Selasa , 16 Oktober 2018
Home / MUKOMUKO / Tidak Ada Biaya, Belasan Mobnas Ditarik dari Bengkel

Tidak Ada Biaya, Belasan Mobnas Ditarik dari Bengkel

TERBENGKALAI: Sejumlah mobnas tampak terbengkalai, lantaran tidak punya anggaran untuk memperbaikinya.

MUKOMUKO – Miris, belasan unit mobil dinas (mobnas), kondisinya memprihatinkan. Di parkirkan di belakang gedung Badan Keuangan Daerah (BKD) Mukomuko ada 10 unit mobnas terjemur di terik matahari. Mobnas yang parkir di atas tanah kuning itu, juga tersiram air hujan. Karena tidak ada penutup sebagai pelindung, baik dari panas terik matahari maupun hujan.

Diketahui sejumlah mobnas dengan kondisi demikian, merupakan mobnas bekas pakai camat dan OPD lain. Mulai dari jenis Toyota Avanza, hingga Toyota Kijang, Toyota Hilux single cabin dan ford. Kabid Aset BKD Mukomuko Budiarto menjelaskan sebelumnya mobnas itu berada di salah satu bengkel mobil di Kota Mukomuko. Karena terkendala anggaran, mobil ditarik dari bengkel. Butuh biaya yang tidak sedikit untuk memperbaikinya, karena mobnas itu rusak parah.

“Terpaksa kita ambil lagi, karena rusaknya sudah parah. Tidak mungkin mobil itu terus di bengkel. Tentu pemilik bengkel keberatan,” terang Budiarto.

Masalah lain, BKD Mukomuko tidak punya lahan parkir yang memadai untuk menampung sejumlah mobnas tersebut. Sementara mobnas itu ditempatkan di halaman belakang Kantor BKD Mukomuko. Kemungkinan, akan diajukan untuk dihapus dari aset pemkab. Mobnas itu dilelang, untuk menghindari makin memprihatinkan kondisi fisik mobnas. Apalagi sudah lama mobnas itu kehujanan dan kepanasan.

Tapi butuh persetujuan dari Pemkab Mukomuko. Sebab jika disetujui pengapusan aset, maka sejumlah mobnas itu akan dilelang untuk umum. Sementara untuk menghindari terjadi keropos pada bodi mobnas. Direncanakan akan ditutup menggunakan terpal. “Dilelang sehingga terbebas dari biaya pemeliharaan, bahkan bebas dari biaya perbaikan,” demikian Budiarto.(hue)

Baca Juga ...

Tidak Diakomodir DPRD

MUKOMUKO – Pelayanan masyarakat di Kecamatan Selagan Raya dan Malin Deman belum maksimal. Pasalnya, di ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.