Home / BERITA UTAMA / HUT Bhayangkara ke-72, Polisi dan Rakyat Harus Selalu Berdampingan

HUT Bhayangkara ke-72, Polisi dan Rakyat Harus Selalu Berdampingan

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol. Drs. Coki Manurung, SH, M.Hum

BENGKULU – Kapolda Bengkulu Brigjen Pol. Drs. Coki Manurung, SH, M.Hum mengatakan momen HUT Bhayangkara ke-72 tahun ini, bukan sakadar perayaan semata. Namun harus dijadikan momentum bagi seluruh anggota Polri untuk berkaca dalam mengoptimalkan tugas dan fungsi Polri.

“Melalui momen HUT Bhayangkara yang ke-72 ini, diharapkan polisi harus semakin dewasa dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat,” ungkap Kapolda kepada RB, disela-sela kesibukannya kemarin (10/7).

Dewasa yang dimaksudkan tersebut, sambung Kapolda, seluruh anggota polri khususnya di lingkungan Polda Bengkulu harus bisa selalu meningkatkan citra kepolisian, melalui kinerja, terhadap perubahan kultur dan manajemen media.

“Untuk itu kita selaku polisi, harus selalu berdampingan dengan masyarakat dalam situasi dan kondisi apapun. Apalagi sebentar lagi menjelang pemilihan presiden, tentunya situasi politik diprediksi akan memanas,” terang Kapolda.

Menyinggung persiapan pemilihan presiden (Pilpres), Kapolda mengatakan, peran polri dalam hal ini harus tetap bekerja ikhlas dan netral. Karena jika sudah melakukan kerja ikhlas dan netral, ia optimis tidak akan terjadi permasalahan dalam perhelatan Pilpres.

“Selain itu juga kita harus berkoordinasi dengan pelaksana pemilu seperti KPU dan Bawaslu, dalam rangka mengakomodir keinginan partai politik, yang tentunya pasti banyak permasalahan. Hanya saja semua permsalahan selalu bisa diselesaikan dengan jalan damai,” tambah lulusan Lemhannas 50 tahun 2013 ini.

Selain itu, masih dalam momentum HUT Bhayangkara ke-72. Kapolda menyampaikan beberapa program yang telah dilakukan Polda Bengkulu mulai dari safety pengamanan internal hingga eksternal. Untuk internal, Polda Bengkulu telah menerapkan pengamanan berjenjang di Mapolda Bengkulu dan jajarannya, mulai dari absensi anggota, CCTV, dan kartu ID Card ketika masuk ke Mapolda maupun jajarannya.

“Setelah diinternal sudah kita persiapkan keamanan dan sistem kerjanya, baru kita bisa melangkah keluar. Kaitannya bekerjasama dengan masyarakat, stakeholder, dan pemerintah daerah. Salah satunya adalah sistem pemantauan situasi dan keamanan wilayah melalui CCTV yang dikoneksikan oleh Command Centre Polda Bengkulu,” tutur perwira bintang satu ini.

Selanjutnya mantan Direktur Narkoba Polda Jawa Timur (Jatim) ini mengungkapkan, dalam pendekatan dan sinergitas bersama masyarakat untuk meminimalisir tindak pidana kriminal, Polda Bengkulu bahkan menjadikan operasi rutin sebagai menu utama. Dengan menggunakan sistem tenda, Polda Bengkulu bahkan saat ini sukses mengamankan wilayah Lembak Kabupaten Rejang Lebong, yang dikenal sebagai wilayah rawan kriminalitas.

“Simple saja, begitu tahu wilayah itu rawan, kita langsung pasang tenda disana. Tempatkan anggota untuk berjaga disana. Bahkan di setiap perbatasan kita telah memasng pengamanan dengan sistem tenda, seperti Binduriang di perbatasan Rejang Lebong Sumsel, kemudian di perbatasan Lebong dan Bengkulu Utara,” jelasnya.

Dalam pengamanan melalui sistem tenda tersebut, Polda Bengkulu menggunakan pola pendekatan terhadap masyarakat. Dengan bersinergi bersama masyarakat mulai dari bidang olahraga, sosial dan budaya, Polda Bengkulu berupaya mengubah psikis masyarakat di wilayah rawan kriminalitas tersebut.

“Kalau ada benturan, kita herus bisa bersinergi bersama. Bisa dengan bermain voli atau sepakbola bersama masyarakat. Bisa dengan kegiatan sosial bersama. Yang penting masyarakat harus dekat dulu dengan polisi, sehingga nilai-nilai keamanan dan kenyamanan masyarakat bisa kita tularkan,” ujarnya. (sly)

Baca Juga ...

Proyek Rp 287 Miliar Dipakai Bayar Utang

BENGKULU – Hingga memasuki pertengahan Juli ini, baru 167 paket lelang yang sudah masuk ke ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.