Home / BERITA UTAMA / Warga Palik Diduga Keracunan Usai Makan Bersama di Upacara Tradisi Tanam Padi

Warga Palik Diduga Keracunan Usai Makan Bersama di Upacara Tradisi Tanam Padi

BESUK: Bupati Bengkulu Utara, Ir. Mian melihat langsung warga Desa Lubuk Gading Kecamatan Tanjung Agung Palik (TAP) yang menjadi korban keracunan masal. (foto : shandy/rb)

TAP–  Seratus warga Desa Lubuk Gading Kecamatan Tanjung Agung Palik (TAP) Bengkulu Utara dilarikan ke RSUD Arga Makmur, Rabu (10/10) siang. Mereka diduga keracunan masal dengan keluhan yang sama diantaranya diare, muntah, kepala pusing dan lemas.

Gejala itu mulai terasa sejak Selasa (9/10) malam. Sebanyak 46  warga langsung dilakukan rawat inap, dan 27 lagi diwajibkan rawat jalan setelah dua jam dilakukan penanganan.  Sedangkan 27 warga lainnya hanya dilakukan observasi dan diperbolehkan pulang.

Mereka diduga keracunan saat Senin (9/10) sore memakan cendol dicampur gula merah yang disantap bersama usai melakukan tradisi tanam padi bersama. Bahkan, 9 anak-anak dan 2 nenek harus ikut dirawat di RSUD lantaran juga keracunan.

Ini jelas membuat pegawai RSUD Arga Makmur sedikit kerepotan. Maklum, ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD)   tak cukup menampung mereka sehingga harus dilarikan ke beberapa ruang untuk memberikan perawatan. Uzair warga setempat menuturkan sedikitnya 80 warga yang menderita keracunan. Namun ada yang tidak terlalu parah sehingga tidak ingin dibawa ke rumah sakit. “Mungkin karena mereka memakan sedikit. Namun mereka merasa gejala yang sama. 80 orang lebih,” terangnya.

Data terhimpun RB, Senin siang hingga sore mereka melakukan tanam padi bersama di sawah milik Johan. Gotong royong tersebut melibatkan laki-laki dan perempuan dewasa. Selain itu, warga lainnya memasak cendol di kawasan persawahan yang disantap bersama usai menanam bibit padi. Lantaran, tak habis di sawah, masing-masing warga lantas membawa cendol tersebut ke rumah untuk diberikan pada anak dan keluarga lainnya.

Gula Merah Dibawa Ditempatkan di Jerigen

Meskipun diyakini tidak ada bahan berbahaya untuk membuat cendol dan bahan campuran lainnya. Namun gula merah ditempatkan di dalam jerigen yang diduga bekas pupuk cair. Sedangkan cendol di baskom besar.

Camat TAP Nirwan Tomeri, SH, MH menuturkan jika kejadian ini murni kecelakaan dan tidak kesengajaan. Memang sudah tradisi masyarakat setelah menanam bibit padi bersama dan ditutup makan bersama. “Mengenai adanya kejadian ini, tentunya ketidaksengajaan. Karena pemilik hajat Pak Johan juga ikut dirawat,” terangnya.

Bupati Datang, Biaya Rumah Sakit Gratis

Rabu (10/10) sore, Bupati Bengkulu Utara Ir. H Mian langsung datang ke RSUD Arga Makmur setelah tiba dari Jakarta. Ia langsung membesuk dan berbincang dengan masyarakat yang menderita keracunan massal. “Ini musibah, tidak ada yang menginginkan. Ada semangat gotong royong kita dalam menyelesaikan tugas, namun tidak disengaja terjadi seperti ini. Jadi tidak ada yang perlu disalahkan,” ujar Mian.

Untuk meringankan beban masyarakat, ia meminta RSUD membantu mengurusan BPJS Kesehatan bagi pasien yang memiliki. Bagi yang tidak, ia juga memerintahkan RSUD untuk membebaskan biaya lantaran hal ini musibah bagi seluruh masyarakat Bengkulu Utara.

“Yang ada BPJS dibantu kepengurusannya, jika memang tidak bisa atau yang tidak ada silakan digratiskan,” tegas Mian.

Ia juga sudah berkoordinasi dengan Direktur RSUD dan memastikan ketersediaan obat di RSUD cukup dengan bertambanya 46 pasien tersebut. Ia bersyukur jika keeracunan yang dialami masyarakat tidak terlalu parah sehingga ia berharap bisa segera sembuh.

“Saya sudah hubungi direktur RSUD, stok obat cukup. Mudah-mudahan saudara kita bisa segera kembali lagi beraktifitas,” pungkas Mian.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP. Ariefaldi WN, SH, S.IK, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP. M Juri, S.IK sudah menerjunkan anggotanya ke RSUD dan Desa Lubuk Gading. Selain mendata korban, Polisi mengamankan bekas cendol dan barang-barang yang digunakan untuk memasak dan menghidangkan cendol tersebut.

“Kita akan cek zat apa yang menyebabkan terjadinya keracunan tersebut. Termasuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan yang memiliki laboratorium,” ujar Kasat.

Terkait dugaan jerigen yang digunakan bekas racun dan masih mengandung zat didalamnya ? Kasat mengatakan tidak menutup kemungkinan. Namun untuk memastikannya ia masih menunggu hasil laboratorium dari Dinas KEsehatan untuk membuktikan adakah zat berbahaya baik yang tertinggal di jerigen, baskom atau cendol hingga membuat warga keracunan.

“Kita sudah amankan untuk dicek di laboratorium. Nantinya akan diketahui darimana penyebabnya dan zat apa yang membuat warga keracunan. Sejauh ini semua kemungkinan masih ada,” pungkas Kasat. (qia)

Baca Juga ...

Marquez Rengkuh Juara Dunia Ke-7

MOTEGI– Selepas sesi warm up menjelang balapan MotoGP Jepang kemarin, Presiden Honda Racing Corporation (HRC) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.