Selasa , 16 Oktober 2018
Home / METROPOLIS / Seminar Kiprah Asean, Unihaz Undang Kemenlu

Seminar Kiprah Asean, Unihaz Undang Kemenlu

SEMINAR: Pembukaan seminar di Unihaz yang mengundang langsung perwakilan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdesaan.

BENGKULU – Association of South East Asian Nation (ASEAN) sudah berusia 51 tahun, sejak berdiri 8 Agustus 1967. Hingga kini ASEAN telah berkiprah, terutama dari aspek menjaga stabilitas negara-negara anggota serta membangun kerjasama ekonomi antar anggota untuk mencapai kemakmuran bersama.

Fakta ini terungkap dari seminar nasional dan workshop yang digelar di Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH (unihaz) kemarin (9/8) pagi. Seminar itu digagas Pusat Studi ASEAN Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unihaz yang bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri RI dari tahun 2015 silam.  Seminar menghadirkan 5 narasumber.

Diantaranya Asisten III Pemrov Bengkulu, Gotri Suyanto, Direktur Pengembangan Usaha Ekonomi Desa Kemendes RI, Drs. Nugroho Setijo Nagoro, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bidang Advisory dan Pengembangan Ekonomi Christin R. Sidabutar, serta Dosen Fisipol Dr (Can) Alexander Hasyim, M. Si dihadiri Rektor Unihaz, Dr. Yulpiferius, M. Si.

Sekretaris Ditjen Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri Verdi Kurnia Buana mengapreasiasi upaya Unihaz, terutama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik untuk menyelenggarakan seminar dalam rangka mengenalkan ASEAN kepada masyarakat dan mahasiswa serta stake holder di Provinsi Bengkulu.

Kerjasama sudah berjalan baik dengan aneka rupa kegiatan seperti seminar, lomba-lomba Bahasa Inggris dan Simulai Sidang ASEAN yang tentunya harus semakin ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Khusus di Indonesia kerjasama ini sudah ada 56 Universitas di Indonesia termasuk yang ada di Bengkulu.

“Sekali lagi kita apresiasi atas peran Pusat Studi ASEAN Universitas Prof. Dr. Hazairin dalam mengenalkan apa itu ASEAN dan Kipranya selama ini,” bebernya.

Sepintas sambung dia, ASEAN adalah perhimpunan negara di Asia Tenggara, yang sudah berhasil membangun stabilitas di negara-negara antar anggota termasuk kerjasama ekonomi antar negara. “Sulit dibayangkan jika saat itu ASEAN tidak ada, di tengah negara-negara Asia Tenggara yang saat itu masih menghadapi perang dingin antara Kubu Soviet dan Amerika,” jelasnya.

Belum lagi situasi politik kala itu, saat ASEAN berdiri belum terlalu lama, meninggalkan suatu situasi perang dunia ke-2 yang tercatat dalam sejarah meluas hingga melibatkan negara yang ada di Asia, Eropa, Afrika dan Amerika. “Makanya peran ASEAN sangat penting sekali, dan inilah organisasi negara dalam skup yang terbatas yang paling sukses dalam dan relatif lebih berhasil dalam menjalin kerjasamanya,” tukasnya.

Sementara itu ketua penyelenggara seminar, Dra. Harmiaty, M, Si mengatakan panitia juga menggelar lomba pidato berbahasa Inggris tingkat mahasiswa dan SMA. “Juga ditambah kegiatan simulasi sidang-sidang  ASEAN,” ungkapnya. (iks)

Baca Juga ...

Duta GenRe Ciptakan Tokoh Representatif Gegen dan Rere

Menyebarkan Virus Generasi Berencana Lewat Komik Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengedukasi masyarakat. Edukasi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.