Rabu , 26 September 2018
Home / METROPOLIS / KSOP Larang Kapal Berlayar

KSOP Larang Kapal Berlayar

PENGUMUMAN: Kapal Perintis Sabuk Nusantara yang melayani rute Bengkulu-Enggano terpaksa menunda keberangkatan beberapa ke depan karena cuaca buruk.

BENGKULU – Cuaca buruk berupa angin kencang, disertai hujan dan gelombang laut yang tinggi membuat sejumlah nahkoda terpaksa menunda pelayaran kapalnya. Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pulau Baai Bengkulu pun mengeluarkan larangan bagi seluruh kapal penumpang maupun kapal nelayan untuk berlayar karena faktor cuaca.

Kepala KSOP Pulau Baai Bengkulu, Junaidin memastikan pihaknya tidak mengeluarkan izin berlayar bagi seluruh kapal, termasuk KM Sabuk Nusantara 52 maupun Ferry Pulau Tello yang melayani rute Bengkulu-Enggano (PP).

“Demi keselamatan dan belajar dari pengalaman musibah dua kali yang terjadi di Pulau Selayar dan Danau Toba beberapa waktu lalu, maka kita tidak izinkan dulu seluruh kapal-kapal termasuk kapal tongkang kapal nelayan untuk  berlayar,” jelasnya dihubungi RB kemarin.

Dijelaskannya, dari pemantauan pihaknya dibantu analisis cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Fatmawati Bengkulu, cuaca buruk berupa gelombang tinggi mencapai hingga enam meter. Kondisi itu tak saja terjadi di wilayah Bengkulu tetapi hampir merata di seluruh perairan Indonesia. “Malahan dari pengamatan cuaca situasi cuaca di Pantai Selatan  Jawa juga sedang mengalami gelombang tinggi,” ungkapnya.

KSOP belum dapat memastikan kapan situasi cuaca buruk ini akan berhenti, sehingga pihaknya belum bisa memastikan kapan kapal penumpang mulai diizinkan berlayar. “Melalui koran Rakyat Bengkulu (RB, red),  kita sampaikan permohonan maaf atas ketidak kenyamanan ini, dan ini murni semata-mata karena faktor alam,” tambahnya.

Sementara itu, Forecaster BMKG Fatmawati Bengkulu Rahyu Mailansari menyebutkan berdasarkan pantauan radar BMKG, memasuki Senin (9/7) hingga selasa (10/7) tinggi gelombang laut di perairan Bengkulu-Enggano bisa mencapai tinggi hingga 3 meter. “Tinggi yang sama juga diperkirakan terjadi sampai ke Perairan Samudra Hindia Barat Bengkulu,” paparnya.

Sementara untuk  hujan diperkirakan akan terjadi dengan intensitas ringan. “Sedangkan kecepatan angin diperkirakan akan terjadi mencapai 20 knot per jam atau setara 40 KM per jam dan ini sudah dapat dikatakan di atas normal.

Sementara itu, pantauan RB kemarin di Pelabuhan Pulau Baai, dua kapal penumpang yakni Sabu Nusantara 52 dan kapal Ferry Pulo Tello tampak masih bersandar di dermaga. Di pintu masuk kapal terlihat tempelan kertas berukuran besar yang berisikan pengumuman penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.(iks)

Baca Juga ...

36 Ribu Warga Belum Perekaman

CURUP – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Rejang Lebong (RL) hari ini dijadwalkan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.