Home / METROPOLIS / Miliki Izin, Kemenag Tak Jamin Bebas Penipuan

Miliki Izin, Kemenag Tak Jamin Bebas Penipuan

BENGKULU – Masyarakat harus ekstra hati-hati dalam memilih travel perjalanan ibadah umrah. Sebab saat ini sudah banyak kasus jemaah asla Bengkulu yang tertipu alias gagal berangkat ke Tanah Suci walau sudah melunasi ongkos umrah.

Setelah PT Madinah Iman Wistaa (MIW) gadungan, terbaru jemaah Umrah asal Bengkulu kembali  tertipu travel umrah bernama PT Bumi Minang Pertiwi (BMP). Perusahaan ini dilaporkan jemaahnya lantaran merasa tertipu karena belum ada kepastian berangkat. Padahal, PT BMP sudah mengantongi izin operasional dari Kemenag Bengkulu.

Terkait hal ini Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Drs. H. Bustasar. MS, M.Pd melalui Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Drs. H. Ramlan, M.Hi didampingi Kasubbag Inmas Roly Gunawan, M.Hi membenarkan PT BMP memilik izin operasional yang dikeluarkan oleh Kemenag Provinsi Bengkulu.

Namun bukan berarti travel umrah yang sudah berizin bisa dijamin seluruh jemaahnya bisa diberangkatkan semuanya.  Atau bebas dari penipuan.  “Sama dengan orang yang menikah, ketika diberikan buku nikah tidak ada jaminan menjadi keluarga yang terus awet. Tergantung dengan oknumnya,” katanya.

Dia mengatakan, walaupun sudah terbit izin, masyarakat harus ekstra sensitif ketika memilih travel umrah. Ada lima pasti yang harus dicek oleh jemaah. Yakni, pastikan izinnya, pastikan jadwal keberangkatannya, kemudian pastikan penerbangannya, pastikan visanya, ada atau tidak visa mereka. Pastikan juga hotelnya, di Arab Saudi hotelnya apa. “Ini wajib ditanyakan, jika ragu silakan ke Kemenag untuk memastikannya,” katanya.

Dia mengatakan, Kemenag sudah mengeluarkan beberapa izin operasional travel umrah, termasuk PT BMP. Pengeluaran izin operasional tersebut karena seluruh persyaratan yang diajukan oleh PT BMP lengkap. Mulai dari dokumennya, kemudian kantor cabangnya, fisik kantor cabangnya dan juga kepengurusannya. Sehingga akhirnya dikeluarkan izinnya.

“Dalam perjalanannya juga bagus. Kita terus berkomunikasi dengan mereka. Jadi pembinaan kita terus dilakukan. Terjadi yang seperti ini, ini lantaran ulah oknum pengusaha travel itu. Jadi setelah dikeluarkan izin tidak ada jaminan kalau bebas atau bisa berangkat semuanya,” katanya.

Dia mengatakan, kewajiban Kemenag secara administrasi adalah melayani dan mengeluarkan izin. Izin akan diberikan ketika persyaratan yang diajukan telah lengkap. Ketika izin telah dikeluarkan, kemudian akhirnya bermasalah, kembalikan ke individu pengusaha untuk pertanggungjawabannya. “Karena ini oknum pengusaha itu,” tutupnya.(del)

Baca Juga ...

Hari Ini, Tas CJH Kota Dikumpulkan

BENGKULU – Sesuai dengan jadwal, hari ini (20/7) tas koper seluruh calon jemaah haji (CJH) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.