Rabu , 26 September 2018
Home / METROPOLIS / Terbitkan SE Larangan Dekati View Tower

Terbitkan SE Larangan Dekati View Tower

WASPADA: Bagi masyarakat yang berkunjung ke Lapangan Merdeka, Kampung agar berhati-hati berada di bawah view tower karena kondisi bangunan ini mengkhawatirkan.

BENGKULU – Sampai saat ini belum ada kepastian dari Pemprov Bengkulu tentang nasib view tower di depan Gedung Daerah apakah akan dirobohkan, direhab, atau diganti dengan bangunan yang baru. Bila terlalu lama dibiarkan, dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan masyarakat sekitar, pedagang atau pengunjung. Mengingat kondisi bangunan yang saat ini sudah rusak.

Pengamat Pariwisata Provinsi Bengkulu, Suparhim, SE mendesak pihak Pemprov segera mengambil keputusan untuk sesegera mungkin merobohkan tugu tersebut sebelum menimbulkan korban. Ia menyarankan Plt Gubernur Bengkulu untuk membuat Surat Edaran (SE) kepada masyarakat tentang larangan mendekati view tower.

“Bagusnya Plt Gubernur membuat surat edaran sebagai warning bagi masyarakat untuk tidak mendekati kawasan sekitar view tower itu. Jangan sampai ada korban,” ujar Suparhim, kemarin (9/7).

Dikatakan Suparhim, memang sebenarnya Pemprov dihadapkan dengan pilihan yang sulit antara direnovasi, dirobohkan atau diganti bangunan baru. “Mau direnovasi juga rasanya sia-sia saja. Karena sejak awal keberadaan tugu itu tidak berfungsi dan tidak memiliki daya tarik wisata,” nilai Suparhim.

Seharusnya, kata Suparhim, Pemprov harus mempunyai konsep yang benar-benar matang, punya manfaat  dan bisa menjadi kekuatan  daya tarik wisata. Apalagi menyangkut aset daerah, harus mempunyai hitung-hitungan yang jelas sehingga tidak ada kerugian negara.

“Kalau saya, demi keselamatan dan keamanan ya silakan dirobohkan saja asal hitungannya jelas. Jangan ada lagi dusta yang melukai bangsa,” ketus Suparhim.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti, SE, MT sendiri mengakui bahwa view tower saat ini sudah mengancam keselamatan warga. Bahkan ia sendiri pun tidak berani berada di bawah bangunan itu. Namun demikian, keputusan untuk merobohkannya bukan perkara gampang.

“Saya berdiri di bawah itu saja takut roboh. Dulu kan atapnya sudah pernah melayang. Kalau hujan saya tidak berani lewat situ karena sangat berbahaya. Itu besinya sudah buruk semua,” kata Nopian.

Secara pribadi, Nopian mengaku setuju kalau bangunan peninggalan mantan Gubernur Bengkulu, Agusrin M Najamudin itu dirobohkan. “Kalau saya secara pribadi maunya dirobohkan dan dikembalikan ke fungsi awal, jadikan Lapangan Merdeka. Tapi nanti kita tata dan perindah lagi sekitarnya. Kalau saya pribadi lebih condong kepada dikembalikan ke fungsi awal tapi tampilannya dibuat lebih menarik,” ujar Nopian.

Sementara Plt Kadis PUPR Provinsi Bengkulu, Oktaviano, ST, M.Si mengatakan, saat ini mereka sedang melakukan pengkajian. Menjurut dia, kalau kajian secara teknis memang view tower itu sudah tidak layak. Pihaknya juga sudah melakukan rapat dengan Bappeda, namun tetap saja belum ada keputusan yang diambil.

“Tapi berdasarkan perintah Plt Gubernur, Bappeda jadi leading sector-nya untuk berkoordinasi dengan para sesepuh. Kalau kami sih rekomendasinya memang harus dirobohkan. Kalau disetujui oleh sesepuh, bisa jadi dirobohkan tahun ini juga. Kalau sekadar merobohkan saja kan tidak perlu anggaran besar. Tinggal alat berat satu, selesai,” jelas Okta. (tew)

Baca Juga ...

36 Ribu Warga Belum Perekaman

CURUP – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Rejang Lebong (RL) hari ini dijadwalkan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.