Minggu , 23 September 2018
Home / BENGKULU TENGAH / 711 Siswa Masih Bisa Sekolah di SMP Negeri

711 Siswa Masih Bisa Sekolah di SMP Negeri

DAFTAR: Nama orangtua calon siswa mulai mendaftarkan anaknya di SMP Negeri yang masih kekurangan murid, melalui jalur nonzonasi.

BENGKULU – Bagi orangtua yang anaknya baru lulus SD tidak perlu khawatir bakal kehabisan kuota bangku Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Sebab masih ada peluang bagi 711 calon siswa SMP untuk bisa sekolah di SMPN di Kota Bengkulu. Hal ini dikarenakan, dari 25 SMPN yang ada, hanya 13 SMPN saja yang kuota siswanya terpenuhi melalui penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi online.

Sedangkan 12 SMPN lainnya masih kekurangan peserta didik baru (lihat grafis). Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu Firman Jonaidi mengatakan, mulai kemarin orang tua bisa datang ke sekolah yang masih kekurangan siswa itu untuk mendaftarkan anaknya.

“Jalur nonzonasi dimulai tadi (kemarin, red). Jadi silakan mendaftarkan anak-anak untuk sekolah ke SMP Negeri tersebut,” terangnya. Orangtua tidak perlu lagi melihat zonasi atau jarak sekolah dengan rumah untuk mendaftar sebagaimana sistem zonasi lalu. Saat ini, dimana sekolah yang diinginkan dan masih kurang siswa bisa mendaftar ke sana. Sebab sistem pendaftaran saat ini sudah nonzonasi.

“Ya tidak perlu lagi untuk melihat zona,” katanya. Dia menjelaskan, saat ini sekolah swasta sudah melakukan perekrutan siswa baru sedari awal. Bahkan sudah ada yang memulai sejak awal tahun lalu. Saat ini dia yakin, dengan keberadaan sekolah negeri dan juga ditambah SMP swasta tidak ada anak di Kota Bengkulu yang putus sekolah lantaran tidak mendapatkan sekolah.

“Saya rasa tidak ada lagi. Seluruhnya bisa tertampung,” ujarnya.

Dilarang Koordinir Seragam

Dibagian lain Firman menjelaskan, saat ini setiap sekolah memiliki pakaian seragam khas masing-masing bagi pelajarnya. Bertujuan mencirikan pelajar tersebut berasal dari sekolah tertentu. Semisalnya seragam batik, seragam muslim dan juga pakaian olahraga.

Nah biasanya orangtua siswa kesulitan mencari baju khas seragam sekolah tersebut di pasar. Satu-satunya supaya mendapatkan seragam itu, adalah membeli lewat sekolah. Firman menegaskan, kalau sekolah dilarang mengkoordinir pembelian seragam khas sekolah. Jika ini terbukti, maka akan dikenakan sanksi administrasi dan juga sanksi pidana. “Kita jauh hari sudah sampaikan, kalau sekolah dilarang mengkoordinir pembelian baju seragam siswa,” kata Firman.

Sekolah tidak boleh menawarkan pada wali siswa supaya membeli seragam sekolah itu lewat guru, koperasi atau sekolah. Namun karena orang tua sulit mendapatkan seragam sekolah di pasar-pasar, orangtua boleh meminta bantuan pada guru atau sekolah untuk membeli baju seragam sekolah itu. Ini harus dibuktikan dengan surat orderan dari orangtua siswa ke sekolah.

Jadi kesannya, bukan sekolah yang meminta, tapi orangtua yang meminta bantu ke sekolah mencarikan seragam untuk anak-anak mereka. “Ada sekolah yang telpon mau kumpulkan orangtua siswa. Mau bahas masalah seragam, saya ingatkan jangan ada sekolah mengkoordinir pembelian seragam,” katanya.

Dia menjelaskan dalam juknis PPDB sudah dijelaskan dilarang melakukan pungutan apapun, termasuk juga pembelian seragam sekolah. ”Ketika seragam itu masih bisa dibeli di pasar umum, seperti seragam merah-putih, putih abu-abu, putih-biru ya silakan beli. Termasuk pramuka itu juga mudah didapat. Nah untuk olahraga dan pakain khas sekolah ini yang sulit memang ditemukan,” terangnya.(del)

Baca Juga ...

Pembangunan Gedung Perpustakaan Batal

BENTENG –  Rencana pembangunan gedung perpustakaan yang megah di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dengan anggaran ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.