Home / BERITA UTAMA / Bercanda Soal Bom, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Diturunkan dari Pesawat

Bercanda Soal Bom, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Diturunkan dari Pesawat

BENGKULU- Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Parial, Sabtu pagi (20/10) diturunkan dari pesawat Garuda GA 296 Jakarta-Bengkulu. Pasalnya anggota DPRD asal Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut bercanda dengan mengeluarkan kata-kata “bom” pada pramugari. Ini terjadi sesaat sebelum pesawat take off menuju Bengkulu.

Akibatnya anggota DPRD Bengkulu Komisi IV tersebut langsung diturunkan oleh petugas. Tak hanya itu barang-barang bawaan Parial diamankan dan diperiksa oleh kru kabin. Hingga pesawat take off Parial masih menjalani pemeriksaan oleh pihak bandara.

Kejadian ini dibenarkan oleh beberapa anggota DPRD Provinsi Bengkulu lainnya, yang ikut satu pesawat dengan Parial.  Seperti Tantawi Dali dari Fraksi NasDem, Sri Rezeki dari Fraksi PDIP dan Sujono dari Fraksi PKS. Informasinya Plt Gubernur Bengkulu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.MA juga berada dalam satu pesawat yang sama.

“Soal candaan itu (bom,red) saya tidak dengar karena jarak tempat duduk kami jauh, dia di belakang. Waktu dia lewat di samping tempat duduk saya, awalnya saya kira mau pindah tempat duduk,” cerita Sri.

Saat diperhatikan, lanjut Sri ternyata Parial keluar pesawat menuruni tangga dengan digiring oleh awak kabin. Kemudian ia sempat bertanya kepada salah satu pramugari di dalam pesawat. “Lalu dijelaskanlah sama pramugari itu. Saya bilang itu kan cuma guyon dan saya minta agar teman saya itu dimaafkan karena ketidaktahuannya. Saya minta dia diizinkan naik lagi. Tapi Parial tetap dibawa keluar. Kata pramugari itu, Parial cuma mau ditanya-tanya saja. Lalu saya balik lg ke kursi,” ujar Sri.

Namun sampai pesawat mulai bergerak untuk berangkat Parial tidak kembali ke dalam pesawat. “Pas saya sampai di Bengkulu, saya tanya lagi ke petugas di bandara Soetta kenapa teman saya tadi tidak dinaikkan lagi ke pesawat. Mereka bilang memang tidak boleh guyon-guyon seperti itu di dalam pesawat,” kata Sri.

Tantawi Dali juga mengetahui soal kejadian tersebut. Bahkan salah satu tas miliknya juga diamankan oleh pihak bandara karena kebetulan tas miliknya yang dimasukkan dalam bagasi pesawat itu menggunakan nama Parial. “Tas saya di bagasi itu ada nama Parial. Sudah diperiksa, dan kini sedang dikirim ke Bengkulu,” kata Tantawi.

Namun kejadian itu baru Tantawi ketahui setelah tiba di Bengkulu. Tantawi mengaku tidak tahu dengan jelas dan pasti bagaimana kronologis kejadian yang sebenarnya.

“Memang Parial satu pesawat dengan saya, tapi jauh. Saya di depan dia paling belakang. Saya belum tahu pasti bagaimana kejadian yang sebenarnya. Bahkan dia turun dari pesawat saya tidak tahu. Saya baru tahunya pas tiba di Bandara Fatmawati Bengkulu, saya lihat Parial tidak ada lagi, tidak tahu dia kemana. Saya pikir dia ketinggalan pesawat,” terang Tantawi.

Sedangkan Sujono, yang tempat duduknya persis di depan Parial ikut melihat saat Parial diturunkan dari pesawat. Namun ia tidak banyak bertanya. “Ya, memang dia turun dari pesawat. Saya tidak bertanya apa-apa, kalau tidak salah ibu Sri yang sempat nanya ke pramugari. Saya tidak dengar apa yang dia (Parial) katakan dalam pesawat sehingga disuruh keluar. Yg jelas kami hanya ketemu di bandara itulah, kami lain-lain keperluan. Karena kami kan beda komisi,” ujar Sujono.

Kejadian ini bermula saat seluruh penumpang sudah masuk ke dalam pesawat dan duduk di kursinya masing-masing. Saat ini, salah pramugari menyarankan kepada Parial agar tas yang ia bawa dimasukkan ke dalam kabin. Namun Parial tidak mau dan lebih memilih meletakkan tas tersebut di bawah tempat duduknya. Lalu ia bercanda bahwa ada bom di dalam tas tersebut. Meskipun Parial menyampaikan hal itu dengan nada bercanda, namun membuat pramugasi kaget.

Selang berapa menit kemudian pramugari tersebut datang lagi bersama awak kabin yang lain dan Parial langsung dibawa keluar turun dari pesawat berikut tasnya itu. Sampai pesawat take off, Parial masih tertahan di Sekarno Hatta (Soetta).

Parial sendiri saat dikonfirmasi via handphone sekitar pukul 10.15 WIB membantah jika dirinya menyebutkan kata “bom” dalam pesawat. “Tidak ada. Saya belum berangkat kok. Nanti saya ke Bengkulu naik Citilink. Kini masih di Jakarta,” tutupnya.

Sementara itu, Branch Manager Garuda Indonesia Perwakilan Bengkulu, Yoserizal mengaku belum menerima laporan peristiwa ini. Hanya saja kata dia, jika pesawat delay, sekitar 30 menit, pihaknya pasti menerima informasi, sebab dia tergabung dalam grup WhatsAap. “Tapi saya coba telusuri lagi info itu,” paparnya. (tew/iks)

Baca Juga ...

Bup Mian Lapor Langsung

ARGA MAKMUR – Bupati Bengkulu Utara (BU) Ir. H Mian kemarin bertemu ddengan Presiden Joko ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.