Rabu , 26 September 2018
Home / METROPOLIS / Dukcapil Akui Salah Hitung

Dukcapil Akui Salah Hitung

PELAYANAN: Dukcapil Kota Bengkulu masih melayani warga yang mengurus dokumen kependudukan.

BENGKULU – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu mengakui salah perhitungan, hingga menyebabkan tinta untuk mencetak e-KTP habis, disaat masyarakat masih banyak yang ingin membuat e-KTP. Hal ini diakui sendiri Kepala Dinas Dukcapil Kota Bengkulu Drs. H. Sudarto Widyo Seputro, M.Si kemair (11/7).

Dia menjelaskan, kehabisan tinta ribbon ini memang kesalahan penghitungan dari mereka. Sehingga sebelum APBD Perubahan tinta itu sudah habis seluruhnya terpakai. “Kita beli kemarin itu sesuai kebutuhan. Tapi salah hitung jadi kurang tintanya. Mudah-mudahan nanti dapat pinjaman,” terangnya.

PELAYANAN: Dukcapil Kota Bengkulu masih melayani warga yang mengurus dokumen kependudukan.

Dia menjelaskan, untuk mencetak e-KTP itu bukan hanya butuh tinta ribbon saja, namun juga butuh film. Satu gulung film itu untuk mencetak 1.000 lembar e-KTP. Jadi untuk satu film membutuhkan 2 tinta. “Saya khawatir nanti tidak cukup tintanya. Terpaksa nanti ada anggaran yang harus mengalah. Jadi kita prioritaskan untuk membeli tinta. Kalau tidak ada tinta tidak bisa cetak e-KTP,” katanya.

Dia menjelaskan, biaya e-KTP itu jika dikalkulasikan sangat tinggi. Sehingga dia meminta warga yang sudah memegang e-KTP supaya dirawat. Jangan dianggap tidak bernilai. “Ya terkadang kan acuh untuk merawatnya. Akhirnya rusak,” ujarnya. Untuk harga tinta ribbon, anggaran Rp 3,5 juta hanya sanggup untuk mencetak 500 lembar e-KTP.  Saat ini ada mesin cetak e-KTP yang tidak membutuhkan film, hanya menggunakan tinta ribbon saja untuk cetak e-KTP.

“Kami tahun ini kan ada anggaran untuk membeli mesin cetak e-KTP. Kita beli yang ini mesinnya,” ujarnya.

Cari Pinjaman

Sementara itu, untuk menanggulangi tintas cetak e-KTP habis tersebut, saat ini Dukcapil berupaya mencari pinjaman tintanya ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. “Ya tadi pak kabid sudah berangkat untuk mencari pinjaman tinta ke Kemendagri. Mudah-mudahan dapat. Ya kalau bias sebanyak-banyaknya,” terang Sudarto.

Ia pun berharap berharap bisa meminjam tinta itu sebanyak mungkin. Sebab masih banyak warga yang menunggu e-KTPnya dicetak. Untuk anggaran pinjaman tinta itu direncanakan akan diganti di APBD Perubahan 2018.

Kendati tinta untuk mencetak e-KTP habis, namun Sudarto memastikan pelayanan di Disdukcapil Kota Bengkulu saat ini masih berjalan normal. Warga yang hendak merekam e-KTP masih dilayani. Hanya saja cetak e-KTP yang belum bisa. Untuk keperluan pengurusan kartu keluarga dan akta kelahiran atau akta kematian masih terus berjalan. “Ya kita ini banyak kendala. Kadang alat rusak, kadang juga server yang macet. Tapi secara keseluruhannya berjalan dengan lancer,” tutupnya.(del)

Baca Juga ...

Kembangkan Kasus Curat

CURUP – Satreskrim Polres Rejang Lebong (RL) terus berupaya mengungkap aksi 3C (curat, curas dan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.