Selasa , 16 Oktober 2018
Home / BENGKULU SELATAN / Protes Acara Miss Waria, GPBS Datangi Kapolres

Protes Acara Miss Waria, GPBS Datangi Kapolres

TEMUI: GPBS melakukan audiensi dengan Kapolres BS AKBP. Rudy Purnomo prihal gelaran acara miss Waria berlokasi di BS, Rabu (8/8).(YUNIKE/RB)

KOTA MANNA – Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) tergabung dalam Gerakan Pemuda Bengkulu Selatan (BS) mendatangi Kapolres BS, Rabu (8/8). Kedatangan rombongan pemuda, pelajar dan mahasiswa meminta dukungan agar acara Miss Waria dan Ratu Waria di Desa Jeranglah Tinggi Kecamatan Manna, digagalkan.

“Walaupun itu hanya untuk acara hiburan pada pesta pernikahan yang jelas toh itu dibuka dimuka umum,” kata Alip Ade Putra Ketua PMII Kabupaten BS yang ikut bergabung dalam GPBS menemui Kapolres BS, kemarin.

Menurutnya juga acara untuk waria tersebut meskipun hanya digelar dalam acara pesta pernikahan secara adat juga sudah menyalahi aturan. Begitu juga secara konstitusi dan regulasi tetap tidak bisa dilaksanakan. Lantaran belum diakui dalam konstitusi dan regulasi. Pelaku atau pelaksana acara Miss Waria dan Ratu Waria tersebut, tidak bisa menggunakan agumentasi bahwa penyelenggaraan kegiatan kontes waria dilindungi pasal 28 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 tentang kemerdekaan berserikat dan berkumpul.

“Dari pelaksana memang sudah berjanji meniadakan acara Waria ini, tapi kami minta dari polisi terus mempresure. Dan harapannya sampai pada tingkat pembinaan juga harus dilakukan,” imbuhnya.

Kedatangan GPBS ke Polres BS diterima langsung Kapolres BS AKBP. Rudy Purnomo, S.IK, MH diruangan kerjanya. Hasil pertemuan, kapolres mengambil sikap dengan mengeluarkan larangan pelaksanaan acara Miss Waria dan Ratu Waria tersebut. Lantaran sudah menimbulkan keresahan pada masyarakat. “Silahkan diawasi, laporkan jika kegiatan tersebut tetap dilaksanakan. Kegiatan yang sifatnya meresahkan warga itu tidak diizinkan, termasuk acara Miss Waria ini,” ujar kapolres.

Sementara itu pemilik acara Anton Novetra menerangkan bahwa pelaksanaan acara Waria yang rencananya akan dilaksanakan olehnya bukan kontes Miss Waria dan Ratu Waria besar-besaran, seperti di daerah lain. Acara diperuntukan bagi Waria ini hanya bagian dari acara hiburan pada saat pesta pernikahannya nanti, sebagai acara perpisahan dengan teman-temannya. Namun karena menuai kecaman, dan penolakan maka Antoni dengan sadar bersedia membatalkan acara Miss Waria pada pesta pernikahannya nanti.

“Itu hanya acara internal kita yang pesertanya hanya teman-teman saya sesama tukang salon sebagai acara hiburan pada pernikahan saya. Tetapi karena banyak protes, saya batalkan acaranya. Tidak ada lagi acara Miss dan Ratu Waria dalam pesta saya,” demikian Antoni.(key)

Baca Juga ...

DD Tahap 3 Disalurkan

KOTA MANNA – Dana Desa (DD) tahap 3 bersumber dari APBN Rp 38,9 miliar siap ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.