Selasa , 14 Agustus 2018
Home / METROPOLIS / Bandara Internasional Sulit Terealisasi

Bandara Internasional Sulit Terealisasi

BENGKULU – Rencana Pemprov Bengkulu untuk menjadikan Bandar udara (bandara) Fatmawati Seokarno menjadi bandara Internasional sulit terwujud. Sebab saat ini pengembangan bandara Fatmawati terkendala pada pembebasan lahan untuk area parkiran.

Syarat untuk sebuah bandara Internasional yakni seluruh fasilitas di dalamnya harus berstandar Internasional seperti landasan pacu minimal 3.000 meter sedangkan landasan pacu saat ini hanya sekitar 2.700 meter lebih. Selain itu, lebar landasan harus 45 meter, serta harus punya terminal yang memadai dan apron (tempat parkir pesawat) yang harus berstandar Internasional dan lainnya.

Kadis Perhubungan Provinsi Bengkulu Ir. Budi Djatmiko, MM  mengatakan, saat ini pengembangan bandara sedang dilakukan menggunakan APBN seperti penambahan panjang landasan pacu, pembangunan terminal 1 dan terminal 2 dan lainnya. Hanya saja yang jadi kendala saat ini pelebaran lahan parkir. Sebab untuk pelebaran lahan parkir harus dilakukan pembebasan lahan.

Sedangkan untuk pembebasan lahan ini diserahkan kepada Pemprov Bengkulu. Untuk melakukan pembebasan lahan kurang lebih 2 hektar, setidaknya dibutuhkan biaya sebesar Rp 60 miliar. Namun Pemprov keberatan alias tidak sanggup menggunakan APBD untuk pembebasan lahan tersebut. Karena tidak sanggup, Pemprov Bengkulu dalam hal ini Dinas Perhubungan telah menyampaikan usulan ke pusat bahwa provinsi tidak sanggup untuk melakukan membebaskan lahan dan minta agar pemerintah pusat yang membiayai pembebasan lahan menggunakan APBN.

“Soal pembebasan lahan, kita ingin itu dibebaskan menggunakan APBN karena APBD kita sangat terbatas. Kita tinggal menunggu respon atau balasan dari pusat. Mudah-mudahan diakomodir dan pembebasan lahan itu bisa menggunakan APBN,” ujar Budi.

Kalau pemerintah pusat mau membebaskan lahan menggunakan APBD, Budi optimis bandara Internasional bisa segera terwujud. Apalagi sudah ada persetujuan dari Kemenhub untuk pengelolaan bandara Fatmawati diambil alih oleh pihak PT.Angkasa Pura II.

“Untuk pengalihan pengelolaan ke pihak Angkasa Pura tinggal lagi dari sisi administrasi yang harus diselesaikan. Sekarang kan masih dikelola oleh Menkeu karena menggunakan Badan Layanan Umum (BLU). Makanya BLU itu harus dicabut dulu baru bisa dikerjasamakan dengan pihak Angkasa Pura,” jelas Budi.

Kapan mulai bisa dikelola oleh Angkasa Pura? Budi tidak bisa memastikan. Namun yang jelas, kata dia saat ini dari sisi pengembangan pembangunannya sudah mulai berjalan dari masterplan. Siapapun nanti yang mengambil alih pengelolaan bandara, pembangunannya tetap dilanjutkan sesuai master plan. Artinya, setelah diambil alih Angkasa Pura nanti pengembangan bandara tetap dilanjutkan.

“Kita ingin secepatnya pengelolaan bandara itu oleh pihak Angkasa Pura agar proses pengembangan bandara bisa lebih cepat. Tapi nggak mesti menunggu pengembangannya selesai dulu baru dikelola oleh Angkasa Pura. Yang penting program pengembangan bandara itu terlaksana, siapapun yang mengelolanya nanti yang penting kita ingin penerbangan ini bisa menjadi penerbangan Internasional,” demikian Budi.(tew)

Baca Juga ...

Pagi Ini, Pelantikan Ketua DPRD Kota

BENGKULU – Bila tidak ada kendala, pagi ini (13/8), Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.