk dikonfirmasi secara langsung dalam pertemuan digelar di Kantor Bupati BS, Kamis (24/5). “Kita cari awal permasalahannya, lalu dicari solusi bersama sehingga permasalahan batas desa ini bisa segera tuntas,” ujar Yunizar.

Kepala Desa Muara Payang, Mubin, menerangkan munculnya permasalahan batas desa antara Desa Muara Payang dengan Desa Banding Agung karena Desa Banding Agung bangun embung di lahan Desa Muara Payang.

Tapi saat dirinya meminta klarifikasi langsung dengan kepala desa Banding Agung, mengklaim bahwa lahan lokasi pembangunan embung berada di Desa Banding Agung. Sementara menurut Mubin berdasarkan peta desa miliknya, dan cerita turun temurun, lokasi tersebut berada di Desa Muara Payang. “ Kami juga tidak mau masalah batas desa ini menjadi pemicu konflik antar desa, karena itu kami berharap Pemkab bisa mencarikan solusi terbaik,” kata Mubin.

Sebaliknya, Kepala Desa Banding  Agung Mikrun juga mengklaim bahwa lahan pembangunan embung masuk Desa Banding Agung. Namun keberadaan embung tersebut juga diperuntukan untuk mengairi lahan sawah warga Desa Muara Payang, dan desa lainnya di hilir embung. “Lokasi embung itu masuk Desa Banding Agung. Kami juga berharap Pemkab memberi solusi terbaik,” tukasnya.(key)

Baca Juga ...

Duit Rp 10 Juta Raib

PINO RAYA – Sial dialami warga Desa Pasar Pino Kecamatan Pino Raya Nadiarti (48). Uang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.