Rabu , 26 September 2018
Home / METROPOLIS / Menengok Religiusitas di Masjid Eks Lokalisasi

Menengok Religiusitas di Masjid Eks Lokalisasi

IBADAH: Aktivitas ibadah di Masjid At-Taubah RT 08 Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu.

SATU-SATUNYA rumah ibadah yang ada di sana adalah Masjid At-Taubah. Bangunan yang didirikan oleh Pemerintah Kota Bengkulu era kepemimpinan Walikota Helmi Hasan pada tahun 2013 itu terletak di sebelah kanan palang gerbang kawasan eks lokalisasi. Untuk menuju ke masjid itu cukup membutuhkan perjuangan. Karena jalan untuk menuju lokasi tersebut tak semulus pasir yang ada di bibir pantai Bengkulu.

Meskipun demikian, masjid tersebut digunakan maksimal oleh warga yang ada di sana. Di antara dentuman nada gemerlap malam, warga yamg ada di sana tetap merapatkan shaf untuk melaksanakan salat Isya sekaligus tarawih berjamaah di masjid berukuran 5 x 6 meter tersebut.

Masjid ini ditunggu oleh Ustad Ali. Jebolan Pondok Pesanteren Padang ini mengajar mengaji kepada sejumlah anak yang tinggal di tengah kehidupan sungguh kurang layak bagi sebagian orang. Ustad Ali sendiri sudah mengecap dua kali Ramadan di kampung tersebut. Merasa betah, ia nilai masjid adalah tempat yang dimuliakan Allah.

“Ukuran kebahagiaan seseorang adalah apabila dia mampu mentaati perintah Allah,” kata pria berjenggot tebal itu.

“Kita jangan sampai tertipu dengan kehidupan dunia, karena setelah kehidupan di dunia akan ada kehidupan yang lebih kekal yaitu akhirat, apa bekal kita di kehidupan akhirat nanti,” lanjutnya.

Berniat memberi bekal itulah, Ustad Ali mengajar mengaji dan ilmu agama kepada 20 orang anak-anak setiap hari. “Alhamdulillah sudah 3 orang yang tamat Alquran, mereka itu duduk di kelas 3, ada juga yang kelas 2 SD,” cerita Ali.

Dia berharap anak didikannya ini nanti menjadi anak yang shaleh/shalehah. Anak-anak yang tidak menyia-nyiakan kehidupan mereka tanpa ada bekal kehidupan akhirat. “Pada hakikatnya manusia tidak pernah luput dari dosa, Allah Azza wa Jalla telah mensyariatkan faktor-faktor penyebab dosanya, supaya manusia selalu bergantung kepada Rabbnya, selalu menganggap dirinya sarat dengan kekurangan, agar senantiasa berintrospeksi diri, jauh dari sifat ‘ujub dan kesombongan,” ungkapnya. (rls/humas/del/adv)

Baca Juga ...

Kembangkan Kasus Curat

CURUP – Satreskrim Polres Rejang Lebong (RL) terus berupaya mengungkap aksi 3C (curat, curas dan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.