Home / METROPOLIS / Amar Makruf Nahi Munkar

Amar Makruf Nahi Munkar

 

Ustad Hery Noer Aly

Kehidupan merupakan medan perang yang berkepanjangan antara kebaikan dan keburukan. Banyak orang yang memperjuangkan tegaknya kebaikan, tetapi tak sedikit orang yang mendukung dan mempertahankan keburukan. (QS At-Taubah, 67 dan 71)

Perang antara kebaikan dan keburukan itu tidak hanya berlangsung dalam medan yang jelas dan terang benderang. Bahkan di posisi-posisi yang identik dengan pengusung kebaikan pun terjadi perang yang tersembunyi. Hal ini diingatkan oleh Nabi saw dengan sabdanya:“Tidak ada seorang nabi pun yang diutus, tidak pula seorang pemimpin yang diserahi kepemimpinan, kecuali ia mempunyai dua pihak kepercayaan. Satu pihak yang menyuruh dan menganjurkannya melakukan yang makruf; dan satu pihak yang menyuruh dan menganjurkannya melakukan yang buruk. Orang yang ma’shum ialah orang yang dijaga oleh Allah Ta’ala.

Al-Quran menginginkan kaum Muslimin mendukung terciptanya kondisi yang benar, yang bersumber pada kehendak Allah swt. Amar makruf nahi munkar merupakan suatu bentuk kesetiakawanan sosial untuk menegakkan kebenaran dan melaksanakan kebaikan dalam kehidupan serta mempersatukan seluruh potensi untuk menegakkan bangunan sosial atas landasan yang kokoh. Amar makruf nahi munkar pada dasarnya adalah tugas setiap orang beriman. Akan tetapi, karakter orang-orang beriman ialah bekerja sama bahu-membahu dalam menegakkan kebenaran dan bersama-sama menghapus kebatilan. (QS Al-Maidah, 2)

Maka salah bentuk kerja sama ialah tidak melakukan pembiaran terhadap keburukan. Jika individu dalam masyarakat dibiarkan mengerjakan apa pun yang diinginkan, maka masyarakat akan runtuh. Prinsip amar makruf nahi mungkar ibarat dua sisi dari satu keping mata uang, yang tak terpisahkan satu dari yang lain.

Kegiatan amar makruf tidak sempurna tanpa nahi mungkar, sebagaimana nahi mungkar tidak akan lengkap tanpa diikuti dengan amar makruf.Al-Quran banyak mengingatkan akan sanksi meninggalkan nahi mungkar (QS al-A’raf, 165-166);  demikian pula hadis-hadis Rasulullah saw.

Prinsip nahi mungkar menghimpun sikap penolakan terhadap segala kondisi kemerosotan. Nahi mungkar merupakan langkah untuk mengikis faktor penyebab kerusakan dalam masyarakat. Terdapat banyak penyimpangan yang luput dari tangan kekuasaan, dan baru tampak sesudah sekian lama, sehingga usaha perbaikannya sulit dilakukan.

Islam menciptakan pengawasan melekat dalam hati masyarakat yang tunduk pada risalah Ilahiah. Islam memberikan kekuatan pendorong pada hati umat manusia, sekaligus memberikan kekuatan penahan atas dasar kesadaran akan tanggung jawab dalam kehidupan.(QS al-An’am, 24-25).(cw1)

Baca Juga ...

Rel Kereta Api Mulai Dibangun Tahun 2019

BENGKULU – Proyek pembangunan rel kereta api dari Pulau Baai Kota Bengkulu ke Kota Padang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.