Home / BERITA UTAMA / Dewan Gerah, Pelindo Dianggap Tidak Serius Atasi Pendangkalan Alur

Dewan Gerah, Pelindo Dianggap Tidak Serius Atasi Pendangkalan Alur

BENGKULU– PT.Pelindo II dinilai kurang serius mengatasi masalah pendangkalan alur  pelabuhan Pulau Baai. Pasalnya setiap tahun selalu saja dilakukan pengerukan alur yang menghabiskan biaya puluhan miliar. Sampai saat ini belum ada kepastian dari Pelindo mengenai solusi yang akan mereka lakukan untuk mengatasi persoalan ini.

Hal ini membuat anggota dewan gerah. Waka II DPRD Provinsi Bengkulu, Suharto, SE, M.Ba dalam waktu dekat akan memanggil General Manager (GM) Pelindo untuk mencari solusi mengatasi pendangkalan alur. Sebab sampai saat ini belum ada saran yang diterima oleh Pelindo, baik saran dari Plt Gubernur Bengkulu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah maupun saran dari anggota DPRD.

“Nanti akan kita panggil dulu GM nya. Jadi supaya mereka tahu bahwa kami minta kepastian mengenai solusi dari mereka. Apa solusi yang lebih efektif. Walaupun harus mengeluarkan anggaran yang besar tapi kalau memang ada hasilnya tidak apa-apa. Daripada setiap tahun menghabiskan uang negara,” ujar Suharto.

Pihak Manajemen Pelindo akan dipanggil dalam waktu dekat agar persoalan yang sudah bertahun-tahun tidak terpecahkan ini bisa dicarikan solusi yang terbaik secara bersama-sama.  “Saya juga tidak setuju kalau setiap tahun buang-buang duit mengeruk pasir itu sampai mendatangkan kapal asing. Dalam pengerukan itu harus ada hasil, tapi hasilnya untuk jangka panjang, bukan cuma sesaat. Masa setiap tahun dikeruk terus. Walaupun dana BUMN itu kan uang negara juga, sama saja,” tukas Suharto.

Kalau pun Pelindo belum bisa terima saran dari Pemda Provinsi dan DPRD, lanjut Suharto ia minta Pelindo mencari solusi sendiri dan segera realisasikan dan solusi itu. “Nanti kami kasih saran juga ke GM nya langsung. Segera kami panggil,” kata Suharto.

Terpisah, Asisten II Setdaprov Bengkulu Hj. Yuliswani, SE mengaku sudah beberapa kali memberikan saran kepihak Pelindo agar ada solusi yang permanen, misalnya seperti saran dari Plt Gubernur harus dibuat breakwater agar pasir di kolam pelabuhan itu tidak tergerus lagi. “Saya tidak tahu lagi harus berkata apa, mungkin mereka ingin proyek itu ada terus setiap tahun,” kata Yuliswani.(tew)

Baca Juga ...

Marquez Rengkuh Juara Dunia Ke-7

MOTEGI– Selepas sesi warm up menjelang balapan MotoGP Jepang kemarin, Presiden Honda Racing Corporation (HRC) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.