Selasa , 14 Agustus 2018
Home / BERITA UTAMA / Angkot Tolak Kehadiran Grab, Dishub Larang Sweeping

Angkot Tolak Kehadiran Grab, Dishub Larang Sweeping

SWEEPING: Beberapa sopir angkot kuning melakukan sweeping terhadap grab di depan BenMall, saat masih berlangsung hearing antara sopir angkot dan perwakilan grab di Dinas Perhubungan masih berlangsung. (foto : rio/rb)

BENGKULU– Angkutan Kota (angkot) lima warna di Bengkulu menggelar aksi mogok, Jumat (10/8). Ini sebagai bentuk protes atas kehadiran transportasi online, grab. Tak hanya itu dibeberapa tempat supir angkot juga melakukan sweeping pada grab. Seperti di  depan Bencoolen Mall. Satu grab motor distop dan ditegur. Mereka juga melakukan sweeping terhadap angkot yang masih beroperasi mengangkut penumpang.

“Tadi ada 2 angkot yang kami stop dan kami turunkan penumpangnya. Tadi juga ada grab motor juga kami ingatkan. Tapi kami tidak arogan, cuma kasih imbauan saja,” ujar Kurniawan, salah satu sopir angkot yang melakukan sweeping.

Dikatakan Kurniawan, alasan mereka melakukan sweeping terhadap grab karena menurut mereka grab itu tidak boleh keliling mencari penumpang. Apalagi sampai nongkrong di depan mall. “Seharusnya tidak boleh keliling karena mereka ada pos tersendiri. Kadang mereka sengaja tegak-tegak nawari penumpang depan BenMall,” kata Kurniawan.

Sekretaris Dishub Provinisi Bengkulu M.Yusuf menegaskan bahwa sweeping itu dilarang dan bisa ditangkap oleh aparat kepolisian. “Terkait aksi sweeping, itu menyalahi aturan. Kalau ada sweeping dilapor saja ke polisi. Dan polisi yang akan merazianya. Mereka bisa ditangkap,” demikian Yusuf.

Grab sendiri untuk beberapa hari ke depan akan offline. Ini setelah diminta oleh Kadis Perhubungan Provinsi Bengkulu Ir. Budi Djatmiko atas tuntutan dari para sopir angkot 5 warna dalam rapat bersama perwakilan pihak grab kemarin (10/8) pukul 14.00 WIB.

Koordinator Grab Bengkulu, Yayan Bastian yang hadir langsung dalam rapat tersebut mengatakan akan memenuhi permintaan Dishub dan akan segera koordinasi ke pusat untuk menutup sementara aplikasi grab (offline). “Kalau memang dari Pemprov minta meng-off kan semua karena belum teregistrasi, baiklah kami akan sampaikan ke pusat,” kata Yayan.

Kadis Perhubungan Provinsi Bengkulu, Budi Djatmiko meminta agar grab di Bengkulu berbadan hukum dengan melakukan kerja sama dengan koperasi. Dari rapat itu, pihak grab mengatakan sudah koordinasi dengan pihak koperasi, hanya saja masih ada syarat yang belum dilengkapi oleh koperasi untuk diajukan ke Dinas Penanaman Modal, Perizinan terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk dikeluarkan izinnya.

Syarat yang perlu dilengkapi oleh koperasi adalah keterangan kelanjutan usaha grab itu sendiri. Atau dengan kata lain harus ada syarat berupa lampiran keterangan tentang perkembangan untuk rencana kedepannya. Selama itu belum dilengkapi dan belum mendapat izin dari DPMPTSP, maka selama itu pula grab di Bengkulu harus offline.

“Selama persyaratan administrasi angkutan umum belum lengkap dan belum mendapatkan izin, kami minta sementara offline-kan dulu. Harus berbadan hukum dulu, koperasi atau perusahaan. Jangan nanti kesannya kami (Dishub) melegalkan. Memang ini permainan aplikasi. Tapi karena itu mengangkut orang/penumpang, perlu ikuti aturan,” ujar Budi.

Sebelum rapat bersama pihak grab, Dishub telah lebih dulu menggelar hearing di hari yang sama dengan para perwakilan sopir angkot 5 warna pukul 08.00-10.30 WIB. Dimana para sopir angkot menyampaikan keluhan mereka dengan adanya grab di Bengkulu. Mereka minta grab ditiadakan atau dihilangkan dari Bengkulu.

Namun sebelum mendengarkan curhatan dari sopir angkot, Budi menjelaskan bahwa saat ini baru ada 40 grab yang sudah mengajukan pengurusan izin. Dishub juga membatasi Grab di Bengkulu hanya 200, tidak bolah lebih dari itu. Jadi terkait banyaknya Grab di bengkulu, itu dipastikan tidak berizin semua.

“Yang jelas kuota untuk Bengkulu hanya 200, tapi yang telah mengajukan izinnya baru 40. Jadi kalau ada yang sampai memanggil-manggil penumpang di pinggir jalan, persimpangan, depan mall kami tidak tahu apakah grab atau bukan,” kata Budi.

Namun, kata Budi berdasarkan keterangan dari koordinator grab Bengkulu, bahwa memang saat ini untuk mendaftar atau bergabung di grab sangat mudah sekali. Banyaknya grab di Bengkulu karena rata-rata mereka tidak mendaftar di kantor grab Bengkulu melainkan langsung mendaftarkan diri ke pusat secara online melalui aplikasi.

Salah satu sopir angkot yang ikut hearing, Sukardi menuturkan bahwa sejak adanya grab di Bengkulu, penghasilan mereka perhari berkurang drastis. “Biasanya sebelum grab ada di Bengkulu kami dapat kotor Rp 150-200 ribu perhari, dan bawa pulang bersih sekitar Rp 50-75 ribu perhari. Sekarang saat ada grab dan semakin banyak, penghasilan kotor kami perhari cuma Rp 75-100 ribu. Kami cuma bisa bawa pulang sekitar Rp 35 ribu,” keluh Sukardi.

Sopir angkot lainnya, Dwi Hermansyah melanjutkan bahwa saat ini dimana-mana, sudah ada grab. Mereka mau nambang cari penumpang di Bandara pun sudah ada grab. Bahkan kadang-kadang grab sampai memanggil penumpang, bukan lagi melalui aplikasi. Belum lagi banyaknya grab motor yang bebas keliling kota mencari penumpang.

“Kami sopir angkot sudah ikuti aturan pemerintah. Mulai dari KIR, trayek, bayar pajak sudah kami patuhi. Bahkan kami sudah balik nama ke koperasi. Tapi malah kami semakin tertindas. Sedangkan grab mobil itu, KIR tidak punya, stiker juga tidak ada. Cuma modal STNK saja. Setiap simpang ada grab. Bukan hanya lewat aplikasi, malah mereka juga menawarkan diri ke penumpang,” kata Dwi.

Para sopir angkot ini sepakat menolak keberadaan grab di Bengkulu karena menurut mereka belum sesuai di Bengkulu. “Kami dengar sekarang jumlah grab sudah seribu lebih. Kami minta grab itu ditiadakan, kami menolak. grab belum cocok untuk di Bengkulu,” tukas Dwi.(tew)

Baca Juga ...

Kawasan Ekowisata Desa Waerebo Kini Dapat Mengakses Internet

WAEREBO – Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana bekerja sama dengan PT. Pasifik Satelit Nusantara melalui ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.