Rabu , 26 September 2018
Home / METROPOLIS / Amburadul, Lapangan Merdeka Belum Direhab

Amburadul, Lapangan Merdeka Belum Direhab

BELUM DIPERBAIKI: Kondisi lapangan Merdeka yang merupakan lokasi Tabut Besanding, hingga kemarin mulai perbaikannya. Padahal anggaran rehab lapangan beserta panggung sudah disedaiakan Rp 6,7 miliar.

BENGKULU – Tahun ini ada paket kegiatan fisik perbaikan lokasi lapangan Merdeka depan balai gedung daerah dengan nilai sebesar Rp 6,7 miliar. Anggaran perbaikan itu tercantum di pos anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu Bidang Cipta Karya.

Rehab lapangan rehab tersebut dengan harapan pelaksanaan Festival Tabut di lapangan Merdeka lebih tertata, bersih dan rapi. Sayangnya, sampai kemarin belum ada tanda-tanda pekerjaan rehab akan dimulai. Ketua Keluarga Kerukunan Tabut (KKT), Ir.Syafril Syahbudin mendesak Dinas PUPR segera merealisasikan pekerjaan yang sudah dianggarkan dalam APBD itu, setidaknya mendahulukan perbaikan lapangan merdeka di sekitar lokasi panggung tabut agar tidak becek disaat hujan.

Mengingat jadwal pembukaan Festival Tabut sudah dekat yakni tanggal 10 September maka pekerjaan diharapkan segera dimulai. Apalagi, rencananya dalam pembukaan Festival Tabut nanti akan dihadiri langsung langsung oleh Menteri Pariwisata.

“Tanah di sekitar lokasi panggung itu harus segera diperbaiki, masa setiap pembukaan Tabut tanahnya becek. Apalagi tanahnya itu banyak cekungan. Anggarannya kan sudah ada di Dinas PUPR Provinsi Bengkulu. tapi sampai sekarang belum juga dimulai perbaikannya. Minimal tanahnya ditimbun dulu atau didatarkan agar tidak becek lagi kalau hujan,” ujar Syafril.

Syafril sangat menyayangkan bila sampai hari H pembukaan Tabut belum ada perbaikan yang dilakukan oleh pemrov di lokasi lapangan merdeka. “Harusnya dikerjakan dulu di sekitar panggung. Sampai kini belum ada tanda-tanda dimulai. Padahal Menteri Pariwisata mau datang. Malu kita kalau lapangan merdeka itu belum diperbaiki dan lokasi sekitar panggung becek,” kata Syafril.

Beberapa kali Syafril koordinasi dengan pihak Dinas PUPR namun jawabnya hanya “segera dilaksanakan”. “Katanya mau mulai tapi tidak dimulai-mulai. Perbaikan di lapangan merdeka itu kan bukan untuk kami (KKT) tapi untuk kepentingan provinsi ini. Malu kan kalau menteri injak tanah becek. Sekelas menteri datang ke Bengkulu melihat kondisi seperti itu,” tutur Syafril.

Terlepas dari itu, Syafril juga mengeluhkan belum adanya pencairan dana tabut baik dari Pemprov maupun Pemkot. Sementara KKT sudah mulai poersiapan pembuatan tabut. Untuk membuat 1 tabut saja, kata Syafril membutuhkan biaya Rp 15 juta. Belum lagi biaya makan dan minum sidang dan malam selama proses pembuatan tabut.

“Anggaran belum cair. Mau tidak mau, kami tetap harus mengerjakannya pakai uang kami dulu. Kalau menunggu uang cair kapan selesainya,” keluh Syafril. Sementara itu, Plt Kadis PUPR Provinsi Bengkulu Oktaviano, ST, M.Si terkait hal ini mengatakan bahwa paket rehab atau perbaikan kawasan lapangan merdeka itu sudah masuk ke Unit Layanan Pelelangan (ULP) Provinsi Bengkulu dan sedang dalam tahap lelang.

“Itu masih dilelang di ULP. Insya Allah setelah tayang ada pemenangnya cepat dikerjakan. Itu pekerjaannya cepat kok. Anggarannya kemarin Rp 6,7 miliar untuk penataan lapangan di view tower itu termasuk renovasi pagarnya. Yang jelas nanti lapangannya tidak becek lagi kalau hujan,” demikian Okta.

Terpisah, Kadis Pariwisata Provinsi Bengkulu Yudi Satria saat ditanya kapan pencairan dana Tabut mengaku belum tahu. Ia juga tidak tahu besaran dana Tabut dari provinsi. “Itu saya tidak tahu, besarannya saya lupa. Tanya sama PPTKnya saja,” ujarnya singkat.(tew)

Baca Juga ...

Pengurusan Adminduk Membludak

BENGKULU – Memasuki masa pendaftaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), sejumlah calon peserta mulai ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.