Rabu , 26 September 2018
Home / METROPOLIS / Dilarang Koordinir Pembelian Seragam

Dilarang Koordinir Pembelian Seragam

GENERASI BANGSA: Pelajar di SDN Kota Bengkulu dengan penuh keceriaan menimba ilmu di sekolah.

BENGKULU – Saat ini setiap sekolah memiliki pakaian seragam khas masing-masing bagi pelajarnya. Hal itu bertujuan mencirikan pelajar tersebut berasal dari sekolah tertentu. Nah biasanya orangtua siswa kesulitan mencari baju khas seragam sekolah. Satu-satunya jalan yakni membeli lewat sekolah.

Terkait kondisi yang kerap terjadi setiap tahun ajaran baru ini, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu Firman Jonaidi menegaskan, pihak sekolah dilarang keras mengkoordinir pembelian seragam khas sekolah. Jika terbukti, maka akan dikenakan sanksi administrasi dan juga sanksi pidana.

“Kita jauh hari sudah sampaikan, kalau sekolah dilarang mengkoordinir pembelian baju seragam siswa,” kata Firman.  Sekolah tidak boleh menawarkan pada wali siswa supaya membeli seragam sekolah itu lewat guru, koperasi atau sekolah. Namun karena orangtua sulit mendapatkan seragam sekolah di pasar-pasar, orangtua boleh meminta bantuan pada guru atau sekolah untuk membeli baju seragam sekolah itu.

Ini harus dibuktikan dengan surat orderan dari orangtua siswa ke sekolah. Jadi kesannya, bukan sekolah yang meminta, tapi orangtua yang meminta bantu ke sekolah mencarikan seragam untuk anak-anak mereka. “Ada sekolah yang telpon mau kumpulkan orangtua siswa. Mau bahas masalah seragam, saya ingatkan jangan ada sekolah mengkoordinir pembelian seragam,” katanya.

Dia menjelaskan dalam juknis penerimaan peserta didik baru (PPDB) sudah dijelaskan dilarang melakukan pungutan apapun, termasuk juga pembelian seragam sekolah. “Ketika seragam itu masih bisa dibeli di pasar umum, seperti seragam merah-putih, putih abu-abu, putih-biru ya silakan beli. Termasuk pramuka itu juga mudah didapat. Nah untuk olahraga dan pakain khas sekolah ini yang sulit memang ditemukan,” terangnya.

Orangtua silakan cari seragam sebisanya di luar. Kalau ada sekolah mengadakan seragam besar-besaran untuk siswanya, dipastikan itu adalah pengadaan kolektif yang  terkoordinir. Ini sebuah perbuatan yang salah. “Biasanya kan ada kebanggaan orangtua ketika anak mereka menginjak jenjang pendidikan terbaru. Nah orangtua ingin seluruh anaknya, mulai dari tas, pakaian, sepatu pakai yang baru. Jadi terkadang mereka meminta pada sekolah untuk mencarikannya,” terangnya.

Untuk menghindari terjadinya pungutan liar saat tahun ajaran baru ini, hari ini digelar sosialisasi saber pungutan liar (Pungli) di Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu. Yang diikuti kepala SMP, ketua komite dan juga seluruh pejabat Dinas Pendidikan. “Pembicaranya dari Polda Bengkulu,” tutupnya.(del)

Baca Juga ...

36 Ribu Warga Belum Perekaman

CURUP – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Rejang Lebong (RL) hari ini dijadwalkan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.