Selasa , 14 Agustus 2018
Home / METROPOLIS / Angkot dan Travel Harus Masuk Terminal

Angkot dan Travel Harus Masuk Terminal

SIDAK: Sekda Kota Bengkulu, Marjon, M.Pd sidak ke lokasi terminal Betungan, untuk persiapan pemanfaatan terminal. Rencananya terminal ini akan dijadikan terminal penyangga dan juga pasar untuk wilayah Betungan.

BENGKULU  – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu akan menata ulang penghuni di terminal Betungan. Sebab, saat ini kontrak mereka menghuni warung di terminal tersebut sudah habis. Kemarin (9/8) Sekda Kota Bengkulu Marjon, M.Pd melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi tersebut.

Marjon mengatakan, seluruh angkutan kota (angkot) dan juga angkutan dalam kota dalam provinsi (AKDP), termasuk mobil travel nantinya seluruhnya harus masuk ke terminal. Tidak boleh lagi berhenti menunggu penumpang di simpang 4 Betungan.

“Selama ini sopir angkot, ataupun travel itu tidak mau masuk ke terminal karena diletakkan di posisi belakang terminal. Alasan mereka tidak mau karena tidak terlihat. Sekarang kita letakkan mereka di depan sehingga bisa dilihat masyarakat,” katanya.

Untuk bangunan terminal sendiri juga dimanfaatkan untuk kantor Terminal yang akan diisi oleh petugas Dinas Perhubungan yang akan melayani mobil angkutan itu. Nah terkait dana untuk kegiatan ini kata Marjon, akan diupayakan masuk dalam APBD ini. Namun yang akan didahulukan nantinya adalah pembangunan fasilitas untuk mobil angkot dan juga AKDP tersebut.

“Kita ingin menyelamatkan mobil angkutan terlebih dahulu. Jadi kita bangun yang bagian depan ini dulu. Ini sudah menjadi program pemerintah kota secara keseluruhan untuk terminal Betungan,” terangnya.

Sementara itu, Marjon memastikan seluruh warung yang dibangun semi permanen akan dihancurkan, kemudian akan digantikan dengan kios permanen. Selanjutnya, kios tersebut akan disewakan kembali ke warga untuk dijadikan lokasi berjualan. Baik itu barang kebutuhan masyarakat ataupun resto dan caffe yang menyediakan makanan dan minuman ringan.

Pembangunan kios ini merupakan bentuk penataan terminal Bentungan dalam upaya untuk mengaktifkan kembali terminal itu. “Bangunan di belakang terminal ini sudah semrawut. Kita akan bangun ruko atau kios untuk dijadikan pasar yang menjual barang kebutuhan masyarakat,”   terang Marjon.

Dia mengatakan setelah dibangun, maka masyarakat tidak boleh lagi menjual tuak, atau kegiatan lainnya seperti warung remang-remang. Sebab bangunan milik pemerintah tidak boleh dimanfaatkan untuk kegiatan tersebut. “Jadi tidak boleh lagi ada jual tuak. Masyarakat di sini tidak ditertibkan bahasanya tapi ditata kembali,” terangnya.(del)

Baca Juga ...

Pagi Ini, Pelantikan Ketua DPRD Kota

BENGKULU – Bila tidak ada kendala, pagi ini (13/8), Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.