Home / METROPOLIS / Pemkot Dinilai Tak Serius Urus Aset

Pemkot Dinilai Tak Serius Urus Aset

BENGKULU – Hingga saat ini Panitia Khusus (Pansus) Aset DPRD Kota Bengkulu terus bergerak mengumpulkan data-data aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu. Wakil Ketua Pansus Aset, Heri Ifzan mengatakan, Pansus banyak menemukan kejanggalan terkait aset milik daerah.

Mulai dari diklaim milik oknum masyarakat, aset yang tidak diketahui keberadaannya hingga aset yang terbengkalai. Sebelum akhir tahun, sekitar bulan Agustus ini, Pansus Aset akan mengeluarkan rekomendasi hasil  temuan mereka supaya ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Bengkulu. “Jadi kita akan buatkan rekomendasi atas temuan-temuan kita nanti. Sekitar bulan Agustus ini nanti akan kita sampaikan,” terangnya, kemarin (9/7).

Dia menjelaskan, temuan Pansus Aset yang paling menonjol adalah masalah tanah milik Pemkot Bengkulu yang dibangun 1.000 rumah PNS atau yang sekarang dinamakan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dekat perumahan Korpri. Berdasarkan data yang ditemukan oleh Pansus Aset, lahan itu memang benar milik Pemkot Bengkulu. Namun saat ini sudah dklaim kepemilikannya oleh oknum-oknum warga.

“Kita beberapa kali menyampaikan, bahwa lahan itu memang milik Pemkot Bengkulu. Bahkan penjabat dan walikota juga sudah mengakui hal ini. Nah sekarang tinggal lagi tindak lanjut dari Pemkot untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Penyelesaian masalah tersebut, lanjutnya, dengan cara melaporkan ke penegak hukum. Nanti bisa ditelusuri sebenarnya aset tersebut milik siapa, kemudian siapa saja yang sudah mengambil lahan tersebut. Namun, saat ini Pemda belum melakukannya. Pansus menilai Pemkot belum serius untuk menyelesaikan masalah aset ini.

“Kita minta segera menyelesaikan ini, bawa ke ranah pidana. Laporkan dulu, kalau DPRD ini tidak  bisa melaporkan. Pemerintah daerah harus tegas. Ketegasan pemerintah daerah ini kita minta. Kita sudah sampaikan berkali-kali kalau lahan itu milik Kota Bengkulu, milik warga Bengkulu,” paparnya.

Selain lahan itu, Pansus juga menemukan Terminal Agri Bisnis Air Sebakul yang terbengkalai. Ada juga beberapa lahan sekolah yang belum terawat dengan baik. Terpakai oleh oknum warga tertentu, termasuk sekolah di Kampung Bali. Sekolah di Tanjung Jaya ada bekas lahan sekolah yang saat ini belum terawat. “Banyak sekali lahan yang belum dirawat dengan baik,” terangnya.

Kemudian lahan di samping Kantor Perpustakaan Negara juga ditemukan masalah. Lahan milik pemerintah harus dimanfaatkan dengan baik, jangan sampai dikuasi oleh oknum masyarakat. “Ini yang kita bingung,” ujarnya.

Dia menjelaskan, mobil dinas juga masih banyak yang belum tahu keberadaannya. Termasuk kendaraan roda dua. Supaya jangan jadi temuan lagi saat pemeriksaan aset, pemerintah daerah harus mengajukan penghapusan kendaraan dengan mekanisme pelelangan. “Kalau unitnya saya lupa. Ada di catatan,” tutupnya. (del)

Baca Juga ...

Hari Ini, Tas CJH Kota Dikumpulkan

BENGKULU – Sesuai dengan jadwal, hari ini (20/7) tas koper seluruh calon jemaah haji (CJH) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.