Minggu , 23 September 2018
Home / MUKOMUKO / Tuntutan Menggantung, SP Niba Demo PT. GSS

Tuntutan Menggantung, SP Niba Demo PT. GSS

DEMO: Serikat pekerja yang tergabung dalam SP Niba di PT GSS gelar aksi demo, kemarin (9/7).

PONDOK SUGUH –Sekitar 100 massa tergabung dari Serikat Pekerja (SP) Niba menggelar aksi demo di Pabrik Minyak Kepala Sawit (PMKS) PT Gajah Sakti Sawit (GSS) di Desa Tunggang Kecamatan Pondok Suguh, kemarin (9/7).

Dalam aksinya mereka gunakan mobil komando dan puluhan unit sepeda motor. Setiba di lokasi perusahaan, mereka langsung masuk lapangan PT GSS menyampaikan tuntutan.

Aksi demo ke PMKS ini merupakan kali kedua Sebelumnya, didemo ratusan warga Desa Tunggang yang menuntut kuota pekerja di pabrik CPO itu sebanyak 95 persen merupakan putra setempat.

Sedangkan untuk SP Niba mereka mendesak agar pekerjaan bongkar muat memakai pekerja yang tergabung didalam SP Niba, khususnya SP. Niba PUK Desa Tunggang.

Tapi tuntutan massa sampai saat ini menggantung. Pihak perusahaan tak memberi keputusan pasti. Pasalnya, saat itu pimpinan perusahaan tidak ada ditempat. Perwakilan massa hanya diterima kepala tata usaha (KTU) dari PT. GSS.

Seperti diungkapkan Ketua PUK Desa Tunggang SP. Niba, Muhammad Dini yang akrab disapa Umat ini, menyayangkan hal itu. Ia memastikan, SP Niba akan kembali menggelar aksi serupa sampai tuntutan mereka dipenuhi. ‘’Mungkin sengaja mereka tidak ada ditempat. Kami akan aksi lagi sampai tuntutan dipenuhi,” tegas Umat.

Dikatakan SP. Niba Desa Tunggang memiliki 116 anggota. Terdiri 27 orang dari Desa Tunggang, dan sisanya dari Sembilan desa yang ada di Kecamatan Sungai Rumbai atau desa penyangga.

“Kami dapat informasi untuk kontrak kerja bongkar muat dengan SPTI. Tapi kami tak mempersoalkan SPTInya. Kami maunya, SP. Niba tetap bisa masuk. Silahkan saja pihak perusahaan membagi. Bahkan jika ada 10 serikat pekerja silahkan saja dimasukkan semua, asalkan dibagi,” desak Umat.

Massa gelar aksi mulai pukul 09.30 WIB. Orasi sekitar 30 menit kemudian perwakilan massa itu diterima pihak perusahaan yang diwakili oleh KTU. Pertemuan berjalan sekitar 25 menit yang berujung tanpa ada jawaban pasti atas tuntutan massa. Dalam aksi massa dikawal puluhan personel Polres Mukomuko, Brimob Polda Bengkulu serta Kodim 0428/Mukomuko.(hue)

Baca Juga ...

Olahan Cangkang Sawit Dijual ke Luar Negeri

MUKOMUKO – Luar biasa usaha kelompok tani (Poktan) di Mukomuko. Usaha pengolahan cangkang sawit yang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.