Minggu , 23 September 2018
Home / BENGKULU SELATAN / Jual Sabu ke Polisi, Residivis Diringkus

Jual Sabu ke Polisi, Residivis Diringkus

DIAMANKAN: Dua warga Kaur diamankan tim opsnal Sat Resnarkoba, Kamis dini hari (12/7).

PASAR MANNA – Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Bengkulu Selatan (BS) meringkus 2 warga Kaur diduga jual sabu ke wilayah hukum Polres BS, Kamis dini hari (12/7). Keduanya inisial YD (37) warga Kecamatan Tanjung Kemuning yang juga seorang residivis, dan kakak sepupunya inisial TH (39) warga Kecamatan Kelam Tengah.

Kronologisnya, penangkapan dipimpin Kasat Res Narkoba Polres BS Iptu. Rasi Ginting, SH bersama KBO Narkoba Aipda. Ahmad Gufron dan Kanit Opsnal Bripka. H. Pakpahan, berawal dari penyelidikan Sat Resnarkoba. Untuk memancing pelaku keluar, anggota Sat Resnarkoba nyamar sebagai pembeli. Setelah berhasil memancing pelaku keluar, mereka membuat janji bertemu di TKP objek wisata Pantai Pasar Bawah, Kamis dini hari (12/7) sekitar pukul 01.00 WIB.

Saat tiba dilokasi, kedua terduga pelaku ini langsung disergap anggota tim opsnal yang lain. YD sempat berupaya kabur dengan melakukan perlawanan pada petugas, namun berhasil dicegah. Keduanya lalu digeledah, dan pada kantong celana YD ditemukan narkoba jenis sabu dibungkus plastik kecil dilapisi lakban hitam disimpan dalam bungkus rokok. Keduanya lalu digelandang ke Polres BS untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Sementara ini keduanya masih kita amankan di sel tahanan Mapolres BS untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Guna penetapan tersangka masih tunggu hasil uji lab BPOM Bengkulu keluar,” ujar Kapolres BS AKBP. Rudi Purnomo, S.IK, MH melalui Kasat Resnarkoba Iptu. Rasi Ginting kepada RB kemarin.

Kasat menerangkan untuk barang bukti yang diamankan ada 1 paket sabu senilai Rp 800 ribu, 1 handphone. Keduanya juga sudah menjalani tes urine. Hasilnya, YD positif menggunakan sabu sedangkan temannya TH negatif. Sementara untuk berat barang bukti masih harus ditimbang dulu. “Kasus ini masih kembangkan lagi, untuk memburu bandarnya,” kata kasat.

Sementara itu, TH berprofesi sebagai petani ini mengaku tidak tahu bila adik sepupunya YD akan menjual barang terlarang. TH mengklaim bahwa dirinya hanya memenuhi ajakan YD untuk menemaninya ke BS, namun tidak mengetahui bahwa YD membawa sabu untuk dijual. “Saya sering dibantu dengan YD yang juga masih adik sepupu saya ini. Jadi saya ikut ketika diajak ke BS. Tapi benar-benar saya tidak tahu tujuannya ke BS mau menjual sabu,” beber TH.(key)

Baca Juga ...

DPO Cabul Dibekuk

KOTA MANNA – Setelah hampir 2 tahun jadi dafar pencarian orang (DPO), tersangka persetubuhan terhadap ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.