Home / BERITA UTAMA / Terlanjur ke MK

Terlanjur ke MK

Patriana Sosialinda

BENGKULU –Mahkamah Konstitusi (MK) memproses permohonan gugatan perselisihan hasil Pilkada (PHP) yang diajukan tim Pasangan Calon Walikota dan Wawali, Patriana Sosialinda-Mirza . Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu dan Tim Pemenangan Helmi Hasan-Dedy Wahyudi siap melayani gugatan itu.

Gugatan yang disampaikan paslon nomor 4 ini sangat menarik. Sebab, sebelumnya pada Senin (9/7) malam pukul 23.00 WIB tim pemenangan Patriana Sosialinda-Mirza menggelar konferensi pers di DPD Partai Golkar Bengkulu. Dihadiri Sekretaris DPD Partai Golkar Antonio Imanda, Kuasa Hukum Linda-Mirza Jeky Harianto, SH dan sejumlah tim pemenangan lainnya menyatakan tidak menggugat ke MK.

Diam-diam, pukul 17.35 WIB di hari yang sama, Kuasa Hukum Linda-Mirza Jeky Harianto, SH mendaftarkan gugatan tersebut ke MK dengan Nomor: APPP 52/1/PAN.MK/2018. Berdasarkan surat yang ditandatangani Panitera MK, Kasianur Sidauruk yang diperoleh RB, menyebutkan bahwa berkas permohonan telah dicatat dalam Buku Perkara Konstitusi (BP2K). Kelengkapan permohonan pemohon akan diperiksa berdasarkan Peraturan MK No 5 Tahun 2017 Tentang Pedoman Beracara dalam PHP Pilkada.

Berkas permohonan yang diajukan yakni permohonan, keputusan termohon (KPU Kota Bengkulu), daftar alat/dokumen bukti, dan surat kuasa. Komisioner KPU Kota Bengkulu,  Martawansah kemarin sudah bertolak ke Jakarta untuk memastikan kebenaran laporan sengketa Pilkada itu ke MK.

Setelah tiba di MK, dipastikan bahwa laporan tersebut sudah masuk, secara administrasi sudah lengkap. MK tinggal mengkaji materi gugatan yang dilayangkan oleh kuasa hukum Paslon tersebut. Jika diterima, maka akan dimasukkan ke buku register, untuk kemudian penjadwalan agenda sidang.

“Iya saya sudah bicara sendiri dengan pegawai di MK. Jadi memang Paslon nomor 4 sudah memasukkan laporan sengketa Pilkada secara online. Untuk berkas administrasinya sudah lengkap semuanya. Tinggal dikaji lagi untuk diproses,” kata Martawansah.

Martawansah juga sempat bercerita dengan MK, atas pernyataan tim Linda –Mirza dalam jumpa pers di Bengkulu, bahwa tidak jadi mengunggat hasil Pilkada Bengkulu ke MK. Jumpa pers itu dilakukan sekitar pukul 23.00 WIB. Sedangkan sengketa itu didaftarkan secara online sebelumnya pukul setengah enam sore.

“MK menjawab, jumpa pers tidak bisa membatalkan permohonan sengketa yang telah mereka daftarkan secara online. Apalagi materinya sudah lengkap. Jadi kalau mau membatalkan sengketa itu, harus ada surat permohonan resmi penarikan laporan atau berkas mereka ke MK. Baik itu dari kuasa hukum Paslon atau dari Paslon sendiri,” paparnya.

Martawansyah mengatakan KPU siap menghadapi sengketa Pilkada tersebut. Bentuk kesiapan awalnya dia sudah berada di Jakarta untuk memastikan kebenaran sengketa Pilkada ke MK tersebut. “Kami secara kelembagaan siap menghadapi sengketa Pilkada ini. Jadi kita tunggu tahapan dari MK dulu dalam menindaklanjuti laporan sengketa pilkada itu,” ujarnya.

Sementara itu Kuasa Hukum Helmi-Dedy,  Agustam Rahman mengatakan siap untuk menghadapi sengketa Pilkada yang dimasukkan oleh Paslon Linda-Mirza itu. “Ya memang ternyata Linda-Mirza memasukkan ke MK 9 Juli lalu pukul 5 sore,” katanya.

Dia mengatakan tim hukum HD sudah memprint dokumen gugatan Linda-Mirza itu. Saat ini tengah dipelajari untuk selanjutnya tim hukum HD akan mempersiapkan jawaban atas gugatan itu. “Mereka jual kita beli. Bahkan kami siap memborong jualan mereka,” kata Agustam.

Dia mengatakan bukti dokumen dan saksi-saksi sudah disiapkan seluruhnya. “Kita intinya siap untuk menghadapi gugatan itu,” katanya. Terkait konferensi pers tim pemenangan Linda-Mirza yang menyatakan tidak jadi menggugat hasil Pilkada Bengkulu ke MK, namun ternyata sebelumnya sudah mendaftar secara online, Gustam mengatakan biarlah publik yang menilai. “Berpolitik kok plin-plan, pagi kedelai, sore tempe,” sindir Agustam.

Terlanjur ke MK

Sekretaris DPD Golkar Kota Bengkulu, Antonio Imanda mengatakan, Senin (9/7) sore, belum ada keputusan dari Linda-Mirza apakah akan menggugat ke MK atau tidak. Karena hari itu merupakan hari terakhir pendaftaran sengketa pilkada ke MK, maka tim mendaftar secara online terlebih dahulu. Ini untuk antisipasi jika nantinya diputuskan menggugat ke MK. Kemudian pada malam harinya Linda-Mirza mengeluarkan keputusan jika tidak jadi menggugat ke MK. Gugatan sudah terlanjur didaftarkan ke MK. Akhirnya digelarlah jumpa pers menyatakan kalau paslon Linda-Mirza tidak menggugat ke MK.

“Malam harinya baru lah ada keputusan itu, bahwa tidak jadi mengguat ke MK. Walaupun fakta kita temukan di lapangan banyak pelanggaran, namun Linda beranggapan, jika ini dilanjutkan ke MK maka memakan waktu yang panjang. Yang rugi adalah masyarakat Bengkulu, pembangunan jelas akan  terhambat,” katanya.

Gugatan ke MK itu baru didaftarkan secara online dan belum deregister. Lalu bagaimana jika ternyata laporan secara online itu tetap ditindak lanjuti oleh MK karena laporan yang dimasukkan sudah lengkap? Mengingat versi KPU Kota usai koordinasi dengan MK bahwa butuh surat pencabutan permohonan gugatan. Antonio mengatakan, dia akan berkoordinasi dengan  kuasa huku. “Kuasa hukumlah nantinya yang akan bekerja untuk itu apa yang dibutuhkan,” tutupnya.

Hingga kemarin, Kuasa Hukum Paslon Linda – Mirza Jeki Harianto, SH mengakui memang dia yang mendaftarkan gugatan secara online tersebut. Namun pendaftaran itu tidak dikonfirmasi lagi olehnya. Ketika tidak lagi dikonfirmasi, maka laporan tersebut dianggap gugur.

“Ya kita sudah jumpa pers menyatakan tidak memasukkan gugatan sengketa pilkada ke MK. Masa kita masih memasukkan juga. Saya tidak pernah bilang tidak mendaftar gugatan secara online,” kata Jeki.

Dia mengatakan, pendaftaran secara online itu dilakukan sebelum digelarnya jumpa pers, terkait pernyataan tim pemenangan yang tidak akan mengugat hasil Pilkada Bengkulu tersebut. Jumpa pers sendiri dilakukan malam harinya. Sebagai sebuah kepastian kalau tim sudah memutuskan tidak memasukkan gugatan sengketa Pilkada itu ke MK.

“Jadi kita sudah sampaikan kalau kita tidak memasukkan gugatan sengketa Pilkada. Selain itu juga pendaftaran online itu otomatis sudah gugur karena 1×24 jam tidak kami konfirmasi lagi di situs MK,” ujarnya.

Sementara itu dikonfirmasi terkait pendaftaran gugatan ke MK tersebut, Linda mengatakan semuanya sudah terjawab dalam konfrensi pers. “Masa timnya bicara begitu, kemudian mereka melakukan yang lain. Kalau kandidatnya konsisten, komit dan berkelas timnya juga. Mereka tidak mau bunuh diri bicara lain yang dilakukan juga lain,” kata Linda.

Mungkin pendaftaran online itu dilakukan oleh tim untuk antisipasi mengejar jadwal. “Kalau tim sudah mengatakan begitu, kita harus percaya masa kamu curiga,” katanya.

Saat dipastikan lagi terkait laporan itu, Linda menjawab. “Ya loh kandidatnya saya, kamu nanya ke saya sudah saya jawab,” katanya. Setelah itu RB juga kemudian mencoba memastikan kembali dengan mengirimkan PDF berupa laporan ke MK. Linda kembali mengatakan. “Gak.. kan sudah konferensi pers, sudah final,” tutupnya.

Untuk diketahui hasil perolehan suara Pilwakot Bengkulu berdasarkan hasil Pleno KPU, pasangan Helmi- Dedy mendapatkan suara terbanyak dengan 44.449 suara (33,32 persen) kemudian perolehan suara terbanyak dua diraih oleh Paslon Linda – Mirza dengan perolehan suara 36.584 suara (27.34 persen). Selisih suara antar keduanya mencapai 5,98 persen.(del)

Baca Juga ...

Pengakuan Wakil Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Soal Pertemuan Riung Bandung Terkait Suap Fee Proyek

BENGKULU– Sidang perkara suap fee proyek mendudukkan Bupati Bengkulu Selatan (Nonaktif) Dirwan Mahmud sebagai terdakwa ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.