Rabu , 26 September 2018
Home / METROPOLIS / Tidak Semua Dipungut Sewa Rp 4, 2 Juta

Tidak Semua Dipungut Sewa Rp 4, 2 Juta

BENGKULU – Pemilik SPT pengelola izin usaha di lokasi sebelah jembatan Pantai Panjang Erwanto, menepis jika seluruh lapak yang ia sewakan ke pedagang sebesar Rp 4,2 juta. Dijelaskannya kemarin (13/6), hanya ada sekitar 4 lapak saja yang dia sewakan seharga Rp 4,25 juta.

Sebab pedagang itu sudah sejak Mei lalu menyewa lahan tersebut. Sisanya ia sewakan lapak ke pedagang di kisaran harga Rp 1-2 juta selama musim libur lebaran. “Ini yang saya mau klarifikasi. Jadi kalau sekarang ini seolah-olah saya menyewakan seluruhnya ke pedagang Rp 4,25 juta. Itu khusus hanya pada pedagang yang lama yang sudah menyewa sejak sebelum liburan tiba,” jelas Erwanto.

Dia mengatakan, izin lokasi pengelolaan tempat berdagang itu dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 5 Juni lalu berakhir hingga 29 Juni mendatang. Izin itu atas nama dirinya pribadi. Nah pedagang yang dipungut Rp 4,25 juta itu sudah mulai membersihkan lokasi usahanya jauh sebelum izin milik dirinya keluar.

“Tenda untuk berdagang itu saya menyewa ke pengusaha tenda. Pedagang hanya tinggal berjualan saja lagi. Termasuk juga listrik saya bayar ke PLN saya beli kabel juga. Untuk listrik saja saya habis Rp 10 juta,” terangnya.

Namun Erwanto enggan merincikan berapa yang ia setorkan ke kas daerah terkait retribusi atas izin yang dikeluarkan Pemerintah Kota Bengkulu padanya. “Kalau izin saya ini lokasinya seluas 14×100 meter. Berapa yang saya setorkan sebagai retribusi daerah, nanti lah itu. Ini dulu yang dijelaskan,” ujarnya.

Dari luas lahan itu, ia bagi menjadi 32 lapak jualan. Saat ini ada 20 pedagang yang sudah memesan lapaknya. Ada 9 pedagang yang sudah membayar uang muka. Sewanya bervariasi untuk pedagang. “Sewanya berapa tanyakan sendiri. Malahan saya tidak ambil sewa pada pedagang-pedagang tetap,” terangnya.

Erwanto mengatakan kalau dia memiliki izin yang kuat mengelola lahan itu. Kemudian dia juga punya izin keramaian dari kepolisian. “Lokasi ini juga saya yang bertanggung jawab membersihkannya nanti setelah izin selesai. Nah kalau hari biasa keluarga saya yang jualan di sini. Ada yang jualan ayam geprek dan lainnya,” katanya.

Sementara itu, pedagang pecah belah asal Pagar Dewa, Buyung mengaku sewa lapak berikut tenda dan listrik hingga 29 Juni nanti dipungut Rp 4 juta. Ada dua tenda yang dia sewa, ukuran 6×12 meter. per tenda Rp 2 juta. “Saya baru hari ini (Kemarin,red) mulai masuk ke sini. Saya tidak keberatan bayar segitu,” katanya.

Sementara pedagang bakso dan mie ayam, Iril mengaku menyewa lapak ukuran 6×12 meter Rp 2 juta. “Kalau saya keberatan tidak mungkin saya mau berdagang di sini,” ujarnya. Sementara Anang, pedagang topi ini mengatakan gratis berjualan di lokasi itu. Dia hanya membayar Rp 500 ribu untuk sewa tenda dan listrik. “Saya sebelumnya jualan di depan sport center,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kota, Heri Ifzan, mengaku tak percaya bila Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bengkulu tidak tahu terkait soal pungutan sewa lapak di Pantai Panjang. Pasalnya jika berkaca dari pengalaman tahun lalu, bahwa pungutan uang sewa lapak itu ada target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang didapat.

“Kalau tidak tahu lantas siapa yang tahu? Sekarang yang sebenarnya mengelola lapak itu memang siapa? Jadi mustahil kalau beliau (Kadispar) tidak tahu soal pungutan uang lapak. Jangan sekarang malah terkesan lempar tangan terkait soal pungutan uang lapak itu, ketika sudah berpolemik” kritik Heri.

Ditambahkan Heri, sebaiknya dalam pengelolaan sewa lapak tersebut Dinas Pariwisata sebagai leading sektor harus menyampaikan target PAD. Supaya tidak ada kebocoran PAD dari pungutan retribusi uang lapak tersebut. “Jangan sampai kita tidak tahu target PAD. Nanti malah seenaknya saja menyetorkan ke kas daerah,” jelasnya.(del/new)

Baca Juga ...

Kembangkan Kasus Curat

CURUP – Satreskrim Polres Rejang Lebong (RL) terus berupaya mengungkap aksi 3C (curat, curas dan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.