Minggu , 23 September 2018
Home / MUKOMUKO / 11 ASN Tambah Libur Disanksi

11 ASN Tambah Libur Disanksi

CEK: Sekretaris BKPSDM Mukomuko mengecek absensi sidik jari yang sudah terkoneksi ke server TPP.

MUKOMUKO –Bisa dipastikan ada 11 Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Sekretariat Daerah (Setda) tak bisa tenang saat masuk kerja Senin besok.

Sebab mereka yang nambah libur pasca cuti bersama Idul Fitri, hari ini (Senin,25/6) akan dipanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Mukomuko.

“Khusus ASN di lingkunagan Setdakab, ada 11 orang yang tidak masuk kerja, seusai libur lebaran beberapa waktu lalu. Mereka akan kita panggil,” tegas Sekda.

Pemanggilan belasan ASN tersebut guna mengetahui lebih lanjut alasan dan keterangan tidak masuk kerja. Karena mereka tanpa keterangan (TK). Dari jumlah sebelas itu, hanya satu memberi keterangan melalui telepon pribadi.

Yang satu ini mengatakan sedang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kerinci disebabkan anaknya sakit.

‘’Namun yang pasti, apapun alasan ASN yang tidak masuk kerja akan diketahui. ASN itu harus membuktikan dengan surat keterangan masing-masing ASN,” jelas Sekda.

Bagi ASN yang tidak dapat memberikan keterangan dengan pembuktian, yakni diberikan sanksi pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Serta diterapkan peraturan  disiplin ASN. Sanksinya mulai dari teguran, penundaan dan penurunan pangkat serta sanksi lainnya berdasarkan aturan yang ada.

Sedangkan ASN yang tak disiplin bertugas di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihaknya menyerahkan ke Kepala OPD masing-masing. Karena pimpinan OPD menjadi atasan langsung dari ASN tersebut.

“ASN di OPD diserahkan pada pimpinannya masing-masing. Selanjutnya OPD tersebut melaporkan kepada Inspektorat dan ke Baperjakat,” demikian Sekda.(hue)

Baca Juga ...

Olahan Cangkang Sawit Dijual ke Luar Negeri

MUKOMUKO – Luar biasa usaha kelompok tani (Poktan) di Mukomuko. Usaha pengolahan cangkang sawit yang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.