Home / BENGKULU SELATAN / Politik Bisa Jadi Sumber Konflik

Politik Bisa Jadi Sumber Konflik

PASAR MANNA – Selain ekonomi, sosial budaya, dan agama sumber konflik sosial juga bisa terjadi. Ini karena ada persaingan atau perbedaan pandanan politik. Hal itu disampaikan Waka Polres Kompol. M Shandy, S.IK mewakili Kapolres BS AKBP. Rudy Purnomo, S.IK, MH pada rakor Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial (TPPKS) Kabupaten Bengkulu Selatan (BS).

“Sumber konflik sosial bermacam-macam, diantaranya ekonomi, politik, sosial budaya, suku, agama, ras, antar golongan, sengketa batas wilayah, sengketa sumber daya alam, dan distribusi sumber daya alam tidak seimbang,” beber wakapolres pada rakor penanganan konflik sosial di Gedung Pemuda kemarin, Rabu (10/10).

Lebih lanjut wakapolres bahwa konflik sosial dapat melibatkan dua orang atau lebih. Ditandai oleh keadaan saling mengancam, menghancurkan, melukai, dan melenyapkan di antara pihak-pihak yang terlibat. Sehingga dapat menyebabkan hilangnya rasa aman, timbulnya rasa takut, rusaknya lingkungan dan pranata sosial, kerugian harta benda, jatuhnya korban jiwa, timbulnya trauma psikologis (dendam, benci, antipati). Serta melebarnya jarak antara para pihak berkonflik sehingga dapat menghambat terwujudnya kesejahteraan umum.

“Sudah banyak kasus konflik sosial. Keberagaman pendapat dan pandangan di kalangan masyarakat dan perbedaan kepentingan membuat terjadi perbedaan pendapat yang berujung pada terjadinya konflik di masyarakat,” kata wakapolres.

Polisi sendiri, sambungnya, memiliki peran dalam penanganan termasuk pencegahan konflik sosial. Itu berdasarkan Perkap Nomor 08 Tahun 2013 Tentang Teknis Penanganan Konflik Sosial. Mulai dari menginventarisir masalah, pendalaman masalah hingga penentuan prioritas sebagai bentuk identifikasi konflik.

Kemudian untuk pencegahan konflik itu sendiri, polri berperan untuk memelihara kondisi tetap damai, mengembangkan sistem penyelesaian perselisihan, meredam potensi konflik dan membangun sistem peringatan dini.

“Mengutamakan pencegahan dan keterpaduan, mengedepankan pranata adat/sosial untuk mendapatkan kesepakatan, dan mengikutsertakan unsur TNI dalam penanganan sebelum penetapan status keadaan konflik,” terang wakapolres.

Penjabat Sekda BS, Drs. H Yulian Fauzi, MAP mewakili Plt Bupati BS yang berhalangan hadir menambahkan tujuan keberadaan Tim TPKS untuk mengantisipasi dan menangani konflik sosial yang terjadi di Kabupaten BS. Rakor sendiri digelar sebagai upaya pencegahan konflik sosial di masyarakat.

Dengan mengetahui dan berbagi informasi terkait bibit-bibit konflik sosial sejak awal maka diharapkan dapat mencegah konflik membesar dan meluas. “Sejak awal harus dicegah, kalaupun terlanjur sudah terjadi maka bagaimana upaya kita menghentikan agar konflik tidak meluas, serta pemulihannya,” demikian Yulian.(key)

Baca Juga ...

Jembatan Rusak Ancam Warga

KOTA MANNA – Kondisi jembatan gantung di Desa Gelumbang Kecamatan Kota Manna memprihatinkan. Lantai jembatan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.