Home / BERITA UTAMA / Babak Penentuan Pilwakot

Babak Penentuan Pilwakot

Ilustras :Debat pilwakot

BENGKULU – Debat kandidat Pilwakot ketiga pada 27 Juni mendatang dinilai menjadi babak penentuan bagi kandidat untuk mendapatkan dukungan pemilih Pengamat Politik Bengkulu, Drs. Lamhir Syamsinaga, M.Si mengatakan,  debat kandidat pamungkas tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya para kandidat untuk menyampaikan program dan visi misi yang mereka buat.

“Karena dalam debat ketiga ini juga bagian dari penentuan. Masyarakat nanti akan melihat kejelasan dari program yang mereka sampaikan bukan sekedar hanya program yang dituliskan diatas kertas saja,” kata Lamhir.

Informasi yang diperoleh RB, Calon Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE akan menghadiri debat kandidat terakhir tersebut. Adapun empat kandidat akan adu program yakni, David Suardi-Bakhsir, Erna Sari Dewi- Ahmad Zarkasi, Helmi-Dedy Wahyudi dan Patriana Sosialinda-Mirza.

Anggota KPU Kota Bengkulu M. Alim mengungkapkan, debat kandidat Pilwakot ketiga akan digelar pada 21 Juni mendatang. Mengusung tema pemberantasan korupsi, narkoba, tenaga kerja, pendidikan, teknologi, informasi, lingkungan hidup, disabilitas, dan pernanan perempuan.

“Jika tidak ada halangan untuk debat ketiga atau terakhir nanti moderatornya memang dari kalangan luar professional. Dan saat ini KPU beserta tim EO sedang mempersiapkan semuanya. Karena debat ini sendiri dilaksanakan usai lebaran nanti,” ungkap Alim.

Selain itu menurut Alim, dalam pelaksanaan debat ketiga ini silakan masing-masing paslon nantinya menyampaikan visi dan misi serta program kerjanya secara baik. Dengan mengedepankan norma adat, agama dan sosial serta keamanan dan kedamaian. “Karena debat ini merupakan debat terakhir pamungkas. Jadi masing-masing paslon silakan mempersiapkan diri dengan matang. Apalagi dalam debat ini  bagian dari sosialisasi dan penentuan masyarakat untuk menentukan pilihan yang terbaiknya,” pungkasnya

Sementara itu Koordinator Forum Pemerhati Rakyat Bengkulu (FPRB) Bayu Putra, SH mengatakan, belajar dari pengalaman tiap kali pilkada bahwa angka golput masih terus terjadi di masyarakat. Maka dari itu membangun kesadaran masyarakat untuk memilih calon pemimpin adalah kewajiban bersama.

“Apalagi di kota angka golput tiap pemilihan terus tinggi. Jadi sangat disayangkan jika paslon ataupun minim bersosialisasi dimasyarakat secara hitung-hitungan. Karena namanya pilkada itu pesta rakyat. Jadi rakyat itu harus diutamakan untuk terlibat dalam pesta demokrasi ini,” jelas Bayu.

Sebaiknya Bayu menambahkan, bahwa pendidikan politik ataupun sosialisasi berkaitan dengan Pilwakot harus harus gencar dilakukan jelang pencoblosan sebentar lagi. Mengingat waktu pemilihan tersebut tinggal sebentar lagi.  “Pihak penyelenggara maupun parpol juga harus gencar menyampaikan pelaksanaan Pilwakot ini. Karena rata-rata masyarakat banyak belum mengetahui persis kapan waktu pemilihan walikota/wakil walikota,” ungkapnya.(new)

DPT Pilwakot 2018

 

-Kecamatan Gading Cempaka                    26.018

-Kecamatan Kampung Melayu                   24.483

-Kecamatan Muara Bangkahulu                                 28.939

-Kecamatan Ratu Agung                               33.451

-Kecamatan Ratu Samban                            15.962

-Kecamatan Selebar                                       42.810

-Kecamatan Singaran Pati                             28.230

-Kecamatan Sungai Serut                             14.791

-Kecamatan Teluk Segara                             15.485

Jumlah DPT Pilwakot                                      230.169

Baca Juga ...

Waspada Manuver Curang, 283 TPS Rawan

BENGKULU- Pencoblosan pemilihan calon walikota dan wakil walikota (Pilwakot) tinggal hitungan hari lagi, 27 Juni. Jumat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.