Rabu , 26 September 2018
Home / BERITA UTAMA / 117 Proyek Belum Masuk ULP, 94 Proses Lelang

117 Proyek Belum Masuk ULP, 94 Proses Lelang

BENGKULU – Masih sangat banyak paket lelang tahun 2018 yang belum masuk ke ULP. Hingga kemarin (11/7) baru 200 paket dari total 377 paket yang masuk ke ULP. Dari 200 paket yang sudah masuk ke ULP itu, 94 paket diantaranya belum selesai lelang. Hal ini membuat DPRD Provinsi Bengkulu mulai khawatir banyak anggaran yang tidak akan terserap.

Waka II DPRD Provinsi Bengkulu, Suharto, SE sangat menyayangkan OPD yang lambat dalam melaksanakan pekerjaan sampai-sampai masih ada yang belum dimasukkan ke ULP. “Inilah yang kita sayangkan. Nanti banyak anggaran yang tidak terserap,” sesal Suharto.

Walaupun masih terkejar, kata tapi pasti kerjanya buru-buru karena waktunya mepet sehingga dikerjakan dengan asal-asalan. “Mungkin sengaja pekerjaan itu dibuat mepet waktunya. Itu kan trik-trik mereka. Seharusnya, seluruh OPD yang mempunyai paket pekerjaan fisik harus lebih cepat. Kalau bisa lebih cepat kenapa diperlambat,” ujar Suharto.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Helmi Paman menilai bahwa lambatnya kinerja para OPD dalam melaksanakan pembangunan bisa mempengaruhi penilaian dari Badan Pemeriksaan keuangan (BPK) sehingga Provinsi Bengkulu bisa kehilangan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP).

“Percuma kita dapat WTP kalau tahun depan menurun kembali ke WDP. Saya mau tahu kenapa masih ada paket yang belum lelang? Informasi yang kami dengar bahwa antara ULP dengan PUPR kurang sejalan dan sepaham sehingga banyak paket yang harus beberapa kali dilakukan kaji ulang seperti kurang syarat dan lainnya. Sementara kami (DPRD) terus ditanya oleh masyarakat kapan pembangunan dimulai,” kata Helmi.

Dia khawatir, bila proyek baru dimulai Agustus atau September hasil pekerjaan tidak akan maksimal, walau pun serapan anggaran tercapai. Namun hal yang dikerjakan dengan tidak maksimal itu juga berpotensi jadi temuan BPK.

“Akhirnya kualitas jalan diragukan dan jadi temuan BPK. Itu yang akan terjadi kalau dikerjakan dengan tergesa-gesa pasti hasilnya tidak akan maksimal. Kalau jadi temuan BPK jangan harap kita masih bisa memperoleh WTP,” ujar Helmi.

Terpisah, Kepala ULP Provinsi Bengkulu Juni Irawati, S.Kom, MH membantah kalau ada ketidak sepahaman antara ULP dengan OPD. “Tidak ada masalah dengan OPD. Paket yang sudah masuk ke ULP namun belum dilelang itu dikarenakan adanya tahapan proses pemilihan penyedia yaitu melalui rapat kaji ulang,” ujarnya.

Ira membeberkan bahwa dari total 377 paket kegiatan dari 22 OPD dengan total pagu sebesar Rp 799 miliar, sampai kemarin baru 200 paket yang sudah masuk ke ULP dengan nilai Rp 438 miliar. “Sudah ada 200 paket yang masuk dengan nilai Rp 438 miliar. Dari 200 paket itu, Alhamdulillah yang sudah selesai lelang sebanyak 106 paket,” ujar Ira.

Dikatakan Ira, paket yang belum masuk ke ULP itu tersebar di seluruh OPD, termasuk di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), baik di Bidang Bina Marga maupun Bidang Cipta Karya. “Mudah-mudahan akhir bulan ini semuanya sudah masuk agar segera lelang,” kata Ira.

Sementara itu, Plt Kadis PUPR Provinsi Bengkulu Oktaviano, ST, M.Si tidak menampik bahwa masih banyak paket di PUPR yang belum masuk ULP, terutama di bidang Bina Marga yang berkaitan dengan infrasktruktur jalan. Namun, kata dia untuk paket jalan di dalam Kota bengkulu sudah tayang dan tinggal penetapan pememang. “Seperti jalan Pantai Panjang dan jalan Batang Hari itu sudah lelang, tinggal penetapan pemenangnya. Masih terkejar kok. Sekarang kami sedang fokus memperjuangkan dana alokasi khusus (DAK) dari pusat. Jangan sampai DAK kita tahun depan turun. Soal paket yang belum masuk tadi, Jumat kita masukkan lagi paket yang belum masuk,” demikian Okta.(tew)

Baca Juga ...

Seluruh Elemen di Bengkulu Bersinergi Ciptakan Pemilu 2019 Aman dan Kondusif

BENGKULU– Mengamankan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 mendatang, secara bertingkat, Aparat Penegak Hukum bersama ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.