Home / METROPOLIS / PPDB Non Zonasi Dibuka 12 Juli

PPDB Non Zonasi Dibuka 12 Juli

PPDB: Suasana pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Bengkulu. PPDB sistem zonasi menuai banyak protes dari orang tua siswa.

BENGKULU – Bagi orang tua maupun siswa yang saat ini belum dapat sekolah, baik tingkat SD maupun SMP tidak perlu panik dan khawatir. Sebab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu akan membuka pendaftaran non zonasi pada 12-13 Juli mendatang.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu, Zainal Azmi mengatakan, orang tua bisa bebas mendaftarkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah yang masih kosong. Hingga saat ini Disdikbud masih menunggu data dari sekolah berapa siswa baru yang mendaftar ulang di sekolah mereka.

“Jadi kita tunggu data daftar ulang itu dulu. Baru nanti kita sampaikan ke masyarakat, ini sekolah-sekolah yang masih kosong,” terangnya pada RB, kemarin (9/7).

Dia menjelaskan, setelah daftar ulang, maka bisa dikatakan final untuk jumlah siswa baru di satu sekolah. Ketika masih ada sekolah yang kekurangan siswa, mereka dipersilakan menerima peserta didik berasal dari manapun. Sepanjang tidak melebihi kapasitas daya tampung sekolah. Jika terlalu banyak, maka seleksi siswa baru akan dilakukan dengan melihat nilai Ujian Nasional (Unas).

“Kalau melebihi daya tampung, ini tidak bisa masuk ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sehingga diperhatikan betul masalah daya tampung ini,” katanya.

Dia menjelaskan, mengapa dibuka pendaftaran mulai 12-13 Juli, lantaran jika dibuka sekarang, maka siswa yang sudah dapat sekolah, namun bukan yang dikehendakinya tidak jadi bersekolah di sekolah itu. Mereka akan kembali memilih sekolah yang lain yang masih kurus. Ini juga untuk menghindari hal demikian atau siswa yang eksodus ke sekolah yang lain. Ini untuk  tidak merepotkan administrasi dan kepala sekolah juga tidak repot eksodus. “Setelah itu, kemudian masuk ke masa pengenalan lingkungan baru. Kemudian 16 Juli langsung proses belajar mengajar,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sekolah yang masih sangat kurang siswa baru adalah SMPN 6 dan SMPN 8 Kota Bengkulu. “Ada beberapa lagi saat ini kita belum bisa memaparkan jumlahnya,” imbuhnya.

Disdikbud juga akan melakukan revisi daya tampung siswa untuk di SDN 105 dan juga SDN 66 Kota Bengkulu. Ada ajuan dari masyarakat supaya rombongan belajarnya ditambah. Karena masih banyak anak yang tidak mendapatkan sekolah. Seperti di SDN 105 Kota Bengkulu, orang tua tidak mau memasukkan anaknya di SDN 83 Kota Bengkulu lantaran jarak yang jauh. Ada sebanyak 16 siswa baru, mereka minta solusi ditambah Rombongan Belajar (Rombel).

“Kalau seperti itu kemungkinan kebijakan adalah double shift. Karena ada peluang untuk double shift sepanjang cukup untuk 1 kelas. Double shift ini bukan salah orang tua, namun karena kita belum bisa membangun sarana prasarana sekolah sesuai dengan jumlah pertumbuhan penduduk,” ujarnya. (del)

Baca Juga ...

Rel Kereta Api Mulai Dibangun Tahun 2019

BENGKULU – Proyek pembangunan rel kereta api dari Pulau Baai Kota Bengkulu ke Kota Padang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.