Home / METROPOLIS / Pasar Minggu jadi Ikon Pasar Modern

Pasar Minggu jadi Ikon Pasar Modern

KUNJUNGI: Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, SE, MM memimpin penertiban pedagang secara persuasif di kawasan Pasar Minggu kemarin.

BENGKULU – Program 100 hari kerja Helmi-Dedy dalam penataan kawasan pasar tradisional patut diapresiasi. Pasalnya setelah s berhasil menata kawasan Pasar Panorama di Jalan Kedondong dan Jalan Belimbing, kali ini giliran kawasan Pasar Minggu KZ Abidin depan Mega Mall yang jadi target penataan.

Kepada RB, Wawali, Dedy Wahyudi mengaku bahwa dalam penataan kawasan Pasar Minggu ini pihaknya bercita-cita akan menjadikan kawasan Pasar Minggu sebagai ikon pasar modern yang akan selalu ramai dikunjungi masyarakat. Dengan bertujuan memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Dalam penataan pasar ini kita bertujuan bagaimana menciptakan pasar itu nyaman, pedagang dan pembeli semuanya bisa nyaman dan menjadi pasar selalu ramai. Sama sepertinya Mall itu kenapa bisa ramai? Karena suasananya nyaman, maka pengunjung akan ramai. Nah kita juga akan bisa menjadikan Pasar Minggu ini ikon pasar modern, karena Pasar Minggu ini pasar tua yang dulunya hingga sekarang masih ramai,” papar Dedy.

Selain itu sambung Dedy, dalam penataan dan pengembangan pasar tradisional Pemkot juga sudah mempunyai rencanan akan meminjam dana ke PT SMI tersebut. “Dan kita akan mengajukan pinjaman ke PT SMI dan itu insha Allah juga untuk penataan pasar, mulai dari Pasar Panorama, Pasar Minggu, Pasar Baru Koto, termasuk kita bikin pasar baru di kawasan Terminal Betungan dan di Sungai Hitam. Agar tujuannya kawasan pasar dapat berkembang maju dan menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD),” ungkapnya.

Bujuk Pedagang Pasar Minggu

Sementara itu, pantauan RB, kemarin (10/10) pagi, rombongan Wakil Walikota (Wawali) Dedy Wahyudi, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota, Marjon, MPd beserta pejabat OPD lainnya kembali membujuk pedagang kaki lima (PKL) tepatnya dikawasan depan Mega Mall dan dekat Kantor UPTD Pasar Minggu, agar tidak berjualan sembarangan di atas jalan dan trotoar.

Sama dengan hal sebelumnya, Wawali melakukan pola pendekatan secara persuasif untuk membujuk agar para pedagang yang berjualan di pinggir jalan, bisa memanfaatkan los di dalam pasar minggu dan tidak melakukan praktek jual beli di pinggir jalan yang dianggap mengganggu lalu lintas dan membuat Kota Bengkulu jauh dari kata bersih.

“Ibu-ibu ayo kita jualan didalam, disana sudah ada tempatnya. Ayo kita sama-sama dukung, agar penataan pasar kita ini tertata rapi,” celetuk Wawali Dedy di hadapan pedagang.

Dalam arahannya kepada pedagang, Dedy meminta agar pedagang berjualan tertib tidak sembarangan lagi di badan jalan atau trotoar. Sehingga menciptakan kondisi pasar menjadi lebih bersih dan tertata rapi. Wawali pun memastikan pihaknya menjamin ketersediaan lapak bagi para pedagang yang masih berjualan di luar pasar.

“Sebab kami sudah siapkan lapak bagi para pedagang, jadi tidak ada lagi alasan pedagang untuk tidak berjualan di dalam pasar. Untuk praktek penyewaan lapak oleh para jukir akan kami tindak tegas. Karena tidak boleh ada sewa enyewa lapak jalanan itu,” tegas Dedy.

Dalam kunjungan rombongan Wawali itu, sejumlah pedagang juga mengeluhkan jika mereka berdagang di luar pasar lantaran tidak tersedianya lapak lagi didalam, ditambah pungutan liar yang kerap terjadi. Bahkan masih ada praktik sewa lapak yang dilakukan oleh para juru parkir.

“Kalau kami setuju saja kalau pasar tertata dan  harus berdagang di dalam pasar. Namun juga dipikirkan juga lapak untuk kami. Sebab kalau menata pasar ini, menertibkan pedagangnya jangan pilih kasih, harus ditertibkan semuanya,” cetus Edi salah satu pedagang ikan Pasar Minggu.

Target 4 Hari Tata Pasar Minggu

Menariknya dalam kegiatan itu, Wawali juga memberikan target 4 hari kepada kepala UPTD Pasar Minggu Arman Jihad, untuk segera menertibkan dan menata Pasar Minggu. Ia bahkan menjanjikan reward kepada kepala UPTD pasar apabila dalam 4 hari yang ditargetkan mampu melakukan penataan sebagaimana mestinya.

“Yang jelas saya akan berikan apresiasi atau penghargaan kepada kepala UPTD Pasar Mingguapabila dia nanti bisa menjalankan tugas yang diberikan, yaitu menata pasar dan memindahkan pedagang luar pasar untuk berjualan di dalam pasar, agar tertata rapi,” jelas Dedy.

Sementara itu Kepala UPTD Pasar Minggu, Arman Jihad mengatakan, pihaknya akan segera menjalankan tugas yang diberikan. Namun ia tidak bisa berjanji akan menyelesaikan tugasnya selama 4 hari ke depan. “Ya Insya Allah saya akan menindaklanjuti perintah dari wawali untuk menertibkan para pedagang yang masih berjualan di luar pasar. Dan kita akan berusaha agar pedagang ini bisa berjualan rapi,” ucap Arman Jihad.(new)

 

Baca Juga ...

Jelang Tahun Baru, Waspada Gepeng Eksodus

BENGKULU – Jelang menyambut tahun baru 2019 yang tinggal hitungan dua bulan lagi, sejumlah gelandangan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.