Home / METROPOLIS / Pesimis PAD Parkir Capai Target

Pesimis PAD Parkir Capai Target

WAHYU/RB
PESIMIS: Dishub Kota Bengkulu pesimis target PAD dari sektor parkir sebesar Rp 5 miliar tahun ini bisa tercapai

BENGKULU – Meski setiap tahunnya titik parkir di wilayah Kota Bengkulu terus bertambah, namun nyatanya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu tetap pesimis bahwa target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir akan mencapai target sebesar Rp 5 miliar. Target itu ditetapkan mengingat tahun ini ada 625 titik parkir di Kota Bengkulu.

Kepala UPTD Parkir Kota Bengkulu, Najamudin mengaku, bahwa target PAD parkir sebesar Rp 5 miliar tersebut dinilai sangat berat. Bahkan pihaknya sudah meminta agar target PAD parkir tersebut dikurangi lantaran tidak sesuai dari pendapatan real di lapangan.

“Titik parkir memang bertambah. Tapi juga tidak menjamin orang yang memarkir kendaraan itu bayar semua. Karena ada kendaraan parkir perkantoran, sekolah, atau anak kuliahan yang terkadang tidak dipungut oleh juru parkir. Makanya waktu itu kita minta dengan dewan lakukan evaluasi terhadap target PAD parkir itu. Karena target PAD Rp 5 miliar itu terlalu tinggi,” papar Najamudin kepada RB kemarin.

Dikatakan Najamudin, saat ini dari target PAD parkir terhitung hingga Oktober tahun ini sudah mencapai 63 persen atau sekitar Rp. 3,1 miliar lebih. Namun sampai tutup anggaran nanti, pihaknya berkeyakinan bahwa PAD parkir akan mencapai sekitar 90 persen. “Ya meski sulit mencapai target sebesar Rp 5 miliar, namun kita akan berusaha mencapai sekitar angka Rp 4,5 miliar disisa waktu dua bulan lagi ini,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Najamudin, ke depan pihaknya akan terus menggarap potensi retribusi parkir secara maksimal. Dan selalu ketat dalam hal pengawasan masalah setoran parkir yang dilakukan para juru parkir (jukir). “Dan kita juga berharap dilakukan kembali uji petik bersama di lapangan terkait potensi pendapatan parkir sebenarnya. Karena faktanya memang PAD parkir sebesar Rp 5 miliar itu terlalu tinggi,” jelasnya.

Sementara itu Anggota Komisi II DPRD kota Heri Ifzan mengatakan, jika Perda Nomor 07 tahun 2011 tentang Retribusi Parkir Tepi Jalan tersebut bisa dijalankan baik dan benar oleh Dishub Kota Bengkulu, pastinya akan memberikan sumbangan cukup besar bagi  PAD yang sudah ditargetkan sebesar Rp 5 miliar. Ini lantaran seiring dengan bertambah banyaknya kendaraan bermotor di Kota Bengkulu baik roda 2 maupun roda 4.

“Karena saya yakin jika benar-benar terealisasi Perda itu dijalankan dengan sesuai. Termasuk juga objek parkir di Bengkulu ini sangat besar untuk jadi potensi PAD. Mengingat saat ini sudah banyaknya berdiri ruko dan perkantoran swasta, dan sejumlah kendaraan pun kian banyak. Yang merupakan sumber PAD retribusi parkir tersebut,” terangnya.

Untuk diketahui, titik parkir kian meluas, mencapai 625 titik sampai saat ini. Data dari Dishub Kota Bengkulu, diketahui sudah bertahun-tahun lamanya realisasi seperti tahun 2014 realisasi PAD parkir sebesar Rp 3,5 miliar, realisasinya Rp 3,2 miliar. Begitu juga di 2015 dan 2016, dari target 4 miliar tercapai Rp 3,8 miliar. Sementara ditahun 2017, dari target PAD sebesar Rp 5 miliar hanya mencapai sekitar Rp 4,3 miliar.(new)

Baca Juga ...

Reklamasi Pulau Tikus, Awas Pidana

BENGKULU – Wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu akan melakukan reklamasi dan berencana merubah nama Pulau ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.