Home / BERITA UTAMA / Bantu Bandar Narkoba, Sipir Lapas Tertangkap Tangan Terima Sabu 500 Gram dari Kurir

Bantu Bandar Narkoba, Sipir Lapas Tertangkap Tangan Terima Sabu 500 Gram dari Kurir

JAKARTA – Upaya Kemenkum HAM mereformasi lapas terus menghadapi tembok tebal. Bisnis narkoba di dalam lapas kembali terungkap. Sabtu (22/9) Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap bandar narkotika yang menjual narkotika di dalam lapas Lubuk Pakam, Sumatera Utara, dengan bantuan seorang sipir.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menuturkan, dari penyelidikan diketahui adanya rencana pengiriman sabu masuk ke Lapas Lubuk Pakam. Setelah diintai oleh petugas sejak Minggu (16/9), akhirnya tersangka seorang kurir bernama Bayu berhasil diringkus. ”Dia menggunakan sepeda motor berhenti di depan lapas,” ujar Arman.

Seorang sipir yang belakangan diketahui bernama Maredi langsung keluar. Seakan sudah kenal, Maredi langsung menerima bungkusan plastik hitam. ”Petugas langsung menyergap keduanya,” terang jenderal berbintang dua tersebut. Video penangkapan yang terekam di CCTV lapas itu pun viral di media sosial

Setelah diperiksa, isi plastik hitam itu ternyata sabu seberat 500 gram. Tidak berhenti di sana, kasus dikembangkan dalam beberapa hari hingga Jumat (21/9). ”Hasilnya, enam tersangka lain tertangkap secara berantai,” paparnya.

Enam tersangka itu adalah Edu, Elisabeth, Dian, Edward, Husaini dan Deky. Mereka merupakan pengendali dan pembantu dalam mengedarkan narkotika. ”Dari keenam orang ini ditemukan sabu yang lebih banyak dengan berat 36,5 kg. Ini stok untuk ke lapas,” ujarnya.

Tidak hanya sabu, ada juga 3 ribu butir ekstasi yang disita dari bandar spesialis lapas tersebut. Dia menjelaskan, dari skalanya yang besar, BNN menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap mereka. ”Kami akan miskinkan para bandar ini,” tuturnya.

Apakah sudah ada hasil penjualan narkotika yang disita? Arman menjelaskan uang tunai ditemukan Rp 681 juta. ”Ditemukan di salah satu rumah bandar, ada juga sejumlah kendaraan roda empat yang disita,” ujarnya.

Arman menjelaskan, perlu kerja sama banyak pihak untuk bisa memperbaiki lapas. BNN akan membantu Kemenkum HAM untuk melakukannya. Soal keterlibatan kepala Lapas, Arman belum bisa memastikan. BNN masih mengembangkan kasus tersebut. Rencananya para tersangka akan diperiksa di Jakarta. ”Akan diketahui sejauh apa jaringan ini meracuni lapas,” terang mantan Kapolda Kepulauan Riau tersebut. (idr/tom)

Baca Juga ...

Marquez Rengkuh Juara Dunia Ke-7

MOTEGI– Selepas sesi warm up menjelang balapan MotoGP Jepang kemarin, Presiden Honda Racing Corporation (HRC) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.