Home / BERITA UTAMA / Kasasi Ridwan Mukti Ditolak Mahkamah Agung, Rohidin Segera Dilantik Gubernur

Kasasi Ridwan Mukti Ditolak Mahkamah Agung, Rohidin Segera Dilantik Gubernur

KENANGAN : Gubernur Ridwan Mukti menari bersama Ketua BMA Effendi MS saat arak-arakan Barong Landong di Jalan Jend. Sudirman. (foto : komi/rb)

BENGKULU– Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA akan dilantik segera menjadi Gubernur Bengkulu ke-10. Ini setelah Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan Gubernur (Nonaktif) H. Ridwan Mukti.  Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar mengatakan, ketika sudah mendapatkan nomor register putusan kasasi MA. Kemendagri mengusulkan pemberhentian Ridwan Mukti sebagai Gubernur Bengkulu ke Presiden. Kemudian Wakil Gubernur Bengkulu,  Rohidin Mersyah diangkat menjadi Gubernur definitif menggantikan Ridwan Mukti.

“Nomor register putusan pengadilan dalam hal ini kasasi di MA ini yang akan menjadi dasar kita mengajukan pemberhentian Ridwan Mukti dari gubernur,” kata Bahtiar.

Dia menjelaskan, Gubernur diangkat dengan keputusan Presiden. Lalu diberhentikan juga dengan keputusan Presiden. Dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menjelaskan, kepala daerah bisa diberhentikan karena tiga hal. Pertama karena meninggal dunia, kemudian kedua karena mengundurkan diri dan ketiga karena diberhentikan. Diberhentikan ini karena putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap. “Kalau sudah incrach registernya sudah ada, akan jadi dasar pengajuan ke presdien,” terang Bahtiar.

Terkait lama proses pemberhentian Ridwan Mukti dan pengangkatan Rohidin sebagai Gubernur, akan dilakukan secepatnya setelah register putusan MA tersebut didapat oleh Kemendagri. Sebab tidak boleh ada kekosongan jabatan gubernur walau hanya sehari. “Saat ini memang ada gubernurnya, namun masih berstatus pelaksana tugas,” ujar Bahtiar.

Sementara itu, Plt Gubernur Bengkulu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.MA terkait dengan ditolaknya kasasi Ridwan Mukti oleh MA belum mau banyak berkomentar. Ia hanya berharap agar Ridwan Mukti dan istrinya selalu sehat dan sabar. “Semoga Pak RM dan Ibu Lily selalu sehat. Kejadian ini semoga menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk melakukan perbaikan di kemudian hari,” kata Rohidin.

Terkait bahwa dirinya akan segera dilantik menjadi Gubernur Bengkulu definitif, Rohidin mengaku akan mengikuti tahapan sesuai aturan yang berlaku. “Selanjutnya kita ikuti saja bagaimana tahapan berikutnya sesuai aturan yang berlaku,” ujar Rohidin.

Yang jelas Rohidin siap menggantikan Ridwan Mukti untuk meneruskan sisa masa jabatannya sebagai Gubernur Bengkulu definitif. “Kami berdua dengan Pak RM satu visi untuk membangun Bengkulu. Makanya saya pun punya tanggung jawab untuk mewujudkan visi dan misi yang menjadi kontrak politik kami selama 5 tahun,” demikian Rohidin.

Kasasi Ridwan Mukti  dalam perkara suap Rp 1 miliar dari proyek pembangunan infrastruktur jalan menggunakan APBD Provinsi Bengkulu telah diputuskan oleh MA. Kasasi yang diajukan oleh RM tersebut ditolak oleh MA. Putusan bernomor 4/Akta.Pid.Tipikor/2018/PN Bgl menguatkan putusan banding di Tingkat Pengadilan Tinggi Bengkulu 28 Maret 2018 lalu. Dimana  menjatuhkan hukuman 9 tahun penjara serta mencabut hak politik Ridwan Mukti selama 5 tahun setelah menjalani hukuman pokok.

MA juga memperbaiki putusan Pengadilan Tinggi Bengkulu, RM diwajibkan membayar denda Rp 400 juta. Jika tidak dibayar, maka akan diganti dengan hukuman penjara selama 8 bulan. Ini lebih tinggi dari putusan banding di tingkat Pengadilan Tinggi Bengkulu, dimana jika tidak membayar denda Rp 400 juta tersebut, diganti 2 bulan penjara.

Putusan ini juga menguatkan putusan Pengadilan Negeri Bengkulu 45/Pid.Sus-TPK/2017/PN Bgl pada 11 Januari 2018 lalu. Dimana ditingkat PN hakim menjatuhkan hukuman pada Ridwan Mukti serta Lily dengan hukuman  8 tahun penjara, dan denda Rp 400 juta subsider 2 bulan kurungan. Kemudian menjatuhkan hukuman pencabutan  hak politik selama 2 tahun setelah Ridwan Mukti menjalankan pidana pokoknya.

Juru bicara MA, Suhadi mengatakan, putusan tersebut sudah dikeluarkan pada 18 September 2018 kemarin. Kasasi yang diajukan oleh RM tersebut ditolak. Dia mengatakan putusan kasasi itu apakah hanya berlaku untuk Ridwan Mukti saja atau juga pada Lily dia belum memastikannya. Sebab seingatnya Lily tidak mengajukan kasasi atas putusan banding Pengadilan Tinggi Bengkulu  tersebut. “Ya kasasinya ditolak. Hanya ada penyempurnaan di hukuman subsidairnya saja, jika terdakwa tidak mengganti denda Rp 400 juta maka subsidairnya atau hukuman penjaranya ditambah dari 2 bulan menjadi 8 bulan,” terangnya.

Sementara itu, Penasihat Hukum Ridwan Mukti, Abdusy Syakir ketika dikonfirmasi mengatakan dia belum menerima dan mengetahui kalau kasasi tersebut ditolak. “Saya akan berkoordinasi dengan Mahkamah Agung terkait hal ini,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, PN Tipikor Bengkulu menyatakan terdakwa Ridwan Mukti dan Lily Martiani Maddari terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi (menerima suap fee proyek Rp 1 Miliar). Dan menyatakan perbuatan terdakwa sebabagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 12 a UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 Junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Dan memvonis masing-masing terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun dan pidana denda Rp 400 Juta Subsidair 2 bulan. Khusus untuk terdakwa Ridwan Mukti hak politiknya dicabut selama 2 tahun setelah menjalani hukuman pokok nantinya.

Terkait dengan putusan tersebut masing-masing terdakwa melalui Penasihat Hukum (PH) mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bengkulu. Hasil putusan banding majelis hakim PT Bengkulu menyatakan menolak dan memperbaiki putusan majelis hakim PN Tipikor Bengkulu yaitu memvonis masing-masing terdakwa dengan pidana penjara selama 9 tahun dan pidana denda Rp 400 Juta subsidair 2 bulan. Kemudian untuk terdakwa Ridwan Mukti hak politiknya juga dicabut selama 5 tahun setelah menjalani hukuman pokok. Atas putusan PT tersebut akhirnya Ridwan Mukti dan Lily mengajukan kasasi ke Mahmakah Agung.(del/tew)

Baca Juga ...

Marquez Rengkuh Juara Dunia Ke-7

MOTEGI– Selepas sesi warm up menjelang balapan MotoGP Jepang kemarin, Presiden Honda Racing Corporation (HRC) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.