Home / METROPOLIS / Jelang Tahun Baru, Waspada Gepeng Eksodus

Jelang Tahun Baru, Waspada Gepeng Eksodus

WAHYU/RB
MENJAMUR: Gelandangan dan pengemis (Gepeng) di Kota Bengkulu makin menjamur, seperti terlihat di kawasan Simpang Lima.

BENGKULU – Jelang menyambut tahun baru 2019 yang tinggal hitungan dua bulan lagi, sejumlah gelandangan dan pengemis (Gepeng) di Kota Bengkulu mulai menjamur. Tidak hanya di jalan atau di simpang-simpang, tetapi juga marak di pasar-pasar. Bahkan ada yang nekat datang ke rumah-rumah warga hal ini juga mendapat laporan dari DPRD kota.

Pantauan RB,  jumlah gepeng yang beroperasi di setiap titik perempatan jalan saat ini kian bertambah. Perempatan yang biasanya dihuni rata-rata hanya tiga gepeng, jumlah itu bertambah hingga dua kali lipat. Bahkan, muncul gepeng-gepeng wajah baru yang masih anak-anak. Seperti yang terlihat di perempatan Jalan simpang Padang Harapan, Tanah Patah, Simpang Skip dan Simpang Lima Soeprapto.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bengkulu Hamsi, AMd mengatakan, pemerintah kota perlu mengantisipasi keberadaan gepeng eksodus yang sengaja datang dari luar kota. Sebab keberadaan gepeng ini selain menganggu ketertiban umum dan meresahkan warga. Bahkan membahayakan nasib mereka di jalan raya.  Karena itu merupakan tugas Satpol PP dalam menertibkan ketertiban umum secara rutin.

“Bisa dilihat sendiri dijalanan saat ini sudah mulai marak (gepeng). Karena pengalaman dari sebelumnya, jelang tahun baru ramai berdatangan ke Kota Bengkulu untuk merayakan penyambutan tahun baru, tentu menjadi kesempatan bagi mereka (gepeng) mencari peluang pendapatan mereka,” terang Hamsi.

Meski sebelumnya sambung Hamsi,  pihak Dinsos Kota dan Satpol PP mengklaim sudah melakukan penertiban gepeng dan dibina, namun kenyataannya keberadaan gepeng di jalanan masih saja marak.

“Dengan masih maraknya itu gepeng, karena para petugas tidak tegas dalam bertindak. Kalau rutin dan selalu patroli, pastinya gepeng itu tidak berani lagi. Tidak ada alasan apapun Satpol PP untuk malas bergerak, karena jarak lokasinya saja dekat,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi maraknya gepeng dan anjal yang baru atau dari luar kota, Hamsi menyarankan kepada Dinas Sosial Kota Bengkulu untuk bisa mendata jumlah gepeng dan anjal di Kota Bengkulu. Jangan sampai kedatangan gepeng dan anjal dari luar kota akhirnya menambang beban daerah dalam menanggunlanginya.

“Tentu dalam hal ini pemkot juga harus tegas. Termasuk pemkot harus punya data gepeng dan anjal di Kota Bengkulu, ini merupakan sebuah solusi mengenai permasalahan ini,” pungkas Politisi PDIP ini.(new)

Baca Juga ...

Reklamasi Pulau Tikus, Awas Pidana

BENGKULU – Wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu akan melakukan reklamasi dan berencana merubah nama Pulau ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.